Bismillahirahmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dengan memohon Ridho dan Rahmat Allah swt, Kami bermaksud menyelenggarakan resepsi pernikahan kami

Budi Setiawan, S.Si

dengan

Asri Vana Arimbi, M.Pd

yang insya Allah akan dilaksanakan pada :
Hari : Ahad, 25 Oktober 2009
pukul : 11.00 – 14.00 WIB
Tempat : Aula Serba Guna Masjid Baitushshidqi (Jakarta Islamic School PKP)
Jl. Raya PKP Kelapa Dua Wetan
Ciracas, Jakarta Timur

Merupakan kehormatan dan kebahagian bagi Kami, teman – teman berkenan hadir untuk memberikan doa restu kepada Kami berdoa.

Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan Jazakumullah khairan katsira.

Akad Nikah Insya Allah akan dilaksanakan pada :
Jumat, 16 Oktober 2009
pukul, 07.00 WIB
di Simbang Wetan Gg 4 No. 704
Buaran – Pekalongan, Jawa Tengah

Terima kasih atas perhatiannya

Wassalamu’alaikum wr wb
yang ingin berbahagia

Budi & Asri

title : 12 Praktek Keamanan Terbaik Bagi Pengguna PC
summary : Apa yang bisa dilakukan pengguna PC untuk menjamin keamanannya saat menggunakan internet? Simak 12 tips berikut ini. (read more)

title : Pemenang Blog Award Minggu Pertama Agustus 2009
summary : Tim Internet Sehat telah memilih tiga pemenang untuk kategori mingguan Internet Sehat Blog Award 2009. Andakah yang menang? Simak di detikINET. (read more)

1. DATA

Sampel X Y X2 Y2 XY x x2 y y2 xy
1 20 16 400 256 320 6 36 6 36 36
2 20 12 400 144 240 6 36 2 4 12
3 12 10 144 100 120 -2 4 0 0 0
4 12 8 144 64 96 -2 4 -2 4 4
5 6 4 36 16 24 -8 64 -6 36 48
S 70 50 1124 580 800 0 144 0 80 100
Rata-rata 14 10

2. Model Regresi Y = a + b.X
b = Sxy/Sx2
~= 0.694444444
a = Y - b X
10 - 9.722222222
0.277777778

Y = 0,28 + 0,69 X

3. Jumlah Kuadrat
a. Total JK(T) = SY2 ~= 580
b. Regresi a: JK (a) = (SY)2/n
~= 502/5
~= 500
c. Reduksi : JK (R) = JK(T) – JK(a) = 80
d. Regresi b: JK (b)=b.Sxy = 69.44444444
e. Sisa : JK (s) = JK (R) – JK (b) = 10.55555556
f. Galat JK (G) = S{Sy2k) = (162+122) – (16+12)2/2 + (102 + 82) -(10 + 8)2/2 + 0
10
g. Tuna Cocok JK (TC) = JK (S) – JK (G) = 0.555555556

4. Tabel ANAVA
Sub. Varian db JK RJK Fh Ft
Total 5 580
Reg.a 1 500 500
Reg.b 1 69.44444444 69.44444444 19.73684211 …10,3…
sisa 3 10.55555556 3.518518519
Tuna Cocok 1 0.555555556 0.555555556 0.111111111 …18,51..
galat 2 10 5

5. Uji signifikansi regresi
a. Ho b = 0
Hi b ¹ 0
Karena Fh (19.737) > Ft (10.3) , maka Ho ditolak
artinya ada hubungan berbentuk regresi secara signifikan
b. Ho Y = a + b X
Hi Y ¹ a + b X
Karena Fh (0,111) < Ft (18,51), maka Ho diterima
Artinya hubungan antara X dan Y berbentuk regresi linier sederhana

Membangun Digital Library
Preservasi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual

Kosasih Iskandarsjah
Direktur, PT Esolusi Pirantikita Esa

Dibawakan pada tanggal 27 Maret 2008 di
P4TK – BMTI, Jl. Pesantren Km. 2, Cibabat, Cimahi, Jawa Barat

Memahami Digital Library

Banyak pihak yang mencampuradukkan istilah digital library, virtual library dan library automation. Pertama kali kita keluarkan dulu library automation sebagai sesuatu yang sama sekali lain.

Library automation (otomatisasi perpustakaan) adalah suatu system yang menggunakan teknologi informasi untuk mengelola suatu perpustakaan, termasuk pendaftaran anggota, peminjaman buku dan pengembaliannya (disini termasuk teknologi RFID, barcode scanner, dan lain-lain), serta analisa profil pemakaian perpustakaan oleh anggotanya. Sistem otomatisasi perpustakaan dapat saja mempunyai komponen perpustakaan digital, namun koleksi utama perpustakaan itu biasanya sebagian besar merupakan koleksi cetakan atau koleksi audio dan video dalam bentuk fisik (pita kaset, CD, DVD).

Digital library (perpustakaan digital) menandakan bahwa semua koleksinya berbentuk digital dan sama sekali tidak ada koleksi cetakannya. Digital library dapat merupakan bagian dari perpustakaan secara umum atau berdiri sendiri. Digital library mungkin dapat diakses melalui Internet (menjadi virtual library) atau hanya tersedia di jaringan local (tetap merupakan real library).

Virtual library dikonotasikan sebagai digital library, namun pada dasarnya tidak harus hanya berupa koleksi digital. Virtual library adalah konsep yang dipandang dari sisi pengakses informasi yang disini informasi diperoleh dari perpustakaan yang seolah-olah ada dalam satu tempat (padahal tidak). Internet pada dasarnya adalah suatu virtual library yang sangat besar dan suatu virtual library pada dasarnya harus dapat diakses dari jarak jauh (dan kini hal ini berarti menggunakan Internet).

Selain tiga definisi besar di atas, terdapat lagi beberapa komponen yang merupakan atau dikelirukan dengan digital library, di antaranya adalah: open archive, online catalogue, atau bahkan sekedar portal.

Penulis sempat melakukan penelitian sumir terhadap beberapa perpustakaan yang dapat diakses melalui internet dan hasilnya dapat dilihat di Tabel 1. Terlihat bahwa uniuversitas-universitas negeri yang utama sebagian besar menggunakan Ganesha Digital Library yang dikembangkan di Perpustakaan ITB yang merupakan digital library yang sekaligus library automation dan juga online catalogue.

Tabel 1. ‘Digital Library’ dari Berbagai Universitas

Universitas Sistem yang Digunakan Klasifikasi

ITB Central Library Ganesha Digital Library digital library
Univ. Muhammadiyah Solo Ganesha Digital Library digital library
Airlangga University Ganesha Digital Library digital library
Univ. Gunadarma, Jakarta Ganesha Digital Library digital library
Univ. Komputer Indonesia, Bandung Ganesha Digital Library digital library
UI Central Library Ganesha Digital Library digital library
Univ. Ahmad Dahlan Ganesha Digital Library digital library
Univ. Sumatra Utara Ganesha Digital Library digital library
STMIK & AMIK Logika Ganesha Digital Library digital library
UMS Digital Library GNU ePrints open archive
Fasilkom UI WordPress + PKP Open Archive Harvester open archive
Perpustakaan UPI WordPress + PKP Open Archive Harvester open archive
Univ. Andalas Digilib + OPAC open archive
ITS PKP Open Archive Harvester open archive
Univ. Gajah Mada Portal i-Library Yogyakarta library automation
Univ. Sanata Darma NCI Bookman library automation
Univ. Kristen Petra + 12 others Incuvl portal to internet resources library automation
Bina Nusantara ASP online catalog
Brawijaya University ASP + Arcsin CSS template online catalog
Univ. Negeri Yogyakarta PHP online catalog
Univ. Muhammadiyah Yogya PHP online catalog
ISTA Akprind online catalog
STIE Malangkucekwara online catalog
Univ. Mulawarman PHP online catalog
Unisba HTML online catalog
Univ. Diponegoro Mambo online catalog
Univ. Dian Nuswantoro PHP online catalog
Univ. Widya Mandala PHP online catalog
FE Unpad ASP online catalog
Jar. Perpus. L. Hidup PHP Portal (Mambo or Joomla) online catalog
Universitas Jambi Joomla online catalog
UIN Syarif Hidayatulah PHP portal online catalog
Universitas Surabaya Mambo online catalog
Universitas Lampung Coppermind Photo Gallery Portal

Perpustakaan digital penuh
Sudah mendekati perpustakaan digital
Pada dasarnya bukan perpustakaan digital, tetapi pada library automation mungkin terdapat komponen digital library
Salah satu tanda digital library yang sesungguhnya adalah selain kontennya berbentuk digital, juga klasifikasinya menggunakan sistem digital. Disini umumnya digunakan MARC – Machine-Readable Cataloging) yang kompleks atau Dublin Core yang minimalis. Dengan demikian beberapa perpustakaan yang mendigitasi koleksinya (umumnya terbatas pada disertasi, tesis dan skripsi) sudah dapat dikatakan mendekati karakter suatu perpustakaan digital. Konsep open archive diikuti oleh perpustakaan jenis ini, yang memungkinkan informasi koleksinya dikumpulkan oleh mesin pencari khusus: open archive harvester.

