Fuddin Van Batavia

May 14, 2009

TANGGUNG JAWAB SOSIAL KAUM ILMUAWAN

Filed under: 1 — Fuddin Van Batavia @ 7:15 am

PENDAHULUAN

Allah berfirman, Allah telah menurunkan Kitab dan Hikmah kepadamu, dan mengajarkan kepadamu sesuatu yang belum pernah kamu ketahui. (Al Qur’an S. AL Nisa / 4:113)
Dia menganugerahkan hikmah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa dianugerahi hikmah. maka ia benar-benar telah dianugerahi kebaikan yang melimpah. (Al Qur’an S. AL Baqarah / 2:269)
Dan Kitab Hadist Bukhari menerangkan,
Hikmah ialah kebenaran di luar Kenabian
Risalah kenabian (prophetic mission) adalah pangkal dan sumber peradaban masa paling awal fajar sejarah di Mesopotamia – Lembah Furat dan Dajlah – dorongan pertama dan utama tumbuhnya peradaban dan kebudayaan ialah kesadaran akan nilai-nilai luhur yang tidak terbatas hanya kepada pengalaman hidup duniawi semata. Nilai-nilai itu menerobos batas-batas cakrawala dan menembus petala-petala langit, menuju Hikmah Ilahi dalam kebahagiaan perkenan dan ridla-Nya, di bawah naungan rindangnya Sidrat al -Muntaha, Pohon Sidra Penghabisan, lambang hikmah-kearifan tertinggi anugerah Tuhan kepada hamba-Nya.
Maka timbul dalam diri manusia gairah perenungan mendalam (tafakkur) tentang berbagai pertanda kekuasaan Tuhan di alam sekitarnya dan dalam dirinya sendiri, dan berkembanglah ilmu-pengetahuan. Mula-mula ilmu pengetahuan itu terbelenggu oleh anggapan benar sendiri dalam, dan berkembanglah ilmu- pengetahuan. Mula-mula ilmu-pengetahuan itu terbelenggu oleh anggapan benar sendiri dalam lingkungan wawasan yang terbatas, dengan semangat parokialisme. Tetapi berkat kedatangan Nabi Penutup dengan ajaran yang meliputi dan merangkumkan seluruh kemanusiaan – Muhammad s.a.w. yang membawa al-Kitab dan al-Hikmah – cakrawala ilmu pengetahuan meluas dan menjagad, kemudian berkembang menjadi kenyataan dan warisan budaya dan peradaban semua umat. Lebih jauh, sejak masa itu ilmu tidak lagi semata untuk ilmu saja sehingga menjadi tujuan dalam dirinya sendiri, tetapi ilmu adalah untuk amal, dan amal berdasarkan ilmu.
Firman suci dan keterangan dalam Kitab Bukhari tersebut di atas itu menjelaskan bahwa risalah kenabian ada tiga : pertama, menyampaikan ajaran Ilahi yang termuat dalam Kitab Suci; kedua, mengembangkan hikmah – kearifan, yaitu kebenaran di luar kenabian; dan ketiga, mendorong kegiatan menelaah gejala-gejala alam dan sejarah sebagai tanda-tanda kebesaran Tuhan, untuk mengungkapkan hal-hal yang belum pernah diketahui manusia.
Terapan risalah kenabian itu di kalangan umat manusia telah menumbuhkan tradisi yang cerdas untuk mengkaji nilai-nilai hidup yang luhur berdasarkan keimanan dan pengikatan batin kepada ketentuan-ketentuannya, mempelajari hikmah-kearifan dalam khazanah budaya dan peradaban umat manusia seluruh dunia, dan menggalakkan keberanian menerobos perbatasan terakhir ilmu pengetahuan manusia melalui kegiatan riset dan penelitian.

RUMUSAN MASALAH
Dari uraian pendahuluan di atas maka penulis merasa perlu merumusakan masalah sebagai berikut ;
1. Apakah Tanggung jawab sosial kaum ilmuawan muslim sudah terwujud ?
2. Mengapa ilmuawan muslim masih banyak yang belum mengetahui fungsinya?
PEMBAHASAN
Para pengemban ilmu dengan wawasan yang menyeluruh demikian itu ialah para ulama (al ‘ulama’, “mereka yang dianugerahi ilmu pengetahuan”). Dengan tugas meneruskan risalah kenabian yang berintikan tiga kewajiban suci tersebut, para ulama bertindak sebagai pewaris para Nabi. Mereka mengemban tugas itu dalam suatu lingkungan yang diciptakan untuk mendukung kegiatan kajianyang mencakup dan merangkum (jami’ah) seluruh “universum” ilmu- pengetahuan dengan cara pendekatan menyeluruh (kulliyah) terhadap bagian-bagian khusus “universum” ilmu-pengetahuan itu. Pendekatan menyeluruh atau kulliyah itu meliputi kegiatan kajian perbandingan (muqaranah), wacana kritis (munazharah), dan ketelitian pengamatan (mulahazhah). Di bidang ilmu empirik,kulliyah itu dilengkapi dengan eksperimen (tajribah) dalam ruang-ruang penelitian dan pembuktian kinerja (ma’mal,laboratorium). Pembuktian yang berhasil terhadap suatu pandangan teoritis (nazhar,”nalar”) menghasilkan suatu kesimpulan ilmiah yang tangguh, yaitu pengetahuan mujjarrab (“yang terbukti benar melalui eksperimen”).
Sebelum memiliki pengertian yang agak terbatas seperti sekarang ini, golongan ulama meliputi semua kaum terpelajar, para sarjana, masyarakat ilmuawan, kelompok intelektual dan cendekiawan. Mereka menjadi pewaris para nabi sedikitnya dalam tiga hal. Pertama dalam hal memelihara dan memperteguh komitmen batin kepada nilai-nilai hidup yang luhur berdasarkan semangat Ketuhanan, yang diperoleh dan dikembangkan dari kajian terhadao Kitab Suci dan Sunnah Nabi. Kedua dalam hal memperkaya akumulasi pengalaman dan kearifan manusia sejagad, dan melanjutkannya dari generasi ke generasi, dalam semangat kosmopolitanisme yang mengapresiasi hikmah karunia Ilahi dan warisan ilmu dan budaya dari seluruh muka bumi. Ketiga, dalam hal menggalakkan penelitian dan percobaan sebagai padanan ajaran tentang ijtihad, yaitu semangat perintisan dan penerobosan kreatif perbatasan-perbatasan ilmu- pengetahuan. Dengan semangat ijtihad itu, kegagalanpun akan tetap berfaedah dan berpahala sebagai usaha pengembangan ilmu dan peradaban, sedangkan keberhasilannya akan menyajikan faedah dan pahala ganda, yaitu pengalaman tangguh dalam melakukan terobosan tersebut dan manfaat yang dijanjikan oleh hasil ijtihad yang benar itu sendiri.

