RSS

Hyundai Ajari Anak Muda Jakarta Ngoprek Mesin


Syubhan Akib – detikOto
Jumat, 24/01/2014 19:22 WIB

Jakarta -Plan International Indonesia, Hyundai Motor Company dan Pusat Pelatihan dan Kejuruan Dinas Pendidikan DKI Jakarta hari ini meresmikan gedung baru Hyundai-KOICA Dream Center, di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.

Gedung Hyundai-KOICA Dream Center merupakan tempat pusat pelatihan otomotif, yang didedikasikan untuk anak muda di Jakarta. Gedung ini akan dimanfaatkan oleh sedikitnya 500 siswa, yang ingin mendalami keterampilan dan pengetahuan tentang otomotif.

Pembangunan fasilitas Hyundai-KOICA Dream Center ini adalah bagian dari proyek Pelatihan Otomotif untuk Kaum Muda di bawah Program Pemberdayaan Ekonomi Kaum Muda Plan International Indonesia, yang didukung oleh KOICA (Korea International Cooperation Agency) dan Hyundai Motor Company. Dalam implementasinya, program ini berjalan atas kerjasama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Peresemian gedung Hyundai-KOICA Dream Center dihadiri oleh Perwakilan KOICA Indonesia, Byung-gwan Kim; Pejabat Kedutaan Korea, Young Sick Park; Perwakilan Kantor Pusat Hyundai Motor Company Regional Asia and Pacific, Hoo Keun Kim; Perwakilan PT Hyundai Indonesia, Mukiat Sutikno; National Director Plan Korea, Sang Joo Lee, Country Director Plan Indonesia, Myrna Evora Remata; dan Kepala Pusat Pelatihan dan Pendidikan Kejuruan, Mustafa Kemal.

Acara ini juga diramaikan oleh sejumlah peserta pelatihan otomotif, serta para sukarelawan asal Korea Selatan, yang sedang melakukan kerja sosial di Indonesia. Kedatangan ke-84 sukarelawan mahasiswa Korea itu difasilitasi oleh Hyundai Motor Company dan Plan Korea.

Dalam sambutannya, Country Director Plan International Indonesia, Myrna Evora Remata mengatakan, sebagai lembaga kemanusiaan yang fokus pada pemenuhan hak anak, Plan Indonesia berkomitmen untuk memperluas akses kaum muda mendapatkan pekerjaan, atau mengembangkan kewirausahaan.

”Program pelatihan otomotif di Hyundai-KOICA Dream Center ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi mengurangi pengangguran di Jakarta,” katanya.

Myrna menambahkan, sampai dua tahun ke depan, pelatihan bidang otomotif ini akan memfasilitasi sekitar 500 anak muda di Jakarta yang berusia 15-24 tahun. Dengan adanya pelatihan ini, mereka diharapkan segera mendapatkan pekerjaan, atau mampu mengembangkan usaha sendiri di bidang otomotif.

Sementara itu, Manager Corporate Responsibility Team Hyundai Motor Company, Jaemin Shin mengatakan, para sukarelawan itu sengaja diajak ke Indonesia, untuk mendukung kegiatan pelatihan otomotif bagi anak-anak muda di Jakarta. “Ini adalah bagian dari komitmen Hyundai untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan otomotif anak-anak muda di Indonesia,” katanya.

(syu/ddn)

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Januari 27, 2014 in Informasi

 

2013 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 17,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 6 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Januari 3, 2014 in Informasi

 

Jangan Belikan anak Motor


Selasa, 26 November 2013, 10:56 WIB

Republika/Agung Supriyanto

Pengendara sepeda motor di bawah umur.

REPUBLIKA.CO.ID, SIMPANG AMPEK — Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat AKBP Sofyan Hidayat mengimbau kepada orang tua para siswa agar tidak membelikan sepeda motor kepada anak-anaknya agar terhindar dari kecelakaan lalu-lintas.

“Peran orang tua sangat penting karena pada umumnya kecelakaan lalu-lintas didominasi oleh kalangan pelajar. Padahal dalam aturan pelajar yang belum cukup umur belum bisa memperoleh surat izin mengendara,” kata Sofyan di Simpang Ampek, Selasa (26/11).

Menurutnya, alangkah baiknya masyarakat mengantarkan anak-anaknya pergi ke sekolah dari pada membelikan sepeda motor karena secara psikologis mental siswa untuk memakai sepeda motor masih labil dan rawan kecelakaan.

“Kita banyak menemukan pelajar yang kebut-kebutan baik saat pergi sekolah ataupun saat pulang sekolah. Hal ini tentu sangat memprihatinkan dan membhayakan bagi kalangan siswa tersebut,” ujar Sofyan.

Ia mengimbau kepada orang tua hendaknya membudayakan kembali menggunakan sepeda angin bagi anak-anaknya. Tidak saja membuat anak sehat tetapi juga membuat meningkatkan kedispilinan.

Dengan bersepeda, kata Sofyan, anak-anak bisa mengatur waktu berapa lama dia pergi dari rumahnya ke sekolah sehingga dia bisa bangun tidur lebih cepat. Hal itu tentunya bisa meningkatkan disiplin memanfaatkan waktu.

“Berbeda jika ada sepeda motor, anak-anak cendrung lebih suka bersantai dan pergi ke sekolah dengan waktu yang pas-pasan sehingga bisa kebut-kebutan dan mengakibatkan kecelakaan,” sebutnya.

Untuk itu pihaknya mengingatkan kepada orang tua agar menyayangi anak-anaknya dengan tidak membelikan kendaraan. Selain itu jajarannya melalui satuan lalu-lintas terus mensosialisasikannya kesekolah-sekolah.

“Selain tindakan preventif kita juga melakukan tindakan dilapangan. Sebab, anak-anak yang belum cukup umur 17 tahun belum diizinkan mengemudi,” tegas Sofyan.

Dia menambahkan sejak Januari hingga akhir Oktober 2013 kecalakan lalu-lintas di Pasaman Barat mencapai 120 kasus. Dengan 75 orang meninggal dunia, luka berat 69 orang dan luka ringan 82 orang. Kecalakaan itu didominasi oleh kalangan pelajar atau berumur dari 11-20 tahun dengan jumlah 95 orang.

Redaktur : Citra Listya Rini

Sumber : Antara

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Desember 20, 2013 in Informasi

 

Ini Era Sekolah Digital dan Ujian Nasional Online


Senin, 29 April 2013, 05:09 WIB

Komentar : 0

sekolahdigital.co.id

Laman Sekolah Digital

Laman Sekolah Digital

A+ | Reset | A-

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Era digital memungkinkan semua proses pendidikan dapat dilaksanakan tidak harus dengan tatap muka, tapi dapat menggunakan perkembangan teknologi. Untuk ujian nasional misalnya, dengan menggunakan sistem sekolah digital, mungkin tidak ada lagi kendala seperti distribusi soal, kesalahan dalam penggunaan lembar jawaban komputer, kesalahan pengunaan pensil 2B dan lain sebagainya.