Banyak perpustakaan universitas yang menyediakan catalog online dan universitas-universitas ini berbagi koleksinya dengan universitas-universitas lain. Inisiatif ini pada dasarnya bukanlah perpustakaan digital sebab kontennya sama sekali bukan digital, hanya katalognya yang digital. Bahkan ada yang hanya menggunakan portal koleksi foto dan menyebutnya sebagai perpustakaan digital (dan tentunya sama sekali bukan).

Dunia Perpustakaan Digital

Konsep perpustakaan digital sudah dibayangkan orang sejak tahun 1932 yang dapat dilihat di situs YouTube sebagai berikut:
http://www.youtube.com/watch?v=qwRN5m64I7Y&eurl=http://eoinpurcellsblog.com/2007/08/19/information-the-long-now/

Internet sebagai yang kita kenal sekarang sudah merupakan suatu digital virtual library (perpustakaan digital maya). Disebut maya sebab dengan hanya memiliki computer dan akses internet maka seolah-olah kita mempunyai koleksi informasi apa saja. Disebut digital sebab konten dari Internet berbentuk berkas digital. Berkas digital disini tidak harus hanya berupa teks, melainkan juga audio atau video (multimedia).

Yang masih kurang dari Internet adalah klasifikasi konten, jadi selain di Internet terdapat banyak perpustakaan maya, setiap orang atau lembaga juga dapat memanfaatkan Internet untuk membentuk perpustakaan mayanya sendiri, baik dengan menggunakan bahan-bahan yang sudah tersedia di Internet maupun menggunakan bahan-bahannya sendiri yang selama ini tersembunyi di gudang-gudang arsip.

Dengan memanfaatkan karakter-karakternya, Perpustakaan Digital dapat dibentuk dengan berbagai tujuan. Berikut ini beberapa contoh di antaranya:

Mendukung Pengembangan Kemanusiaan

Kataayi adalah organisasi kerakyatan di desa kecil Kakunyu di pedalaman Uganda. Dalam beberapa tahun terakhir mereka mencontohkan pembuatan tangki penampungan air hujan dari ferosemen, memanfaatkan energi yang terperbaharui seperti energi matahari, angina dan biogas serta membangun berbagai industri local diantaranya pembuatan genteng dari tanah liat.

Namun walaupun sumber daya manusia berlimpah, informasi sangat terbatas. Perpustakaan terdekat terdapat di Masaka, kota kecamatan yang jaraknya 20 km dari Kakunyu yang harus dilalui dengan melewati jalan yang jauh dari mulus. Bahkan di Masaka sendiri tidak terdapat e-mail ataupun akses Internet.

Karena mempunyai keyakinan akan pentingnya informasi, mereka menyediakan computer dan peralatan pembangkit listrik tenaga matahari. Menyediakan akses e-mail melalui telepon seluler dan mengadakan program pelatihan computer. Selanjutnya mereka membangun perpustakaan digital koleksinya didapat dari The Humanity Development Library (suatu lembaga PBB) dalam bentuk CD ROM dari 1200 buku yang sesuai yang berasal dari berbagai organisasi nirlaba.

Apabila 1200 itu harus disediakan dalam bentuk cetakan maka beratnya sekitar 340 kg, senilai US$20.000 dan memerlukan tempat khusus untuk penyimpanannya. Namun kini dengan perpustakaan digital semuanya dapat disediakan dalam bentuk CD ROM.

Menerbitkan Karya Ilmiah Mutakhir

Penelitian ilmiah berlangsung di mana-mana dan setelah melalui proses penelaahan oleh mitra bestari perlu diterbitan secepat mungkin agar hasilnya dapat segera disebarluaskan dan mempercepat proses peningkatan pengetahuan kemanusiaan.

Kini, selain tetap menjaga integritas, karya-karya ilmiah dapat diterbitkan secara online dalam waktu singkat. Para peneliti dapat menempatkan dalam server milik universitasnya sebelum diterbitkan secara resmi baik oleh penerbit open access maupun penerbit komersdial. Bahkan penerbit-penerbit komersial besar seperti Elsevier kini mengizinkan penulis memuat karyanya (setelah disunting tetapi belum di-layout) untuk dimuat di server milik kampus (university repository).

Hal ini dimanfaatkan oleh mesin pencari seperti Google Scholar yang mengindeks semua karya ini agar dapat diperoleh oleh para peneliti lain. Untuk membuat karya-karya ini lebih cepat dan mudah didapati oleh para peneliti lain, berbagai inisiatif sudah terdapat, diantaranya Open Archive Initiative, CrossRef – Digital Object Identifier (DOI), serta berbagai format A&I (Abstracting & Indexing).

Pelestarian Budaya Tradisional

Budaya-budaya tradisional (bahasa, musik, tari-tarian, motif tekstil) semakin banyak tidak dikenali lagi. Para penjaga budaya pada saatnya akan meninggal dan apabila tidak ada penerusnya maka tidak akan ada lagi budaya tersebut.

Setiap perpustakaan setempat merupakan lembaga yang paling mungkin untuk melestarikan budaya setempat dan inilah yang dilakukan oleh Universitas Kristen Petra di Surabaya. Tanpa menyediakan anggaran khusus, Perpustakaan Kristen Petra menyiapkan Desa Informasi, yang selain memuat versi digital dari koleksi skripsi, tesis dan disertasi milik universitas ini, juga memelihara koleksi foto Surabaya Memory (http://www.petra.ac.id/desa-informasi/)

Eksplorasi Musik Populer (Juga Video dan Multimedia Lain)

Musik menandai suatu zaman, suatu generasi dan juga identitas kelompok. Musik berevolusi dari waktu ke waktu dan semua ini dapat disimpan dalam format digital dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukannya. Inilah bentuk lain dari perpustakaan digital.

Masalah hak cipta dapat diatasi dengan tetap membiarkan berkas digital dari musik atau video tersebut tetap terletak pada server aslinya. Yang dibangun oleh perpustakaan digital disini hanyalah metode aksesnya. Ini sudah dilakukan oleh www.edu2000.org yang membentuk catalog dari berbagai video pendidikan yang diperoleh dari berbagai situs video sharing tanpa memindahkan file tersebut dari server aslinya.

Infrastruktur Teknologi untuk Digital Library

Kita akan membatasi pembahasan pada berbagai teknologi yang bersifat tersedia untuk umum dan bukan yang bersifat komersial, sehingga setiap orang atau setiap lembaga yang berminat mengembangkan perpustakaan digital dapat segera mewujudkan cita-citanya tanpa harus terhambat oleh biaya lisensi atau ketidaktersediaan suatu produk komersial.

Yang pertama kali diperlukan adalah computer yang kiranya sudah bukan masalah lagi di banyak tempat, apalagi di suatu lembaga pendidikan atau pelatihan. Komputer ini dapat tersedia dalam bentuk jaringan local dan lebih baik lagi apabila terhubung ke Internet dengan koneksi broadband. Tergantung pada tujuannya, mungkin diperlukan pengganda CD atau pengganda DVD yang kini juga sudah bukan masalah besar.

Yang lebih penting adalah software yang digunakan. Ada dua software yang dianjurkan mengingat keduanya sudah mengikuti kaidah klasifikasi konten digital yaitu Dublin Core, yang jauh lebih sederhana dibandingkan MARC. Klasifikasi sederhana Dublin Core dibandingkan MARC ini dikarenakan bahwa pada konten digital informasi berubah dengan cepat dan klasifikasi harus dapat secara fleksibel mengikuti perkembangan ilmu dan bukannya klasifikasi kaku untuk jangka panjang.

Untuk koleksi buku, skripsi, disertasi, tesis, manual, berkala popular dan jenis-jenis konten berbentuk teks lainnya (yang dimaksud teks disini dapat berupa PDF, word processor, ataupun HTML) dianjurkan menggunakan Greenstone Digital Library yang dapat di-download di sini:
http://www.greenstone.org/

Untuk koleksi berkala ilmiah yang memerlukan fasilitas untuk sitasi dan memperhatikan konsep preservasi dan inseminasi ilmu pengetahuan, dianjurkan menggunakan Open Journal System (OJS) yang dapat di-download di sini:
http://pkp.sfu.ca

Untuk koleksi audio, video dan multimedia, tergantung pada tujuannya dapat digunakan juga Greenstone Digital Library atau software-software CMS (Content Management System) yang kini sudah sangat popular, diantaranya Mambo dan Joomla! Penulis sendiri lebih cenderung merekomendasikan Joomla! Yang dapat di-download di sini:
http://www.joomla.org/

Menyusun Konsep Perpustakaan Digital

Membangun suatu perpustakaan digital adalah suatu usaha besar yang memerlukan perencanaan yang seksama. Kita harus sadar bahwa menyebarluaskan setiap jenis informasi berimplikasi pertanggungjawaban tertentu. Yang pertama adalah hak cipta: bahwa anda memiliki suatu dokumen bukan berarti anda dapat memberikannya pada orang lain. Yang kedua adalah masalah sosial: suatu dokumen harus menghargai kebiasaan dan komunitas tempat diproduksinya dokumen itu. Teralkhir adalah masalah etis: ada hal-hal yang memang tidak layak disajikan pada orang lain.

Sumber Koleksi

Pertanyaan mendasar mengenai sifat suatu perpustakaan digital yang hendak anda ciptakan adalah: apa tujuannya, apa prinsip dalam menyertakan suatu dokumen dalam koleksi, dan apa yang membedakan satu dokumen dari yang lain.

Berikutnya adalah tiga scenario mengenai sumber koleksi untuk perpustakaan digital anda:
• Perpustakaan yang ada hendak dikonversi ke bentuk digital
• Mempunyai akses ke suatu kumpulan bahan yang hendak disajikan dalam bentuk digital
• Menyediakan suatu portal yang terorganisasi terhadap keperluan tertentu dari bahan-bahan yang sudah terdapat di Internet

Organisasi Bibliografis

Ada tiga tujuan system bibliografi: finding, collocation, dan choice. Tujuan pertama, finding, adalah untuk memungkinkan seseorang mendapatkan sebuah buku (atau artikel atau lainnya) berdasarkan penulis, judul, atau subyeknya. Ini mecakup mendapatkan informasi dalam database, mengkonfirmasi identitasnya, dan mungkin mengetahui dimana dapat diperoleh dana apakah sudah tersedia.

Tujuan kedua, collocation, adalah untuk menunjukkan apa yang dipunyai oleh perpustakaan sehubungan dengan karya oleh penulis yang sama, subyek yang sama, atau jenis kepustakaan yang sama. ‘Collocation’ bermakna menempatkan bersama-sama dalam urutan yang seharusnya dan ini dapat mencakup beberapa bidang informasi yang berlainan.

Tujuan ketiga, choice, dimaksudkan untuk membantu memilih buku (atau artikel atau lainnya) secara bibliografis atau menurut topiknya.

Modus Akses

Tujuan perpustakaan adalah memberikan akses pada public dan perpustakaan digital mempunyai potensi luar biasa dalam memperluas akses. Dengan perpustakaan digital kita tidak harus dating ke perpustakaan, melainkan perpustakaan yang datang ke kita.

Apabila perpustakaan digital disediakan melalui Internet maka harus dibedakan mana dokumen yang dapat diakses oleh umum dan yang mana yang memerlukan otentikasi.

Digitasi Dokumen

Apabila suatu dokumen masih mempunyai berkas aslinya (Microsoft Word ataupun PDF) maka dokumen itu pada dasarnya sudah dalam bentuk digital. Tidak demikian halnya dengan koleksi dokumen lama ataupun naskah yang berkas aslinya sudah tidak diketahui ada dimana.

Digitasi dokumen memerlukan scanner dengan OCR (Optical Character Recoqnition). Apabila dokumen itu begitu tua dan huruf-huruf serta layoutnya tidak terlalu beraturan, mungkin cukup di-scan menjadi berkas digital saja dan informasi tentang dokumen ini cukup disediakan lewat metadata tentang dokiumen itu.

Presentasi Perpustakaan Digital

Presentasi suatu perpustakaan digital dimulai dengan software yang dipilih. Baik software Greenstone Digital Library, Open Journal System ataupun Content Management System mempunyai tampilan standarnya masing-masing. Tampilan ini dapat diubah dengan sedikit mengubah kodenya. Pada OJS atau Joomla yang dibuat dengan menggunakan PHP, pengubahan tampilan relatif mudah dilakukan. Greenstone Digital Library (menggunakan C++ dan di-compile menjadi berbagai macam macro) juga dapat diubah tampilannya walaupun tidak sefleksibel software yang dibuat dengan PHP.

Presentasi Dokumen

Dokumen dalam perpustakaan digital mungkin terstruktur secara hirarkis atau sama sekali tidak terstruktur. Dokumen yang terstruktur mungkin sudah dalam format HTML atau XML sedangkan yang tidak terstruktur mungkin berasal dari dokumen-dokumen lama. Proyek Gutenberg yang dicanangkan tahun 1971 mempunyai tujuan ambisius menyediakan satu triliun kesusatraan dalam bentuk berkas elektronik pada tahun 2001. Proyek ini akhirnya baru dimulai tahun 1991 dan tujuannya dikurangi menjadi 10.000 berkas elektronik dalam waktu 10 tahun.

Gambar dan Teks

Suatu halaman mungkin berisi teks dan gambar. Paling baik apabila teks dapat diakses sebagai teks (misalnya HTML) dan gambar sebagai berkas grafik dengan penampilan masih serupa dengan tampilan cetakan aslinya.

Koleksi digital Majalah Neotek (www.neotek.co.id) kini masih hanya dapat diperoleh dalam format PDF, namun sekarang sedang berlangsung upaya oleh bekas redaktur pelaksana Neotek, Rody M. Candera untuk menmpilkan majalah Neotek dalamn format HTML dengan latar belakang grafik halaman Neotek secara keseluruhan (mencakup grafik pada artikel serta frame halamannya).

Foto, Audio, Video, Musik, dan Bahasa Asing.

Kini menempatkan (embed) berkas audio, video, dan musik (berkas MIDI) sudah semudah foto biasa saja. Bahasa asing dengan karakter khusus (Cina, Jepang, Korea, Arab) juga sudah dengan mudah dapat ditampilkan pada browser yang mendukung Unicode.

Presentasi Metadata

Metadata atau ‘data tentang data’ pada koleksi digital, seperti telah disebut sebelumnya, menggunakan Dublin Core atau MARC. Selain itu untuk naskah-naskah matematik mungkin diperlukan standard metadata menurut BibTeX (untuk search notasi matematik) ataupun Refer (dasar dari software bibliografik yang populer, EndNote).

Searching dan Browing

Search dan browsing amat dibantu dengan adanya metadata yang baik. Mutu suatu perpustakaan digital amat tergantung pada kemudahan search dan browsing dan itu tergantung pada sejauh mana pengurus perpustakaan digital menaruh perhatian terhadap metadata koleksinya.

Contoh Koleksi Perpustakaan Digital (Demo)

Tiga jenis perpustakaan digital yang menggunakan tiga jenis software yang telah dibahas sebelumnya akan dibahas:

Greenstone Demo
Contoh koleksi berkas elektronik tersetruktur (HTML).
Menggunakan Greenstone Digital Library.

Hayati
Contoh koleksi berkas elektronik tidak terstruktur (PDF).
Menggunakan Greenstone Digital Library.

Berkala Penelitian Hayati
Contoh koleksi artikel-artikel jurnal dengan berkas elektronik tidak terstruktur (PDF).
Menggunakan Open Journal System.