‘’Pertanyaannya mungkinkah ujian nasional dilakukan secara online? Ya mungkin saja. Saat ini model ujian secara online memang sudah banyak diterapkan di beberapa lembaga untuk tujuan sertifikasi,’’ ujar M. Syaifuddin, Kasie Kerjasama Puslatdikjur Jakarta Pusat.

‘’Untuk sebuah gagasan sah-sah saja bila ujian nasional online ini layak untuk dijadikan bahan kajian. Karena test kompetensi guru yang telah dilaksanakan sudah memulainya walaupun kendalanya banyak, akan tetapi hasilnya lebih baik,’’ katanya kemudian.

Bukan hanya ujian online, menurut Sjaiful Munir, pemerhati pembelajaran jarak jauh dari Universitas Terbuka, saat ini sudah saatnya ada semacam Sekolah Digital. Pembelajaran, pemberian tugas, penilaian, buku, semuanya secara digital. ‘’Siswa tak perlu repot lagi membawa buku ke sekolah,’’ ujarnya.

Bahkan Munir menunjuk contoh trend pembelajaran online yang sudah dijalankan beberapa negara seperti Inggris dan Amerika. ‘’Di setiap jenjang pendidikan, baik sekolah dasar maupun sekolah menengah, siswa tak perlu lagi membeli buku di setiap semester. Dengan dibuatkannya komputer tablet memungkinkan semua buku dimasukkan dalam satu paket hingga siswa selesai sekolah,’’ tegasnya.

Kelak, jika infrastruktur sudah baik, menurut Sjaiful Munir, perlu pula dibuat sekolah terbuka, bukan cuma universitas saja yang terbuka. ‘’Sekolah makin murah dan massif, dan sekolah bisa menjangkau untuk kalangan yang tidak mampu,’’ katanya.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : rilis

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Mei 3, 2013 in Informasi

 

Hakikat Peningkatan Tanggung Jawab Siswa dalam Pembelajaran


Oleh : Thoyib
Hakekat tanggung jawab adalah menerima apa yang diwajibkan dan melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan kemampuannya.1 atau dengan istilah lain yaitu menggunakan seluruh sumber daya untuk mengusahakan perubahan yang positif atau melaksanakan tugas-tugas dengan seluruh integritasnya. 2
Tanggung jawab yang dimaksud adalah yang berhubungan dengan nilai dan segala sesuatu yang berguna, dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Hal ini juga berkaitan dengan norma termasuk moral yang meliputi segala perilaku yang baik untuk dilakukan dan yang tidak baik untuk dilakukan. Adapun norma adalah aturan, ukuran, pokok kaidah, kadar, patokan yang dijadikan panutan bagi tingkah laku manusia guna menjamin keselamatan, ketentraman dan kesejahteraan.3
Tanggung jawab juga dapat diartikan sebagai menerima apa yang diwajibkan dan melaksanakan tugas dengan baik selaras dengan kompetensi yang dimilikinya. Tanggung jawab merupakan nilai dasar yang tidak kalah penting dengan nilai dasar lainnya. Beberapa kegiatan yang perlu diperhatikan, antara lain;
a. Melaksanakan tugas piket
b. Melaksanakan dengan sungguh-sungguh seluruh tugas yang diberikan oleh sekolah
c. Taat memakai pakain seragam sekolah yang telah ditetapkan
d. Kebersamaan
Sedangkan menurut Shiv Khera4 tanggung jawab merupakan bagian dari kewajiban yang menjadikan sesuatu berupa keinginan untuk mencapai atau berakhir dengan kesenangan.
Pembentukan nilai tanggung jawab tidak dapat dilepaskan dari proses pembelajaran baik di rumah maupun di sekolah. Oleh sebab itu belajar adalah sesuatu yang harus dialami siswa agar memiliki apresiasi nilai tanggung jawab yang tinggi.
Hidup bersama dan bermasyarakat merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan manusia. Ketergantungan manusia terhadap manusia lain menyebabkan manusia mengadakan hubungan kerjasama dengan manusia yang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sebagai bentuk interaksi sosial nilai tanggung jawab menjadi bagian yang utuh dalam proses pembentukan perilaku. Gilin dan Gilin yang dikutip oleh Soerjono Soekanto menjelaskan pengertian interaksi sosial, yaitu : “interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis menyangkut orang perorangan atau antar kelompok manusia maupun antar orang perorangan dengan kelompok manusia.”5
Sementara itu WA. Gerungan mendefinisikan sebagai berikut : “interaksi sosial sebagai suatu hubungan antara dua orang atau lebih manusia, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi individu yang lain, mengubah atau memperbaiki yang lain atau sebaliknya.”6 Jadi hal terpenting dalam proses interaksi sosial adalah hubungan timbal balik dan saling memberikan pengaruh pada masing-masing individu.
Sedangkan menurut Alvin dan Helen Goudner yang dikutip oleh Soleman B. Tenako, yaitu : “Interaksi sosial adalah aksi dan reaksi diantara oang-orang.”275 Sehingga bila terjadi aksi dari seseorang disambut dengan reaksi dari orang lain, pada saat itu terjadi interaksi sosial. Pengertian tersebut sejalan dengan pengertian menurut Koentjoroningrat, menurutnya “Interaksi dapat terjadi bila seorang individu dalam masyarakat berbuat sedemikian rupa sehingga menimbulkan respon dan reaksi dari individu-individu lain.”
Dalam proses interaksi sosial individu harus menyadari adanya orang lain sehingga individu dapat memberikan respon terhadap stimulus yang diberikan individu lain.
Mengenai kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial, Moreno seperti dikutip oleh Bimo Walgino menyebutkan bahwa baik tidaknya interaksi seseorang dapat dilihat dari berbagai segi yaitu :
1. Segi Frekuensi
Yang dimaksud dengan frekuensi yaitu sering tidaknya seseorang mengadakan hubungan dengan orang lain, semakin seseorang itu bergaul, pada umumnya orang itu semakin baik dalam interaksi sosialnya. Bagi individu yang mengisolir diri dan kurang bergaul, hal ini menunjukkan bahwa di dalam hubungan interaksi sosialnya kurang baik.
2. Segi Intensitas
Yaitu segi mendalam tidaknya seseorang itu dalam pergaulan atau interaksi sosialnya, atau sering disebut intim tidaknya di dalam bergaul. Semakin intim interaksi sosialnya dengan orang lain maka dapat dikatakan bahwa interaksi sosialnya semakin baik.
3. Segi Popularitas
Banyak sedikitnya teman bergaul, ini dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk melihat baik buruknya individu dalam mengadakan interaksi sosial. Semakin banyak teman pergaulannya semakin baik pula interaksi sosialnya.8