Edu2000.org
Contoh koleksi maya dari video clip yang terdapat di Internet.
Menggunakan Joomla! CMS.

Apa yang Paling Tepat untuk TEDC?

Apabila TEDC berminat membangun perpustakaan digital, maka kembali harus mendalami bagian Menyusun Konsep Perpustakaan Digital.

Mulai dengan Ideologi, yaitu konsep yang jelas mengenai apa yang hendak dicapai dengan terbentuknya perpustakaan digital di TEDC. Ideologi dapat ditentukan dengan mendalami:
1. Untuk apa adanya koleksi digital
2. Tujuan yang hendak dicapai
3. Prinsip dalam menyertakan dokumen dalam koleksi
4. Prinsip mengenai apa yang tidak boleh disertakan dalam koleksi

Selanjutnya harus jelas pembedaan karya (work) dengan dokumen. Dalam dunia cetak suatu karya berbentuk jelas yaitu buku cetakan, namun dalam dunia digital bias terdapat banyak versi dari suatu dokumen dan apakah setiap versi dokumen itu perlu diarsip?

Mengingat TEDC menghasilkan banyak bahan-bahan pelatihan, maka software yang kiranya sesuai adalah Greenstone Digital Library. Terdapat godaan untuk menggunakan yang paling mudah digunakan dan langsung kelihatan hasilnya, yaitu CMS (Mambo atau Joomla!). Namun CMS tidak mampu memanfaatkan dokumen yang terstruktur, sifat dokumen yang amat penting untuk membentuk perpustakaan digital yang komprehensif.

Khusus untuk jurnal yang diterbitkan oleh TEDC, dianjurkan untuk cukup diikutsertakan dalam inisiatif journal.discoveryindonesia.com. TEDC tidak banyak menerbitkan jurnal dan jurnal bukanlah prioritas dalam tugas sehari-hari staf TEDC sehingga bergabung dengan jurnal lain akan memberikan dampak positif yang lebih besar dibandingkan dikelola sendiri.

III. SEMUA KEGIATAN HARUS BERORIENTASI PADA TUJUAN HIDUP MANUSIA

Sungguh bahwa allah SWT menempatkan Manusia keseluruhan sebagai Bani Adam dalam kedudukan yang mulia, “Walaqad karramna Bani Adam.”
(Q/17:70). Manusia diciptakan Allah SWT dengan identitas yang
berbeda-beda agar mereka saling mengenal dan saling memberi manfaat
yang satu dengan yang lainnya (Q/49:13). Tiap-tiap umat diberi
aturan dan jalan (yang berbeda), padahal seandainya Tuhan mau,
seluruh manusia bisa disatukan dalam kesatuan umat. Allah SWT
menciptakan perbedaan itu untuk memberikan peluang berkompetisi
secara sehat dalam menggapai kebajikan, “fastabiqul
khairat.”(Q/5:48). Oleh karena itu sebagaimana dikatakan oleh rasul
SAW, agar seluruh manusia itu menjadi saudara antara satu dengan
yang lainnya, “Wakunu ‘ibadallahi ikhwana.”(Hadist Bukhari).
Pandangan hidup yang berorientasi ketuhanan ini terkait erat dengan pandangan bahwa manusia adalah puncak ciptaan Tuhan, yang diciptakan-Nya dalam sebaik-baik kejadian. Manusia berkedudukan lebih tinggi daripada ciptaan Tuhan lainnya, dimanapun di seluruh alam, malah lebih tinggi daripada alam itu sendiri. Tuhan telah memuliakan manusia. Oleh sebab itu, manusia harus menjaga harkat dan martabatnya itu, dengan tidak bersikap menempatkan alam atau gejala alam lebih tinggi daripada dirinya sendiri , atau menempatkan seseorang, atau diri sendiri, lebih tinggi daripada orang lain.
Pada hakikatnya, manusia diciptakan sebagai makhluk yang baik (fithrah), oleh karena itu masing-masing pribadi manusia harus berpandangan baik kepada sesamanya dan berbuat baik untuk sesamanya. Sebaliknya, sebagai ciptaan yang lebih rendah daripada manusia, alam ini disediakan oleh Tuhan bagi kepentingan manusia untuk kesejahteraan hidupnya, baik yang bersifat spiritual maupun yang bersifat material. Alam diciptakan Tuhan sebagai wujud yang baik dan nyata , dan dengan hukum-hukumnya yang tetap.
Manusia harus mengamati alam raya ini dengan penuh apresiasi, baik dalam kaitannya dengan keseluruhannya yang utuh maupun dalam kaitannya dengan bagiannya yang tertentu,guna menghayati keagungan Allah SWT, sebagai dasar kesejahteraan spiritual setiap insan manusia.

Dengan memperhatikan alam itu, terutama gejala spesifiknya, manusia dapat menemukan pedoman dalam usaha memanfaatkannya melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan prinsip ini, manusia dapat mengemban tugas membangun dunia ini dan memeliharanya sesuai dengan hukum-hukumnya yang berlaku dalam keseluruhannya secara utuh , demi usaha mencapai kualitas hidup yang lebih tinggi.
Di atas segala-galanya, manusia juga harus senantiasa berusaha menjaga konsistensi dan keutuhan orientasi hidupnya yang luhur , dengan senantiasa memelihara hubungan dengan Tuhan, dan dengan perbuatan baik kepada sesama manusia. Perbuatan baik kepada sesama manusia yang dilakukan dengan konsisten, tujuan luhurnya adalah menuju rida-Nya, bukan semata-semata dengan mengikuti dan menjalankan segi-segi formal lahiriah ajaran agama, seperti ritus keagamaan.
Oleh karena itu, manusia harus bekerja sebaik-baiknya, sesuai bidang masing- masing, menggunakan setiap waktu lowong secara produktif dan senantiasa berusaha menanamkam kesadaran Ketuhanan dalam dirinya. Manusia dalam pandangan Allah SWT tidak memperoleh apa-apa kecuali yang ia usahakan sendiri, tanpa menanggung kesalahan orang lain. Ini berarti manusia harus manyadari bahwa semua perbuatannya, baik dan buruk, besar dan kecil, akan dipertanggungjawabkan dalam Pengadilan Ilahi di Hari Kemudian, dan manusia akan menghadapi Hakim Maha Agung, mutlak sebagai pribadi-pribadi, sebagaimana ia juga adalah seorang pribadi ketika Tuhan menciptakannya pertama kali.
Karena iman, manusia menjadi bebas dan memiliki dirinya sendiri secara utuh, sebab ia tidak tunduk kepada apapun selain kepada Sang Kebenaran, yaitu Allah SWT. Ini dinyatakan dalam kegiatan ibadah yang hanya ditujukan kepada Tuhan semata, tidak sedikitpun kepada yang lain, karena sadar akan Ke-Maha-Agung-an Tuhan. Namun, dengan iman ini manusia juga hidup penuh tanggung jawab, karena sadar akan adanya Hari Akhirat. Ini secara amaliah dinyatakan dalam sikap memelihara hubungan yang sebaik-baiknya dengan sesama manusia berwujud persaudaraan, saling menghargai, dan saling membantu, karena sadar akan makna penting usaha menyebarkan perdamaian(salam) antara sesamanya.
Manusia seringkali melupakan Allah setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana firman-Nya dalam Alquran, “…tetapi setelah setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya… ” (Q.S 10:12 ). Karena itu, Allah dengan keras menyatakan, “Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya di neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan”. (Q.S 10:7 dan 8).
“… Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka pada hari ini, dan sebagaimana mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami”. (Q.S 7:51). Pada ayat yang lain Allah menyatakan, “Barang siapa yang hidupnya di dunia ini buta mata hatinya, tidak mengetahui keberadaan diri tuhannya yang sangat dekat dan Wajib Wujud-Nya, maka kelak di akhirat juga akan lebih buta dan lebih sesat jalannya”. (Q.S 17: 72).
Dalam ayat yang lain Allah menegaskan, “Mereka mempunyai hati, tetapi tidak untuk memahami ayat Tuhan, mereka mempunyai mata tapi tidak untuk melihat, mereka mempunyai telinga tetapi tidak untuk mendengar. Mereka itu seperti binatang bahkan lebih sesat dari binatang. Itulah orang-orang yang lalai.” (Q.S 7:179).
Manusia tidak akan tahu kapan dipanggil Allah, atau meninggal, karena itu maka bersiaplah menghadapi kematian dengan sebaik-baiknya. Dengan kata lain, belajar dan berusaha agar kita selalu siap, agar sewaktu-waktu mati datang, mati dengan selamat dan bahagia. Allah menjelaskan mati yang selamat adalah ” Wajah-wajah mereka (orang-orang beriman) pada hari itu — waktu datang mati/kiamat sugra — berseri-seri. Mereka melihat kepada Tuhannya” (Q.S.75:22-23). Dengan demikiam mati yang selamat adalah matinya seorang yang bertakwa yang hatinya selalu berzikir dan ingat kepada Allah dalam setiap tindakannya di dunia.

KESIMPULAN
• Setiap manusia memang harus memahami tujuan hidupnya, karena Manusia dalam pandangan Allah SWT tidak memperoleh apa-apa kecuali yang ia usahakan sendiri, tanpa menanggung kesalahan orang lain. Ini berarti manusia harus manyadari bahwa semua perbuatannya, baik dan buruk, besar dan kecil, akan dipertanggungjawabkan dalam Pengadilan Ilahi di Hari Kemudian.
• Setiap manusia wajib hukumnya merencanakan dan memiliki tujuan hidupnya, karena pada hakikatnya, manusia diciptakan sebagai makhluk yang baik (fithrah) dan memiliki akal daripada mahluk ciptaan Allah lainnya. Alam ini disediakan oleh Allah bagi kepentingan manusia untuk kesejahteraan hidupnya, baik yang bersifat spiritual maupun yang bersifat material. Alam diciptakan Allah sebagai wujud yang baik dan nyata , dan dengan hukum-hukumnya yang tetap. Dan semua ini akan terwujud jika setiap insan manusia menggunakan akalnya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tuntunan agama serta selalu melangkah dengan berlandaskan ibadah serta ridho Nya.
• Manusia yang mengaku muslim dalam kegiatannya sering lalai dengan tujuan hidupnya, disebabkan melupakan ayat yang berbunyi; “Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya di neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan”. (Q.S 10:7 dan 8).

Daftar Kepustakaan :
1. Almath, Muhammad Faiz, 1993, 1100 hadits terpilih. Jakarta :
Gema Insani
2. Abu Fathan Min Fadli Robbi, 2007, Kekuatan Sholat Dhuha,
Jakarta ; Multitama
3. Thalib, Muhammad, 1996, 50 Pedoman mendidik anak menjadi
shalih, Bandung ; IBS
4. Arifin, Bey, 1985, Kami Pilih Islam, Surabaya ; PT. Bina Ilmu
5. www. Islamonline.com

PENDAHULUAN

Allah berfirman, Allah telah menurunkan Kitab dan Hikmah kepadamu, dan mengajarkan kepadamu sesuatu yang belum pernah kamu ketahui. (Al Qur’an S. AL Nisa / 4:113)
Dia menganugerahkan hikmah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa dianugerahi hikmah. maka ia benar-benar telah dianugerahi kebaikan yang melimpah. (Al Qur’an S. AL Baqarah / 2:269)
Dan Kitab Hadist Bukhari menerangkan,
Hikmah ialah kebenaran di luar Kenabian
Risalah kenabian (prophetic mission) adalah pangkal dan sumber peradaban masa paling awal fajar sejarah di Mesopotamia – Lembah Furat dan Dajlah – dorongan pertama dan utama tumbuhnya peradaban dan kebudayaan ialah kesadaran akan nilai-nilai luhur yang tidak terbatas hanya kepada pengalaman hidup duniawi semata. Nilai-nilai itu menerobos batas-batas cakrawala dan menembus petala-petala langit, menuju Hikmah Ilahi dalam kebahagiaan perkenan dan ridla-Nya, di bawah naungan rindangnya Sidrat al -Muntaha, Pohon Sidra Penghabisan, lambang hikmah-kearifan tertinggi anugerah Tuhan kepada hamba-Nya.
Maka timbul dalam diri manusia gairah perenungan mendalam (tafakkur) tentang berbagai pertanda kekuasaan Tuhan di alam sekitarnya dan dalam dirinya sendiri, dan berkembanglah ilmu-pengetahuan. Mula-mula ilmu pengetahuan itu terbelenggu oleh anggapan benar sendiri dalam, dan berkembanglah ilmu- pengetahuan. Mula-mula ilmu-pengetahuan itu terbelenggu oleh anggapan benar sendiri dalam lingkungan wawasan yang terbatas, dengan semangat parokialisme. Tetapi berkat kedatangan Nabi Penutup dengan ajaran yang meliputi dan merangkumkan seluruh kemanusiaan – Muhammad s.a.w. yang membawa al-Kitab dan al-Hikmah – cakrawala ilmu pengetahuan meluas dan menjagad, kemudian berkembang menjadi kenyataan dan warisan budaya dan peradaban semua umat. Lebih jauh, sejak masa itu ilmu tidak lagi semata untuk ilmu saja sehingga menjadi tujuan dalam dirinya sendiri, tetapi ilmu adalah untuk amal, dan amal berdasarkan ilmu.
Firman suci dan keterangan dalam Kitab Bukhari tersebut di atas itu menjelaskan bahwa risalah kenabian ada tiga : pertama, menyampaikan ajaran Ilahi yang termuat dalam Kitab Suci; kedua, mengembangkan hikmah – kearifan, yaitu kebenaran di luar kenabian; dan ketiga, mendorong kegiatan menelaah gejala-gejala alam dan sejarah sebagai tanda-tanda kebesaran Tuhan, untuk mengungkapkan hal-hal yang belum pernah diketahui manusia.
Terapan risalah kenabian itu di kalangan umat manusia telah menumbuhkan tradisi yang cerdas untuk mengkaji nilai-nilai hidup yang luhur berdasarkan keimanan dan pengikatan batin kepada ketentuan-ketentuannya, mempelajari hikmah-kearifan dalam khazanah budaya dan peradaban umat manusia seluruh dunia, dan menggalakkan keberanian menerobos perbatasan terakhir ilmu pengetahuan manusia melalui kegiatan riset dan penelitian.

RUMUSAN MASALAH
Dari uraian pendahuluan di atas maka penulis merasa perlu merumusakan masalah sebagai berikut ;
1. Apakah Tanggung jawab sosial kaum ilmuawan muslim sudah terwujud ?
2. Mengapa ilmuawan muslim masih banyak yang belum mengetahui fungsinya?
PEMBAHASAN
Para pengemban ilmu dengan wawasan yang menyeluruh demikian itu ialah para ulama (al ‘ulama’, “mereka yang dianugerahi ilmu pengetahuan”). Dengan tugas meneruskan risalah kenabian yang berintikan tiga kewajiban suci tersebut, para ulama bertindak sebagai pewaris para Nabi. Mereka mengemban tugas itu dalam suatu lingkungan yang diciptakan untuk mendukung kegiatan kajianyang mencakup dan merangkum (jami’ah) seluruh “universum” ilmu- pengetahuan dengan cara pendekatan menyeluruh (kulliyah) terhadap bagian-bagian khusus “universum” ilmu-pengetahuan itu. Pendekatan menyeluruh atau kulliyah itu meliputi kegiatan kajian perbandingan (muqaranah), wacana kritis (munazharah), dan ketelitian pengamatan (mulahazhah). Di bidang ilmu empirik,kulliyah itu dilengkapi dengan eksperimen (tajribah) dalam ruang-ruang penelitian dan pembuktian kinerja (ma’mal,laboratorium). Pembuktian yang berhasil terhadap suatu pandangan teoritis (nazhar,”nalar”) menghasilkan suatu kesimpulan ilmiah yang tangguh, yaitu pengetahuan mujjarrab (“yang terbukti benar melalui eksperimen”).
Sebelum memiliki pengertian yang agak terbatas seperti sekarang ini, golongan ulama meliputi semua kaum terpelajar, para sarjana, masyarakat ilmuawan, kelompok intelektual dan cendekiawan. Mereka menjadi pewaris para nabi sedikitnya dalam tiga hal. Pertama dalam hal memelihara dan memperteguh komitmen batin kepada nilai-nilai hidup yang luhur berdasarkan semangat Ketuhanan, yang diperoleh dan dikembangkan dari kajian terhadao Kitab Suci dan Sunnah Nabi. Kedua dalam hal memperkaya akumulasi pengalaman dan kearifan manusia sejagad, dan melanjutkannya dari generasi ke generasi, dalam semangat kosmopolitanisme yang mengapresiasi hikmah karunia Ilahi dan warisan ilmu dan budaya dari seluruh muka bumi. Ketiga, dalam hal menggalakkan penelitian dan percobaan sebagai padanan ajaran tentang ijtihad, yaitu semangat perintisan dan penerobosan kreatif perbatasan-perbatasan ilmu- pengetahuan. Dengan semangat ijtihad itu, kegagalanpun akan tetap berfaedah dan berpahala sebagai usaha pengembangan ilmu dan peradaban, sedangkan keberhasilannya akan menyajikan faedah dan pahala ganda, yaitu pengalaman tangguh dalam melakukan terobosan tersebut dan manfaat yang dijanjikan oleh hasil ijtihad yang benar itu sendiri.