Kemampuan seseorang dalam berinteraksi berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain. Interaksi sosial memuntut kemampuan setiap individu untuk dapat berperilaku seperti yang diharapkan oleh masyarakat. Perilaku manusia itu menurut Jalaludin Rakhmat : “Situasi di sekitar manusia itu berbeda. Reaksi antara manusia yang satu dengan yang lain berbeda sesuai dengan karakteristik personal yang dimilikinya”9
Kemampuan dalam berinteraksi juga dipengaruhi oleh kedewasaan seseorang dan juga oleh pengetahuan akan pentingnya hubungan antara manusia sehingga sadar bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat. Kedewasaan serta pengetahuan yang dapat diperoleh melalui pendidikan. Dalam pendidikan pola-pola kelakuan pokok dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sesuai dengan penjelasan S. Nasution bahwa : “Pendidikan berkenaan dengan perkembangan dan perubahan anak didik, pendidikan berkaitan dengan trasmisi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan dan aspek-aspek lainnya kepada generasi muda. Pendidikan adalah proses mengajar serta belajar oleh masyarakat.” 10
Menurut Gall dan Gall dalam Kindsvatter11 bahwa tanggung jawab siswa adalah tujuan program yang luas yang akan dicapai oleh para siswa. Mereka dituntut untuk mengaktualisasikan dan mengekspresikan pencapaian tujuan ini sebagai hasil pembelajaran di kelas.
Tanggung jawab siswa menurut Soedijarto12 adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh peserta didik dalam mengikuti program kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan. Gagne dan Briggs13 menambahkan bahwa tanggung jawab siswa adalah berbagai jenis kemampuan yang diperoleh dari belajar. Ada 5 jenis kemampuan tanggung jawab siswa, yaitu;
a. Ketrampilan intelektual
b. Informasi verbal
c. Strategi kognitif
d. Ketrampilan motorik
e. Sikap
Sedangkan menurut Romiszowski dalam Anderson dan Krathwohl14, tanggung jawab siswa ditekankan pada aspek pengetahuan dan ketrampilan. Pengetahuan berkenaan dengan informasi yang tersimpan didalam otak manusia setelah ia mengalami proses belajar. Sedangkan ketrampilan berkenaan dengan tindakan seseorang, baik tindakan intelektual maupun fisik dalam mencapai tujuan sebagai akibat proses belajar. Secara rinci pengetahuan dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu: fakta, prosedur, konsep, dan konsep. Sedangkan katrampilan juga dibedakan menjadi empat jenis, yaitu: ketrampilan kognitif, motorik, reaktif dan interaktif.
Pendapat tersebut selaras dengan pandangan Benyamin Bloom 15 bahwa tanggung jawab siswa memiliki ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Teori Taksonomi Bloom, menurutnya tanggung jawab siswa mempunyai ranah yang berorientasi pada kemampuan untuk mengungkapkan makna dan arti dari bahan yang dipelajari siswa. Ranah tersebut meliputi;
a. Kognitif, yang termasuk ranah kognitif meliputi aspek pengetahuan, pemahaman, penerapan, sintesis dan evaluasi.
b. Afektif, yang termasuk ranah afektif meliputi aspek psikologis untuk menerima, menanggapi, menghargai dan membentuk pribadi.
c. Psikomotorik, yang termasuk ranah psikomotorik meliputi gerak dan tindakan.16

Dengan tambahan pendapat dari Anderson dan Krathwoth bahwa tanggung jawab siswa juga mencakup; pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan meta-kognitif.
Dari uraian di atas penulis dapat mensintesiskan bahwa nilai tanggung jawab adalah kemampuan seorang individu yang menggunakan seluruh sumber daya untuk mengusahakan perubahan yang positif atau melaksanakan tugas-tugas dengan seluruh integritasnya terhadap lingkungannya dalam bentuk interaksi sosial yang baik dan intensif.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada November 6, 2012 in Informasi

 

Tag:

Kinerja Mutu Guru – Oleh : Riyanto


a. Pengertian Kinerja
Pengertian kinerja mempunyai visi yang agak berbeda namun secara prinsip nampak kesamaan dalam kandungan maknanya, kinerja itu merupakan proses pencapaian suatu hasil.
Kinerja merupakan terjemahan dari kata Perfomance yang berarti: 1) Melakukan, menjalankan dan melaksanakan; 2) Memenuhi atau menjalankan kewajiban suatu nazar; 3) Melaksanakan dan menyempurnakan tanggung jawab; 4) Melakukan sesuatu yang diharapkan oleh seseorang.
Lebih lanjut Prawiro Sentano menjelaskan kinerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum sesuai dengan moral maupun etika (Prawirosentano, Suryadi, 1994: h.2)
Sehubungan dengan hal tersebut Prawiro Sentano menyebutkan beberapa faktor yang berkaitan dengan penilaian kinerja yaitu pengetahuan tentang pekerjaan, kemampuan membuat perencanaan tentang pekerjaan, pengetahuan tentang standar mutu pekerjaan yang dipersyaratkan, produktivitas, pekerjaan teknis atau pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Kemudian kemampuan komunikasi menyampaikan gagasan dan kerja sama (Prawirosentano, Suryadi, 1994 : h.2)
Berdasarkan pendapat tersebut bahwa kinerja merupakan hasil kerja seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi dengan wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing.
Selanjutnya kinerja dalam kajian manajemen dikemukakan oleh Knezevich adalah hasil dari sukses individu dan kelompok dalam mencapai sasaran-sasaran yang relevan, mengukur dan menilai hasil adalah penting untuk menentukan prestasi. (Knezevich, J.S., 1984)
Menurut Milller menyatakan bahwa sebagai keberhasilan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan, (Miller A. dan Dess, G.G., 1996). Sedangkan Graundlend mendefinisikan kinerja yaitu sebagai penampilan prilaku kerja sesuai dengan prosedur, sehingga diperoleh hasil yang memenuhi syarat kualitas, kecakapan dan jumlah. Kunci keberhasilan melaksanakan tugas secara efektif ditentukan juga oleh tinggi rendahnya kemampuan motivasi individu atau diluar individu seperti kopetensi profesionalisme kinerja guru.
Menurut Hanstan yang dikutip dalam bukunya yang berjudul Profesionalisme kegunaan kinerja adalah seseorang yang menguasai kecakapan kerja selaras dengan tuntutan bidang kerja yang bersangkutan.
Sedangan pendapat dari Juran With Mare dalam bukunya yang berjudul Can Change Far Performance kinerja merupakan ekspensi potensi seseorang dalam memenuhi tanggung jawab dengan menetapkan standat tertentu (Juran, J.M., 1989)
Menurut Hickman, kinerja selaku merupakan tanda keberhasilan suatu organisasi dan orang- orang yang ada dalam organisasi tersebut (Hickman, R. Graig, 1990)
Hal ini diperkuat oleh Staner dan Freeman mengemukakan kinerja adalah kunci yang harus berhasil, oleh karena itu kinerja baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk organisasi selayaknya terus dievaluasi untuk mendapat standar keberhasilan (Staner, Freeman dan Gillent, h. 11)
Dalam kamus Bahasa Indonesia, kinerja diartikan sebagai sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan kemampuan kerja. Sedangkan prestasi adalah hasil yang telah dicapai dan telah dilakukan atau dikerjakan.
Dalam Webster Thind New International Dictionary disebutkan beberapa pengertian, performance diantaranya The ach an procest of canying out same thing, the executioon of an action, the ability to perform, capacity to dihave a disared result, artinya aktivitas atau proses penyelesaian sesuatu, pelaksanaan kegiatan, kemampuan untuk berprestasi, kemampuan untuk mencapai hasil yang telah ditentukan. Definisi tersebut memberikan kata inti dari performance yaitu kemampuan, aktivitas dan proses (Gave, Philip & Webster, Meream, 1996).
Menurut Vraan (dalam fattah) mengemukakan bahwa kinerja merupakan fungsi atau motivasi dikalikan kemampuan formula yang digunakan adalah sebagai berikut :
Kinerja = F ( Motivasi x Kemampuan )
Berpijak pada formula tersebut dapat dijelaskan bahwa tinggi rendahnya kinerja seseorang itu dapat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya kemampuan dan motivasi. Sedangkan motivasi itu sendiri bisa datang dari dalam individu atau diluar individu seperti kopetensi profesionalisme (Fattah, Nanang. 2000. h.7)
Kinerja dalam menjalankan fungsinya tidak berdiri sendiri, tapi berhubungan dengan kepuasan kerja dan tingkat imbalan, dipengaruhi oleh ketrampilan, kemampuan dan sifat-sifat individu. Oleh karena itu menurut model parther lawyer (Donnelly, Gibson and Wan Cevech ) kinerja individu pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor: a). harapan mengenai imbalan; b). dorongan; c). kemampuan, kebutuhan dan sifat; d). persepsi terhadap tugas; e). imbalan internal dan eksternal; f). persepsi terhadap tingkat imbalan dan kepuasan kerja (Gibson. Ivancevich Donelly. 1994: 4)
Dengan demikian kinerja pada dasarnya ditentukan oleh tiga hal yaitu: 1). Kemampuan; 2) Keinginan dan; 3) Lingkungan. Oleh karena itu agar mempunyai kinerja yang baik, seseorang harus mempunyai keinginan yang tinggi untuk mengerjakan serta mengetahui pekerjaannya. Tanpa mengetahui ketiga faktor ini kinerja yang baik tidak akan tercapai. Dengan demikian, kinerja individu dapat ditingkatkan apabila ada kesesuaian antara pekerjaan dan kemampuan.
Kinerja individu dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Kepuasan kerja itu sendiri adalah perasaan individu terhadap pekerjaannya. Perasaan itu bisa berupa suatu hasil penilaian mengenai seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan mampu memuaskan kebutuhannya. Kepuasan tersebut berhubungan dengan faktor-faktor individu yakni: 1). Kepribadian aktualisasi dari kemampuan menghadapi tantangan, kemampuan menghadi tekanan; 2) status dan saniaritas, makin tinggi herarkis didalam perusahaan lebih mudah individu tersebut untuk puas; 3). Kecocokan dengan minat, semakin cocok minat individu semakin tinggi kepuasan kerjanya; 4). Kepuasan individu dalam hidupnya yaitu individu yang mempunyai kepuasan yang tinggi terhadap elemen-elemen kehidupannya yang tidak berhubungan dengan kerja, biasanya akan mempunyai kepuasaan kerja yang tinggi.
Tugas guru suatu pekerjaan yang memiliki tujuan untuk memberikan pelayanan administrasi kepada siswa. Pelayanan administrasi sekolah mencakup ; administrasi peserta didik, administrasi kepegawaian, administrasi keuangan, administrasi perlengkapan, administrasi persuratan, administrasi perpustakaan sekolah, administrasi laboratorium dan administrasi ruang ketrampilan.
Sebagai seorang manajer, administrator dan supervisor sangat berperan dalam proses/aktivitas kegiatan di sekolah. Dengan kemampuan manajerial yang kompeten maka dapat memberikan pelayanan yang baik kepada siswa.

b. Dimensi Kinerja
Kinerja memiliki banyak dimensi yang masing-masing mempunyai arti penting. Dimensi yang satu tidak lebih penting dari dimensi yang lainnya. Maka dalam proses pengukuran kinerja sebaiknya semua dimensi diukur dan diberlakukan sama.
Antara lain disebutkan oleh T.R.Metahell (1978) bahwa kinerja mempunyai lima dimensi yaitu : (T.R. Metahell)
1. Quality of ware ( kualitas kerja )
2. Prompeness ( ketepatan kerja )
3. Initiatice ( inisitas )
4. Capability ( kemampuan )
5. Communication ( komunikasi )
Hasibuan menyebutkan tidak kurang dari 11 (sebelas) dimensi kinerja yang biasa dinilai yaitu kesetiaan, prestasi kerja, kejujuran, kedisiplinan, kreatifitas, kerja sama, kepemimpinan, kepribadian, prakarsa, kecakapan dan tanggung jawab (Malayu, S.P.Hasibuan, 1994: h. 15)
Davis dan Werther menyebutkan dimensi-dimensi lain yang belum disebut oleh Metchell dan Hasibuan yaitu dimensi devendenability (ketergantungan), attitude (sikap kerja ), dan actendance (kehadiran) (Davis, K & Werther, W.B., 1996).

c. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja
Darma (1418) mengemukakan adanya empat faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai yaitu :
b. Pegawai, berkenaan dengan kemampuan dalam melaksanakan perkejaan.
c. Pekerjaan, menyangkut desain pekerjaan, uraian pekerjaan dan sumber daya untuk melaksanakan pekerjaan.
d. Mekanisme kerja, mencakup sistem/prosedur pendelegasian dan pengendalian serta struktur organisasi.
e. Lingkungan kerja, meliputi faktor-faktor lokasi dan kondisi kerja, iklim organisasi dan komunikasi.
Gibson, secara lebih komprehensip mengemukakan adanya tiga kelompok variabel sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi performance dan potensi individu dalam organisasi yaitu (Gibson, Ivancevich Donelly, 1994)
a. Variabel Individu yang meliputi; 1). Kemampuan/ ketrampilan (fisik); 2). Latar belakang (keluarga, tingkat sosial, pengalaman) dan; 3) denagrafi (umur, asal usul dan jenis kelamin).
b. Variabel organisasi meliputi; 1) Sumber daya; 2). Kepemimpinan; 3). Imbalan; 4). Struktur; 5) desain pekerjaan.
c. Variabel Individu (Psikologis) meliputi; 1). Mental/ Intelektual; 2). Persepsi; 3). Sikap; 4). Kepribadian; 5). Belajar; 6) Motivasi.
Untuk lebih jelasnya ketiga variabel tersebut diatas dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 1. Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Kinerja
( Diadopsi dari Gibson, Wan Cevich dan Donnely, 1985 : 53 )

Sedangkan Dessler mengemukakan terdapat tiga langkah dalam melakukan penilain terhadap kinerja karyawan, yaitu ; 1). Medifinisikan pekerjaan berarti memastikan adanya kesepakatan tentang tugas-tugas yang diberikan; 2). Menilai kinerja berarti membandingkan kinerja aktual bawahan dengan standar-standar yang telah ditetapkan dan ; 3). Memberikan umpan balik kepada karyawan dengan tujuan memotivasi orang tersebut untuk menghilangkan kemerosotan kinerja (Dessler, G. 1997)
Mangkunegara mengemukakan terdapat dua faktor yang mempengaruhi hasil kerja atau kinerja seseorang, yaitu faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivation) (Mangkunegara, Anwar Prabu. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Bandung : Remaja Rosda Karya).
Faktor kemampuan terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan riil (Knowledge skill) artinya seseorang yang memiliki IQ tinggi dan ditunjang dengan pendidikan yang memadai serta terampil dalam melaksanakan tugasnya, maka ia akan lebih mudah mencapai hasil kerja yang diharapkan. Sementara faktor motivasi terbentuk dan sikap (attitude) individu dalam menghadapi situasi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan diri individu agar terarah untuk mencapai tujuan.
Menurut Spencer, tindakan untuk mempengaruhi atau memimpin orang lain untuk memperbaiki produktivitas atau mendapatkan kinerja yang baik merupakan hasil akhir pencapaian kompetensi. Kompetensi ini merupakan gabungan dari Achiecvement Orientation seseorang (Spencer, M.Kyle and Spencer, 1993)
Achecvement Orientation yang dapat dipergunakan dalam mengukur kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaannya, sesuai dengan definisi yang dikemukakan oleh Spencer yaitu “Achievement Orientation is cancur for working will competing against a standard of excellence”. Standar yang dapat dilakukan untuk mengukur kinerja seseorang yang menyangkut achievement orientation adalah ukuran yang objektif, kemampuan bersaing, tujuan yang menantang dan inovasi.

d. Penilaian Kinerja
Penilaian menempati posisi yang sangat penting dalam pembicaraan mengenai kinerja sebab kinerja yang tidak dinilai tidak akan memberikan informasi apa-apa bagi manajemen untuk mengembangkan organisasi. Dan kinerja yang dinilai pun tidak akan memakai kebaikan bagi oraganisasi tersebut, jika penilaiannya mengandung diskriminasi, ketidakadilan, perasaan suka dan tidak suka ( like and dislike ) dan ketertutupan.
Penilaian kinerja yang mengandung unsur-unsur tersebut justru akan menimbulkan kondisi yang buruk bagi organisasi respons pegawai terhadap penilaian yang mengandung unsur-unsur tersebut, muncul dalam beragam bentuk dari mulai yang sifatnya lunak sampai dengan yang sifatnya keras dan merusak.
Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pengukuran penilaian kinerja supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Davis dan Werther mengidentifikasikan 6 hal yang harus dihindari yaitu :
1. Hallo effect, yaitu terjadi ketika satu aspek positif atau negative dari yang dinilai si penulis terhadap keseluruhan hasil penilaian.
2. Error of central tendency, yaitu jika penilaian cenderung memberikan pilihan pada option-option mendekati rental.
3. Leniency and structure bases, yaitu jika penilaian cenderung murah atau pelit dalam melakukan penilaian.
4. Cross cultural bases, yaitu jika perbedaan budaya menyebabkan kesalahpahaman dalam melakukan penilaian.
5. Personal prejudice, yaitu jika prasangka-prasangka penilaian baik positif atau negative terhadap aspek-aspek yang dinilai mempengaruhi penilaian.
6. Resency effect, yaitu jika kesan terakhir memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap keseluruhan penilaian (Davis, K & Werther, W.B. 1996. Human Resources & Personal management, Singapore. Mr.Graw-Hill Book)
Penilaian kinerja menurut Gibson, (Ivancevich & Donnelly) mempunyai dua tujuan utama yaitu tujuan pertimbangan dan pengembangan. Tujuan pertimbangan lebih kepada bagaimana mengetahui menilai, menyimpulkan dan memberikan imbalan sesuai tingkatan kinerjanya masing-masing, sedangkan tujuan pengembangan menunjukkan kepada bagaimana mengetahui, menilai, mengumpulkan dan mengantisipasi kendala-kendala yang dihadapi pegawai selama bekerja (Gibson. Ivancevich Donelly, 1994).
Sintesis: Berdasarkan uraian diatas dikatakan bahwa mutu kinerja guru adalah suatu tingkatan dalam profesional pekerjaan/tugas sesuai dengan prosedur dan profesional secara optimal.
Indikator sebagai dasar penilaian terhadap kinerja meliputi dimensi yaitu : 1). Penampilan prilaku dengan indicator : a. kedisiplinan; b. berahlak/moral; c. ramah; d. jujur; e. kewibawaan; 2). Kecakapan Kerja (profesional) dengan indikator : a. menuyusun program; b. pengelolaan administrasi; c. pembinaan dan pengembangan; d. menyusun data; e. mengkoordinasikan kebersihan; f. menilai kondite karyawan; 3). Keluwesan gerak dengan indicator : a. menciptakan hubungan baik dengan warga sekolah; b. ikut serta dalam kegiatan organisasi ; 4. Ekspertasi (harapan) dengan indicator : a. meningkatkan kesadaran dalam gedung pendidikan.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada November 4, 2011 in Materi Kuliah S2 PEP

 

ISLAM DAN TEKNOLOGI INFORMASI


ISLAM DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Rangkuman dari berbagai sumber Internet
Oleh : M. Syaifuddin