KESIMPULAN
Memelihara dan memperteguh komitmen batin kepada nilai-nilai hidup yang luhur berdasarkan semangat Ketuhanan, yang diperoleh dan dikembangkan dari kajian terhadao Kitab Suci dan Sunnah Nabi merupakan tanggungjawab sosial sebagai ilmuawan muslim.

REFERENSI
1. Pidato Pembukaan Universitas Paramadina oleh : Dr. Nurcholis Majid.
2. http://www.paramadina.co.id

Sungguh bahwa allah SWT menempatkan Manusia keseluruhan sebagai Bani
Adam dalam kedudukan yang mulia, “Walaqad karramna Bani Adam.”
(Q/17:70). Manusia diciptakan Allah SWT dengan identitas yang
berbeda-beda agar mereka saling mengenal dan saling memberi manfaat
yang satu dengan yang lainnya (Q/49:13). Tiap-tiap umat diberi
aturan dan jalan (yang berbeda), padahal seandainya Tuhan mau,
seluruh manusia bisa disatukan dalam kesatuan umat. Allah SWT
menciptakan perbedaan itu untuk memberikan peluang berkompetisi
secara sehat dalam menggapai kebajikan, “fastabiqul
khairat.”(Q/5:48). Oleh karena itu sebagaimana dikatakan oleh rasul
SAW, agar seluruh manusia itu menjadi saudara antara satu dengan
yang lainnya, “Wakunu ‘ibadallahi ikhwana.”(Hadist Bukhari).

PERUMUSAN
Untuk Pembahasan paper ini, mengacu dari ayat yang di paparkan pada pendahuluan, perlu penulis kemukakan permasalah sebagai berikut ;
1. Apakah manusia memang memiliki kemampuan bernalar ?
2. Apakah mungkin peradaban manusia mempengaruhi tingkat nalar manusia ?
3. Mengapa Allah SWT menjadikan manusia khalifah di muka bumi ?

PEMBAHASAN
Dalam bahasa arab, ada kalimat “ukhuwah.”(Persaudaraan), ada
kalimat “ikhwah”(saudara seketurunan) dan “ikhwan” (saudara bukan
seketurunan). Dalam quran kata “akhu”(saudara) digunakan untuk
menyebut saudara kandung atau seketurunan(Q/4:23), saudara sebangsa
(Q/7:65) saudara semasyarakat walau berselisih faham(Q/38:23) dan
saudara seiman(Q49:10). Quran bukan hanya menyebut persaudaraan
kemanusiaan (ukhuwah insaniyyah) tetapi bahkan menyebut binatang dan
burung sebagai umat seperti manusia (Q/6:38). sebagai saudara
semakhluk (ukhuwah makhluqiyah) Istilah “ukhuwah islamiyah.” bukan
bermakna persaudaraan antara orang-orang Islam, tetapi persaudaraan
yang didasarkan pada ajaran Islam atau persaudaraan yang bersifat
islami. Oleh karena itu cakupannya “ukhuwah Islamiyyah”bukan hanya
menyangkut sesama orang Islam namun juga menyangkut dengan non
Muslim bahkan makhluk yang lainnya. Misalnya, seorang pemiliki kuda,
tidak boleh membebani kudanya dengan beban yang melampaui batas
kewajaran. Ajaran ini termasuk ajaran ukhuwwah Islamiyyah. bagaimana
seorang muslim bergaul dengan kuda miliknya.
Dari ayat-ayat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa Quran dan
Hadist sekurang-kurangnya memperkenalkan empat macam ukhuwah yaitu:

1. Khuwah ‘ubudiyyah: Persaudaraan karena sesama makhluk yang tunduk kepada Allah SWT.
2. Ukhuwah Insaniyyah atau basyariyyah: Persaudaraan karena sama-
sama manusia secara keseluruhan.
3. Ukhuwah wathaniyyah wa an nasab: Persaudaraan karena keterikatan
keturuanan dan kebangsaan.
4. Ukhuwah diniyyah, persaudaraan karena seagama.
Bagaimana ukhuwah berlangsaung, tak lepas dari faktor penunjang.
Faktor penunjang signifikan membentuk persaudaraan adalah
persamaan. Semakin banyak persamaan, baik persamaan rasa maupun
persamaan cita-cita maka semakin kokoh ukhuwahnya. Ukhuwa biasanya
melahirkan aksi solidaritas. Contohnya diantara kelompok masyarakat
yang sedang berselisih, segera terjalin persaudaraan ketika semuanya
menjadi korban banjir, karena banjir menyatukan perasaan, yakni sama-
sama merasa menderita. Kesamaan perasaan itu kemudian memunculkan
kesadaran untuk saling membantu.
Petunjuk Al-Quran Tentang Ukhuwah :

1. Tetaplah berkompetisi secara sehat dalam melakukan kebajikan, meski mereka berbeda agama, ideologi, status: “fastaqul
khairat.”(Q/5:48). Jangan berfikir menjadi manusia dalam
kesaragaman, memaksa orang lain untuk berpendirian seperti kita.
Misalnya, Allah SWT menciptakan kita perbedaan sebagai rahmat, untuk
menguji mereka siapa diantara mereka yang memberikan kontribusi
terbesar dalam kebajikan
2. Memelihara amanah (tanggung jawab)sebagai khalifah Allah dimuka
bumi, dimana manusia dibebani keharusan menegakkan kebenaran dan
keadilan (Q/38:26). Serta memelihara keseimbangan lingkungan alam
(Q/112:4).
3. Kuat pendirian tetapi menghargai pendirian orang lain “lakum
dinukum wliyadin.” (Q/112:4). Tidak perlu bertengkar dengan asumsi
bahwa kebenaran akan terbuka nanti dihadapan Allah SWT(Q/42:15).
4. Meski berbeda ideologi dan pandangan tetapi harus berusaha
mencari titik temu, “kalimatin sawa” tidak bermusuhan seraya
mengakui eksistensi masing-masing(Q/3:64).
5. Tidak mengapa bekerjasama dengan pihak yang berbeda pendirian dalam
hal kemaslahatan umum, atas dasar saling menghargai eksistensi,
berkeadilan, dan tidak saling menimbulkan kerugian.(Q/60:8) Dalam
hal kebutuhan pokok (mengatasi kelaparana, bencana alam, wabah
penyakit). Solidaritas sosial dilaksanakan tanpa memandang agama,
etnis dan identitas lainnya (Q/2:272).
6. Tidak memandang rendah kelompok lain, tidak pula meledek atau
membenci mereka (Q/49:11)
7. Jika ada perselisihan diantara kaum beriman, maka islahnya haruslah
merujuk kepada petunjuk al-Quran dan Sunah Nabi SAW. (Q/4:59)
Al-Quran menyebut bahwa pada hakekatnya seorang mukin itu bersaudara
seperti saudara sekandung, “innamal mu’minuna ikhwah.” (Q/49/10).
Hadist nabi bahwa memisalkan hubungan antara mukmin itu bagaikan
hubungan anggota badan dalam satu tubuh dimana jika satu anggota
tubuh sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain juga merasa
sakit. Nabi juga mengingatkan bahwa hendaknya diantara sesama manusia tidak mengembangkan fikiran negatif (buruk sangka), tidak
mencari-cari kesalahan orang lain, tidak saling mendengki, tidak
saling membenci, tidak saling membelakangi tetapi kembangkanlah
persaudaraan (HR Abu Hurairah).
Meskipun demikian persaudaraan dan solidaritasnya harus berpijak
pada kebenaran, bukan mentang-mentang saudara lalu buta terhadap
masalah. al-Quran mengingatkan kepada orang mukmin agar tidak
tergoda untuk melakukan perbuatan melampaui batas ketika orang lain
melakukan hal yang sama kepada mereka. Sesama mukmin diperintahkan
bekerjasama dalam hal kebajikan dan taqwa serta dilarang bekerjasama
dalam membela perbuatan dosa dan permusuhan. “Ta’awanu ‘alal birri
wat taqwa wala ta’awanu ‘alal istmi wal ‘udwan.” (Q5:2)

Setiap orang itu -walaupun tidak disadarinya- pada hakikatnya adalah
pemimpin, terlepas dari besar kecilnya jumlah orang dalam kelompok yang
dipimpinnya. Meskipun hanya satu orang saja jumlah pengikutnya, dia
sudah dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin. Bahkan manusia seorang
diri pun harus memimpin dirinya sendiri untuk mengarahkan hidupnya.
Ketidak menyadari akan hal inilah yang merupakan salah satu sebab
mengapa sebagian orang tidak peduli untuk mengembangkan ilmu
kepemimpinannya, atau menjadikan dirinya enggan untuk menggali lebih
dalam lagi potensi kepemimpinan yang ada pada dirinya. Padahal semua
orang adalah pemimipin semua orang sama dimata Allah SWT. Allah SWT
berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 30 : ‘Dan tatkala Tuhanmu
berfirman kepada para malaikat : ‘Aku hendak jadikan khalifah di muka
bumi…’ .
Sisi lain yang erat kaitannya dengan kepemimpinan ini -namun banyak
diabaikan sebagian orang- adalah ‘pengaruh’. Ketika orang lain
memberikan sebuah nasihat atau sebuah cerita, kita akan mengingatnya,
dan itu sesungguhnya adalah yang disebut sebagai pengaruh. Begitu juga
sebaliknya, anda pun memberi pengaruh kepada orang lain, melalui
perkataan atau perbuatan atau bahkan juga tindakan. Sesuatu yang
sekalipun itu merupakan hal kecil yang remeh dan sepele, jika
mempengaruhi anda, baik dalam sikap atau gaya hidup atau cara pandang
atau bahkan sampai mengubah jalan hidup anda, maka itulah yang disebut sebagai pengaruh.
Terlepas apakah diri anda mempunyai kedudukan resmi sebagai seorang
pemimpin formal atau tidak, perlu disadari bahwa setiap kata yang
terucap, setiap langkah dan sikap yang dibuat, akan menimbulkan pengaruh
kepada orang lain yang berada disekitar anda. Sekiranya anda menyadari
tentang semua hal tersebut diatas, maka segala perkataan atau perbuatan
yang anda buat itu akan menggerakkan segala potensi yang ada pada diri
anda, dan itu tanpa anda sadari akan menempatkan diri anda menjadi
seorang ‘pemimpin’ bagi lingkungan anda.
Namun bisa juga terjadi hal yang sebaliknya, justru lingkungan disekitar
diri anda yang akan membuat anda menjadi seorang ‘pengikut’. Disadari
ataupun tak disadari, orang yang tidak memiliki ‘prinsip’ akan sangat
mudah sekali terpengaruh, selanjutnya hampir dapat dipastikan akan
menjadi orang itu sebagai seorang ‘pengikut’ di lingkungannya. Anda akan
terus menjadi pengikut, tidak peduli apakah prinsip yang mempengaruhi
diri anda itu adalah prinsip yang benar atau yang salah.
Setiap hari disepanjang kehidupan anda, tak dapat dihindari, anda terus
berjalan ditengah padang rumput yang dipenuhi oleh ranjau-ranjau yang
berbahaya, yaitu ranjau-ranjau ‘pengaruh’ yang akan mempengaruhi pikiran
atau cara pandang atau bahkan jalan hidup anda. Tidak peduli pengaruh
itu berdasarkan suatu prinsip yang benar atau prinsip yang salah
-terlepas dari seberapun jumlah orang yang berhasil dipengaruhi oleh
tebaran ranjau-ranjau pengaruh itu- tetap saja seiring dengan
berjalannya waktu, pengaruh itu akan mampu menghimpun sejumlah pengikut.
Stalin atau Lenin atau Mao misalnya, terbukti berhasil menghimpun
ratusan juta pengikut.
Prinsip yang benar menurut kebenaran Allah SWT sajalah yang akan
menyelamatkan diri anda dari kenistaan dan kehancuran. Dan dengan
‘prinsip yang benar’ itulah yang akan menjadikan diri anda sebagai
seorang pemimpin yang ’sejati’. Nabi Muhammad SAW bersabda : ‘Hendaklah
kamu berpegang kepada kebenaran, karena sesungguhnya kebenaran itu
memimpin kepada kebaktian, dan kebaktian itu, membawa ke surga
(kebahagiaan); hendaklah tetap seseorang itu bersifat benar dan memilih
kebenaran hingga dia tertulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat
benar; hendaklah kamu jauhi kedustaan, karena sesungguhnya kedustaan itu
memimpin pada kedurhakaan, dan kedurhakaan membawa ke neraka
(kehancuran); janganlah seseorang tetap berdusta dan memilih kedustaan
hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta’.
Disekitar kita, banyak sekali contoh-contoh tipe pemimpin dengan tipikal
dan gaya serta prinsipnya masing-masing, yang berbeda satu dengan yang
lainnya. Ada pemimpin yang sangat menonjol prestasi kerja dan
integritasnya, namun karena kaku dan kurang ramah maka ia sangat tidak
dicintai oleh lingkungannya. Sebaliknya ada juga pemimpin yang
sesungguhnya kurang menonjol prestasi kerja dan integritasnya, namun
karena pandai bergaul dan ramah tamah maka ia sangat dicintai oleh
lingkungannya.
Terkadang suatu pengaruh yang berasal dari rangkaian kata-kata yang
indah dan mempesona, semangat, kebesaran, kultus individu, bisa membius
kemudian akan membutakan hati nurani dan mata hati dari kebenaran. Dan manusia lainnya yang terpengaruh oleh prinsip yang terlihat indah namun
sesungguhnya salah itu pun dapat ikut pula terseret ke jurang
kehancuran.
Jika pengaruh itu telah melekat kuat mempengaruhinya sehingga
menciptakan suatu dogma keyakinan, maka bisajadi sampai ajal menjemput
tak akan pernah disadarinya bahwa prinsipnya yang terlihat indah dan
terasa benar itu sesungguhnya adalah suatu prinsip yang salah menurut
kebenaran Allah SWT. Allah SWT berfirman pada surat Al-Ahzab ayat 21 :
‘Sungguh, pada diri Rasulullah, kamu dapatkan suri tauladan yang indah
bagi orang yang mengharapkan (rahmat Allah) dan (keselamatan) hari
terakhir, serta banyak mengingat Allah’.
Keberhasilan seorang pemimpin kadangkala hanya dilihat sebatas dari
seberapa besar jumlah pengikut yang berhasil dihimpunnya dan seberapa
jauh tingkat pengaruhnya pada pengikutnya itu. Namun sebagian orang
melupakan faktor yang sesungguhnya ’sangat penting’ untuk menilai
tingkat keberhasilan seorang pemimpin, yaitu seberapa lama ‘rentang
waktu’ pengaruhnya dan seberapa kuat ‘tingkat pengaruhnya’ dalam jangka
rentang waktu yang lama itu.
Terlalu banyak untuk disebutkan satu-persatu para pemimpin yang dianggap
populer dan berhasil serta dianggap sebagai pemimpin besar bahkan
dianggap lingkup pengaruhnya itu telah mendunia. Namun
sesungguh-sungguhnya, pengaruh kepemimpinannya itu sesungguhnya hanyalah
terhitung dalam rentang waktu yang relatif pendek saja. Setelah rentang
waktunya itu hanyalah tinggal sebagai sebuah kenangan dalam catatan yang
ditulis dalam buku sejarah saja dan boleh dikatakan pengaruhnya telah
hampir hilang tak berbekas.
Siapakah pemimpin yang sesungguhnya adalah pemimpin sejati dan yang
besar dan yang abadi itu ?. Para pemimpin yang benar-benar pemimpin
sejati dan yang merupakan pemimpin besar dan yang pemimpin abadi itu
hanyalah mereka yang diturunkan dan ditugaskan oleh Tuhan sebagai pemimpin umat manusia. Mereka itu adalah Nabi Muhammad SAW, Ibrahim as,
Isa as, Musa as, Daud as.
Mereka itulah para pemimpin besar yang sejati dan abadi. Sekalipun
beliau-beliau itu sudah tiada di dunia yang fana ini, namun pengaruhnya
sampai detik ini masih begitu kuat bahkan akan semakin menguat, tak akan
lekang oleh zaman sampai kiamat datang menjelang. Allah SWT berfirman
dalam surat Al-An’aam ayat 132 : ‘Dan masing-masing orang beroleh
derajat, sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tiada lalai
akan apa yang mereka lakukan’.
Tak dapat disangkal, pemimpin sejati yang paling terbesar diantara semua
yang terbesar itu adalah Nabi Muhammad SAW. Seorang penulis barat,
Michael Hart, penulis buku ‘Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam
Sejarah’ menilai bahwa Nabi Muhammad SAW bukanlah semata hanya pemimpin
agama saja tetapi juga pemimpin duniawi, pengaruh kepemimpinan
politiknya selalu berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu, suatu
kombinasi yang tak terbandingkan antara segi agama dan segi dunia
melekat pada pengaruh diri Nabi Muhammad SAW, dialah manusia yang paling
berpengaruh dalam sejarah manusia.
Anda bisa mencintai orang lain tanpa memimpin mereka, tetapi anda tidak
bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka. Seorang pemimpin tidak
bisa hanya menunjukkan prestasi kerjanya saja, namun juga harus mampu
berhubungan secara baik dengan orang lain, dan itu tak dapat
dilakukannya dengan baik jika hanya menerapkan cara dan teknik yang
sekarang ini banyak diajarkan.
Al An’aam – Ayat 6
6:6. Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasiitu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu , dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka , kemudian . Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.
Al Jin – Ayat 6
72:6. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-lakidi antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
Banyak lagi ayat-ayat yang menekankan dengan berulang kali , bahwa bumi telah dihidupkan kembali (berulang-kali) dari matinya . Dimana matinya itu di sebabkan karena tidak di berikannya air / hujan kepada para pendahulu generasi manusia anak-cucu Adam AS , yang baru berumur 7000 tahun.
Apapun yang dikatakan dalam kitab-kitab suci , ilmu pengetahuan ataupun teknologi dapat membuktikan bahwa ada sisa-sisa “manusia” yang telah berumur jutaan tahun . Bahkan teori Darwin-pun mengalami kesulitan dalam menghubungkan manusia purba dengan manusia masa kini (The missing-linktheorema).
KESIMPULAN
• Jelaslah disini bahwa Adam AS bukanlah merupakan hasil evolusi ataupun “keturunan monyet” , seperti dikatakan Darwin
• Tidak ada yang bertentangan antara ilmu pengetahuan dan concept ke-agama-an . Dan apa yang ditulis dalam kitab suci adalah sebenar-benarnya kenyataan dalam angka-angka yang akurat dan pasti.
• Pada saat manusia akan diciptakan Allah SWT untuk menjadi kalifah dibumi, bagaimana para Malaikat mungkin mengetahui bahwa manusia hanya akan membuat kerusakan diatas bumi . Sedangkan Malaikat hanya mengetahui apa-apa yang diberitahukan Allah SWT kepada mereka . Tentunya karena memang mereka pernah mengetahui adanya “manusia” dibumi sebelum Adam AS diciptakan .
• Oleh sebab itu Allah SWT selalu menyatakan bahwa : “Manusia (anak-cucuAdam AS ) diciptakan dalam kesempurnaan-nya” . Dalam Injil dikatakan bahwa “Man was created upon the image of God).. Serta banyak kalimat pada Taurat (Perjanjian Lama) yang membedakan antara “anak manusia” dan “anak Allah” , “adanya manusia-manusia yang besar pada saat itu” , bagaimana takutnya anak-anak Adam yang keluar dari surga dengan adanya ancaman / gangguan diluar.