Bismillahirrahmannirrahim

DASAR PEMIKIRAN

Zaman Rasulullah SAW, Islam maju dengan pesat dan berkembang, setelah itu sahabat-sahabatnya pun mengembangkan Islam hingga Dunia Barat. Islam berjaya dengan penuh keagungan. Tak ada yang memungkiri bahwa saat itu adalah saatnya islam menguasai peradaban dunia. Ilmu dan sains baru ditemukan dalam peradaban itu. Disinilah terlihat bahwa pada jaman itu kemampuan berpikir umat islam sudah selangkah lebih maju dibandingkan umat-umat lainnya. Berpikir bebas, pengembangan kreativitas dan inovasi, pluralitas berpikir, dan keyakinan akan kebenaran membawa umat ini berjaya pada saat itu. Kejayaan itu terus berlanjut hingga umat ini kalah perang oleh barat dan membatasi diri mereka terhadap hal-hal yang dianggap haram dalam permikiran oleh para ulamanya, ditambah lagi ketika mereka menggunakan ilmu dan teknologi dari barat, dan itupun hanya mengadopsi saja. Fenomena ini terjadi setelah lebih dari seratus tahun Rasulullah SAW wafat. Pembatasan akan informasi dan berbedaan berpikir tersebutlah yang menjadi awalan untuk terbentuknya suatu ilmu baru.

Saat ini adalah jamannya Islam kalah dari peradaban, yang saat ini dikuasai oleh peradaban liberalisme dan kapitalisme. Saat ini perang peradaban yang terjadi tidak hanya perang fisik saja, akan tetapi perang informasi dan pengetahuanlah yang ikut berkembang disini. Penguasaan dunia saat ini tidak lagi memerlukan pengerahan prajurit perang besar-besaran. Perang yang terjadi adalah perang teknologi dan informasi. Umat yang menguasai media informasi maka dia akan dapat menguasai dunia. Pemutar balikan fakta informasi sering terjadi dalam medianya tergantung dari keberfihakan media tersebut. Media informasi dan kecanggihan teknologi dapat mengangkat manusia dalam kemajuan peradaban atau menghancurkan peradaban ini sendiri tergantung pemakainya. Penguasaan informasi dan teknologi saat ini bukan dikuasai oleh umat Islam, sehingga saat ini terlihat bahwa umat Islam tertinggal peradabannya. Akankah kondisi ini terus berlanjut?

Teknologi informasi merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan dan memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan juga merupakan informasi yang strategis dalam pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.

Perkembangan teknologi informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, seperti e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan saat ini sedang marak-maraknya berbagai huruf yang dimulai dengan awalan “e” seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan
yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.

Disadari atau tidak, bahwa penyebab utama terjadinya era globalisasi yang datang lebih cepat adalah karena adanya teknologi informasi. Dengan adanya internet, electronic data, electronic interchange, virtual office dan lain sebagainya mampu menerobos batas-batas fisik antar negara. Demikianlah penggabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi sehingga lahirlah sebuah revolusi dalam sistem informasi.

Tak heran jika pakar IBM menganalogikannya dengan perkembangan otomotif sebagai berikut: “seandainya dunia otomotif mengalami kemajuan sepesat teknologi informasi, saat ini telah dapat diproduksi sebuah mobil berbahan bakar solar, yang dapat dipacu hingga kecepatan maximum 10,000 km/jam, dengan harga beli hanya sekitar 1 dolar amerika!”.

Melihat fenomena di atas, sudah seharusnya umat ini (Islam) untuk menguasai teknologi informasi, karena dengan demikian maka citra Islam yang buruk -baik itu purna WTC 11 September silam ataupun karena mis informasi- dapat segera diperbaiki.

B. Menumbuhkan Kesadaran Akan Pentingnya Teknologi Informasi

“Growth of information technology can improve performace and eneble various activity can be executed swiftly, precisely and accurate, so that finally will improve productivity. Growth of information technology show the popping out of various activity type being based on this technology, like e-government, e-commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory, and Other, which is all the things have electronics based”. Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan dan memungkinkan berbagai kegiatan dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Perkembangan teknologi informasi memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini. Seperti e-government, e-commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory, dan lainya yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika.(Wawan Wardiana, 2002)
Dalam acara pembukaan seminar teknologi informatika dan komunikasi (TIK) road to school di hotel Garde Palace Surabaya, selasa (28/8) Menteri komunikasi dan informatika (Menkominfo), Prof Dr Mohammad Nuh mengatakan, kendala utama dalam pengembangan TI di Indonesia adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran.
Kesadaran harus ditumbuhkan bukan pada orang tua saja, namun bagi pemuda yang memiliki masa depan. Karena pemuda adalah kata kunci pengembangan TI ke depan. Setelah kesadaran, faktor berikutnya yakni prioritas utama dalam pengembangan TI.”permasalahan TI begitu luas, karena itu butuh prioritas utama dan tidak mungkin mengambil semua bidang. Perlu ada fokus di bidang mana yang harus dikembangkan,” tuturnya.

Untuk memilih fokus, ada dua faktor penting yang perlu diingat, yakni sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan menguasai serta adanya peluang di mana kita memilih (opertunity) (www.jatim.go.id)

Umat Islam sangat perlu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya teknologi informasi tanpa mengenyampingkan al-Quran dan al-Sunah, karena kedua hal itu menjadi tolok ukur dalam kehidupan. Kepentingan ini tidak lain hanyalah untuk meninggikan kalimah Allah Swt, karena -suka tidak suka- jeleknya citra umat Islam saat ini disebabkan kesalahan informasi dan penyalah gunaan teknologi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebut misalnya, tragedi WTC yang menyebabkan umat Islam Amerika di isolir dan mengecap Islam sebagai teroris dunia, walaupun penjajahan atas negeri Palestina tidak dianggap teroris yang jelas-jelas melanggar HAM, dan Denmark kembali mempublikasikan karikatur Nabi Saw ke seluruh dunia, tetapi karena kelambanan informasi yang diterima umat Islam sehingga aksi yang digelar pun hanya dilakukan oleh beberapa pihak yang mengetahui.