REFERENSI : 1. http://www.islamonline.com
2. http://www. Republika.co.id

 

Kelas                           : IX

Semester                      : II (Dua)

Kompetensi Dasar      : Menerapkan Bioteknologi dalam upaya mendukung kelangsungan hidup manusia

 

Indikator                    : o Mendata produk-produk bioteknologi konvensional dan modern di lingkungan sekitarnya.

                                      o Mengidentifikasi manfaat bioteknologi sederhana.

                                      o Mengidentifikasi dampak penerapan bioteknologi sederhana.

                                      o Membuat produk bioteknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari ( membuat tempe dan tape, fermentasi sari buah, penenaman secara hidroponik dan aerobonik)

                                     

Materi Pokok             : Bioteknologi

 

Tugas

  Buatlah laporan tertulis tentang identifikasi produk-produk bioteknologi dari artikel yang anda peroleh, manfaat bioteknologi sederhana,  dampak penerapan bioteknologi sederhana, membuat produk bioteknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari ( membuat tempe dan tape, fermentasi sari buah, penenaman secara hidroponik dan aerobonik)Proses/teknologi.

 

Penilaian

Aspek yang dinilai

 

Kriteria Penilaian

Bobot

1

2

3

4

  

  1. Menempelkan Artikel
  2. Menyebutkan dampak biologi
  3. Menyebutkan Proses / teknologi
  4. Menyebutkan produk
  5. Membuat kesimpulan

 

       

 

2

3

 

4

 

3

4

 

Keterangan

1.     menempelkan artikel

Kriteria:

4. Menempel artikel, terdapat kesesuaian dengan tema, terdapat sumber

3. Kesesuaian dengan tema, terdapat sumber.

2. Tidak ada kesesuaian dengan tema.

  1. Tidak menempel artikel, tidak terdapat kesesuaian dengan tema, tidak terdapat sumber.

 

2. Menyebutkan dampak biologi

Kriteria:

  1. Menulis dengan nama daerah serta bahasa latinnya dengan aturan binomial

3. Menuliskan nama latin, nama daerah

  1. Menyebutkan nama daerah
  2. Baik nama daerah maupun nama latin tidak benar.

 

3. Menyebutkan proses / teknologi

Kriteria:

4. Menyebutkan bahan dasar, hasil akhir, proses pembuatan, proses kerja.

3. Menyebutkan bahan dasar, hasil akhir, proses pembuatan,

2. Menyebutkan bahan dasar dan hasil akhir

1. Tidak menyebutkan sama sekali

 

4. Menyebutkan produk / jasa

Kriteria:

4. menyebutkan nama produk yang benar sesuai dengan tema dan kemungkinan pengembangan produk lain yang sejenis

3. menyebutkan nama produk yang benar sesuai dengan tema

2. menyebutkan nama produk yang salah

1. tidak menyebut sama sekali

 

5. Kesimpulan

Kriteria

4. jika relevan dengan permasalahan temuan, serta hasil pembahasan

  1. jika kurang relevan dengan permasalahan
  2. jika tidak relevan dengan permasalahan
  3. jika tidak relevan dengan permasalahan dan tidak menuliskan kesimpulan

PENILAIAN PORTOFOLIO

NAMA SEKOLAH : MA Yogyakarta
KELAS/SEM. : X/2
WAKTU :

KOMPETENSI DASAR :
Mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia

INDIKATOR :
Mengatasi masalah lingkungan dengan menggunakan konsep rantai makanan

MATERI POKOK :
Rantai makanan

URAIAN :
Rantai makanan adalah perpindahan energi dari sumbernya dalam tumbuhan hijau sederetan organisme dalam peristiwa makan dan dimakan dengan suatu rantai makanan. Konsep ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah lingkungan.

T U G A S :
Carilah masalah lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggalmu dan bagaimana cara mengatasinya dengan menggunakan konsep rantai makanan !

ASPEK PENILAIAN :

NO. ASPEK PENILAIAN NILAI
1 2 3 4
1 Identifikasi masalah
2 Merumuskan masalah
3 Pemecahan masalah
4 Membuat kesimpulan
5 Melaporkan
JUMLAH NILAI

KETERANGAN NILAI :
1 = kurang
2 = cukup
3 = baik
4 = sangat baik

Next Page »