Di sisi lain, harian Republika, Minggu, 09 Maret 2008 mengabarkan bahwa, hasil riset 67 peneliti dari 18 perguruan tinggi di Indonesia menemukan fakta “membludaknya” adegan-adegan seks dalam sinetron-sinetron remaja. Menurut mereka, adegan ‘hubungan seks’ (57 persen), walau tidak secara langsung memperlihatkan hubungan seks, namun shot pembukaannya sudah cukup mengasosiasikan bahwa hubungan itu (akan) terjadi, kemudian ciuman (18 persen), pemerkosaan (12 persen), dan kata-kata cabul (10 persen). Ditemukan pula adegan telanjang (2 persen) dan seks menyimpang (1 persen). Hal ini juga menjadi kewajiban bagi umat Islam utuk mencegahnya. firman Allah Swt, “kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah Swt” (Ali Imran [3] 110) dan pencegahan -dalam hal ini penyimpangan teknologi dan informasi- hanya dapat dilakukan oleh mereka yang paham mengenai teknologi informasi.

C. Teknologi Informasi Sebagai Sarana Dakwah
Pertentangan antara yang hak dan yang batil telah lama berlangsung dan akan tetap ada selama manusia itu hidup di muka bumi ini. Kehadiran Islam merupakan aset yang besar bagi manusia, dengan diutusnya Nabi Muhammad Saw sebagai pengemban risalah suci. Firman Allah Swt, ” dan tidaklah kami mengutus kamu (Muhammad Saw) kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam”
Dakwah merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mukalaf, oleh karena dakwahlah, Islam masih tetap eksis hingga saat ini. “maka jika mereka membantah engkau (Muhammad Saw), katakanlah, “aku telah menyerahkan diriku kepada Allah Swt dan (demikian juga) orang-orang yang mengikutiku:, dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi alkitab dan orang-orang yang ummi (buta aksara), “sudahkah kamu masuk Islam?” jika mereka telah masuk Islam, niscaya mereka mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah Swt). Dan Allah Swt maha melihat akan hamba-hamba-nya.(Ali Imran: [3] 20).

Tidak disangkal lagi bahwasannya sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan dalam kehidupan manusia nantinya, dalam artian siapa saja yang menguasai teknologi ini, akan ada kemungkinan baginya untuk menguasai dunia. Maka, sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban dalam mengemban dakwah untuk menguasai sarana teknologi informasi ini, sebagaimana dalil qâidah ushûliyah “sesuatu yang menyempurnakan kewajiban maka hal tersebut menjadi wajib”. Dengan demikian maka umat Islam akan banyak berperan dalam berbagai bidang diantaranya :

1. Bidang pendidikan (e-educations)
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvesional ke arah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995) sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek “flexible learning”. Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “pendidikan tanpa sekolah” (deschooling socieiy) yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan.
Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan berkolaborasi (Mason R, 1994) Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi. Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat “saat itu juga (just on time)”. Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner.
Dari berbagai pandangan para cendekiawan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompertitif.
Dengan berkembangnya teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara pelajar dengan pengajar, melihat nilai secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan pengajar dan sebagainya, semuanya itu dapat dilakukan secara langsung.
Faktor utama dalam distance learning yang merupakan masalah masisir (mahasiswa mesir) adalah tidak “seringnya” interaksi antara mahasiswa dan dosennya. Kendati demikian, dengan adanya media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan ineraksi antara dosen dan mahasiswa baik bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Misalnya dalam bentuk real time dapat dilakukan dalam suatu chatroom interaksi langsung dengan real audio atau real video dan online meeting. Sedangkan yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup ataupun bulletin board. Cara-cara tersebut membuat interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Materi-materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dapat diupload ke dalam web sehingga dapat didownload oleh mahasiswa. Demikian juga dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Urusan administrasi juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses regestrasi saja, terlebih didukung dengan metode pembayaran online.
Dinegara-negara maju seperti Amerika, Australia dan Eropa menjadikan pendidikan jarak jauh sebagai alternatif yang cukup digemari, metode pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan), yang sebelumnya pertukaran materi dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video. Saat ini hampir seluruh program distance learning dapat juga diakses melalui internet. Studi yang dilakukan Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning, yang menyatakan bahwa computer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% biaya lebih murah. Bank dunia (world bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan peogram Global Distance Learning network (GDLN) yang memiliki mintra sebanyak 80 negara di dunia. Dengan GDLN ini maka world bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi 150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah.
Dalam era global, penawaran beasiswa muncul di internet. Bagi sebagian besar mahasiswa di dunia, uang kuliah untuk memperoleh pendidikan yang terbaik umumnya masih dirasakan mahal. Sangat disayangkan apabila ada mahasiswa yang pandai di kelasnya tidak dapat meneruskan sekolah hanya karena tidak mampu membayar uang kuliah. Informasi beasiswa merupakan kunci keberhasilan dapat menolong mahasiswa yang berpotensi tersebut.

2. Dalam bidang pemerintahan (e-government)
Penerapan e-goverment sangatlah penting, hal ini mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti penggunaan intranet dan internet, yang berguna untuk menghubungkan keperluan-keperluan penduduk, bisnis dan kegiatan lainnya. Bisa berbentuk proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web (www). Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara permerintah dan pihak-pihak lain. Penggunan teknologi informasi ini kemudian melahirkan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government).

Beberapa manfaat dari e-government adalah:(1) pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan. (2) peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak. (3) pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh.
Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya. (4) pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi antar orang di kota dengan orang di luar negeri dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Bagi seseorang yang padat dengan aktifitasnya, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara orang dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus melangkah ke pusat kota hanya untuk pertemuan yang berlangsung satu atau dua jam saja.

3. Bidang keuangan dan perbankan
Sistem transaksi pembayaran di indonesia terutama di kota-kota besar tidak lagi menggunakan uang tunai, melainkan telah memanfaatkan perbankan modern. Layanan perbankan modern yang belum merata ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga terpusat di kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya kedaerah-daerah.
Keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti memerlukan sistem informasi yang tangguh dan dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada sistem informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uangnya dimanapun berada selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain, hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dijalankan.

Ketiga bidang diatas hanyalah beberapa contoh dari keunggulan teknologi informasi, yang faktanya adalah hal itu telah melahirkan suatu sistem yang baru dalam pola hidup manusia, terlebih lagi bagi umat Islam -mau tidak mau- harus mampu memanfaatkan teknologi ini dalam menyebar luaskan dakwah kemanapun, kapanpun dan dimanapun. Sehingga bermunculan nantinya sistem pendidikan Islam online, sistem ekonomi syariah online dan lain sebagainya.

D. Sinergitas Sesama Muslim
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah Swt sesungguhnya Allah Swt maha berat siksa-Nya” Demikianlah 14 abad yang lalu Allah Swt mensiyalir akan urgennya senergi sesama muslim, terlebih pada era globalisasi saat ini.
Era teknologi informasi berimplikasi pada cepatnya transformasi dalam berbagai bidang, baik itu madzhab, aliran ataupun pemikiran. Sehingga memungkinkan pemahaman-pemahaman yang salah tentang Islam dapat memecah belah umat. Perpecahan tersebut berdampak pada runtuhnya kebudayaan Islam, mudahnya umat Yahudi dan Nasrani dalam memerangai dakwah Islamiyah, Yahudi -dengan bantuan negara-negara kafir- menjajah tanah suci (Palestina) dan mendirikan sebuah negara baru di dalamnya pada tahun 1948 M hingga saat ini.

Sudah saatnya ummat Islam kembali bersatu dan mengenyampingkan semua kepentingan-kepentingan madzhab, golongan ataupun aliran guna menghidupkan kembali masyarakat madani seperti zaman keemasan Islam dahulu. Terbukti dengan bersinerginya ummat Islam dapat menggetarkan dunia, sebut misalnya Denmark, ketika muncul fatwa mengenai boikot produk-produknya -akibat ulah tangan para penghina Nabi ummat ini- mengalami kerugian yang tidak terkira, muslimah Turki akhirnya diperbolehkan menggenakan jilbab dalam perkuliahan maupun perkantoran dan lain sebagainya.

E. Sinergitas Dalam Meraih Izzul Islam Wa Muslim.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah Swt. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan merka adalah orang-orang yang fasik.” (Ali Imran [3] 110)

Sebelumya kita telah membicarakan sinergitas ummat pada era teknologi informasi, mari kita melangkah kepada tujuan dari sinergi itu sendiri, yakni meraih ‘izzul Islam wal muslim(kemuliaan Islam dan kaum muslimin). Karena suatu aktivitas tanpa tujuan hanyalah kebodohan, maka, demi meraih kemuliaan tersebut sebagai tujuan diperlukan kesadaran umat untuk bersinergi. Bukankah dengan kemulian Islam berdampak positif bagi kemajuan umat, seperti abad-abad pertama Hijriyah, ketika Rasulullah Saw membawa risalah suci dengan tujuan yang mulia akhrinya terbentuk masyarakat madani di Yatsrib (Madinah Munawwarah), Khalifah Ar-Rasyidun, dengan tujuan yang mulia mampu mengadakan futuhat-futuhat (pembebasan) diberbagai belahan dunia, Shalahuddi al-Ayyubi dengan tujuan yang mulia akhirnya dapat membebaskan al-Quds dengan perdamaian dan lain sebagainya.

Sinergitas dalam meraih kemuliaan Islam dan muslimin sangatlah diperlukan guna mempermudah jalan dakwah terlebih di era teknologi dan informasi yang mana arus perubahan begitu radikal, sehingga sarana-sarana yang ada haruslah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, maka dari itu, umat Islam harus mampu menguasai teknologi informasi dan menfokuskannya pada salah satu bidang agar efektif, yang seterusnya -bersama-sama dengan muslimin yang lain- mendakwahkan Islam melalui sarana yang dikuasainya dan kesemuanya itu tidak lain hanyalah untuk izzul Islam wal muslimin.

PENUTUP

Ada sekian banyak potensi yang bisa dikembangkan dalam dunia TI dalam rangka mengembangkan pendidikan Islam. Contoh yang paling mudah adalah internet dan CD interaktif.

Dengan keduanya, kita bisa membangun kampus dan sekolah digital. Di dalamnya tersedia semua materi pengajaran Islam. Mulai dari pelajaran bahasa arab, praktek ibadah, ilmu syariah, ilmu Al-Quran, ilmu hadits, sejarah, informasi perkembangan dunia Islam dan seterusnya.

Bahkan dengan kemajuan multi media hari ini, pengajaran ilmu-ilmu keislaman bisa disampaikan dengan audio visual. Sehingga untuk belajar gerakan sholat, wudhu, tayammum, manasik haji, kita bisa membuat simulasi 3D seperti yang kita lihat pada playstation dan game. Tentu akan jauh lebih jelas dan mudah dicerna para pengguna. Apalagi bila dikemas dalam bentuk games, maka akan menjadi edutainmen yang menarik sekaligus bisa sambil dakwah.

Dan pada prinsipnya, membuat semua itu tidak terlalu sulit. Sebab ada sekian banyak software yang bisa digunakan untuk membuatnya. Juga ada sekian banyak potensi tenaga ahli TI dari umat Islam yang belum mendapat lahan untuk beramal.

Yang kurang adalah kesadaran para ahli TI muslim itu sendiri yang hingga kini masih berpikir sekedar mencari uang dari TI. Sedangkan bagaimana berdakwah dan beramal jariah dengan potensi yang mereka miliki, masih jarang sekali yang mau melakukannya. Padahal tidak perlu dipungkiri bahwa potensi tenaga TI dalam tubuh ummat Islam itu sangat banyak, mulai dari yang pemula sampai kelas dunia.

Bila mereka itu bisa duduk bersama dengan para ustaz dan ulama, hasilnya adalah serbuan produk program TI yang berdimensi dakwah dan pengajaran Islam. Bahkan bila para aghniya’ (orang mampu) juga diajak duduk bersama, maka semua CD interaktif itu bisa dibagikan gratis di pinggir jalan.

Padahal satu CD yang harga penggandaannya tidak lebih dari 3000-an perak itu bisa memuat seluruh kurikulum modul perkuliahan sebuah Universitas Islam.

Misalnya, jika kita punya paket CD program kitab klasik berbahasa arab. Masing-masing CD itu ada yang berisi 1000 jilid kitab, 700 kitab dan lainnya. Artinya cukup dengan membawa sebuah tas kecil yang berisi 30-an CD program itu, kita seolah sudah membawa beberapa universitas Islam plus perpustakaan digital. Sayangnya, semua itu masih berbahasa arab dan masih utuh sebagaimana kitab aslinya. Belum lagi dikemas dalam bahasa indonesia dengan program interaktifnya.

Tapi lepas dari semua itu, sebenarya TI adalah potensi yang luas biasa. Modalnya hanya sebuah komputer second dengan harga 1,5 jutaan, seorang muslim sudah bisa belajar sendiri tanpa guru di depan layar monitor. Dia bisa mengaduk-aduk isi CD program itu dan jadi pinter dengan sendirinya.

Referensi
1. Al-Quran
2. Banu Israil fil Quran wa sunah, lifadhilatil Imam Akbar Dr. Sayyid Thanthawi syaikh al-
Azhar dar Syuruq Kairo
3. Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia, Wawan Wardiana
4. Situs Resmi Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia
5. http://www.republika.co.id
6. Situs Resmi Badan Penelitian dan Pengembangan SDM – Depkominfo RI
7. http://www.al-islam.com/ind
8.http://youngmuslimsindo.multiply.com/journal/item/16
9. http://www.itb.ac.id/news/191

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Juni 27, 2011 in Informasi

 

Tag:

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.