KESIMPULAN
Memelihara dan memperteguh komitmen batin kepada nilai-nilai hidup yang luhur berdasarkan semangat Ketuhanan, yang diperoleh dan dikembangkan dari kajian terhadao Kitab Suci dan Sunnah Nabi merupakan tanggungjawab sosial sebagai ilmuawan muslim.

REFERENSI
1. Pidato Pembukaan Universitas Paramadina oleh : Dr. Nurcholis Majid.
2. http://www.paramadina.co.id

KEMAMPUAN BERNALAR, PERADABAN DAN KEDUDUKAN MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH TUHAN DI BUMI

Filed under: 1 — Tags: — Fuddin Van Batavia @ 7:14 am

Sungguh bahwa allah SWT menempatkan Manusia keseluruhan sebagai Bani
Adam dalam kedudukan yang mulia, “Walaqad karramna Bani Adam.”
(Q/17:70). Manusia diciptakan Allah SWT dengan identitas yang
berbeda-beda agar mereka saling mengenal dan saling memberi manfaat
yang satu dengan yang lainnya (Q/49:13). Tiap-tiap umat diberi
aturan dan jalan (yang berbeda), padahal seandainya Tuhan mau,
seluruh manusia bisa disatukan dalam kesatuan umat. Allah SWT
menciptakan perbedaan itu untuk memberikan peluang berkompetisi
secara sehat dalam menggapai kebajikan, “fastabiqul
khairat.”(Q/5:48). Oleh karena itu sebagaimana dikatakan oleh rasul
SAW, agar seluruh manusia itu menjadi saudara antara satu dengan
yang lainnya, “Wakunu ‘ibadallahi ikhwana.”(Hadist Bukhari).

PERUMUSAN
Untuk Pembahasan paper ini, mengacu dari ayat yang di paparkan pada pendahuluan, perlu penulis kemukakan permasalah sebagai berikut ;
1. Apakah manusia memang memiliki kemampuan bernalar ?
2. Apakah mungkin peradaban manusia mempengaruhi tingkat nalar manusia ?
3. Mengapa Allah SWT menjadikan manusia khalifah di muka bumi ?

PEMBAHASAN
Dalam bahasa arab, ada kalimat “ukhuwah.”(Persaudaraan), ada
kalimat “ikhwah”(saudara seketurunan) dan “ikhwan” (saudara bukan
seketurunan). Dalam quran kata “akhu”(saudara) digunakan untuk
menyebut saudara kandung atau seketurunan(Q/4:23), saudara sebangsa
(Q/7:65) saudara semasyarakat walau berselisih faham(Q/38:23) dan
saudara seiman(Q49:10). Quran bukan hanya menyebut persaudaraan
kemanusiaan (ukhuwah insaniyyah) tetapi bahkan menyebut binatang dan
burung sebagai umat seperti manusia (Q/6:38). sebagai saudara
semakhluk (ukhuwah makhluqiyah) Istilah “ukhuwah islamiyah.” bukan
bermakna persaudaraan antara orang-orang Islam, tetapi persaudaraan
yang didasarkan pada ajaran Islam atau persaudaraan yang bersifat
islami. Oleh karena itu cakupannya “ukhuwah Islamiyyah”bukan hanya
menyangkut sesama orang Islam namun juga menyangkut dengan non
Muslim bahkan makhluk yang lainnya. Misalnya, seorang pemiliki kuda,
tidak boleh membebani kudanya dengan beban yang melampaui batas
kewajaran. Ajaran ini termasuk ajaran ukhuwwah Islamiyyah. bagaimana
seorang muslim bergaul dengan kuda miliknya.
Dari ayat-ayat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa Quran dan
Hadist sekurang-kurangnya memperkenalkan empat macam ukhuwah yaitu:

1. Khuwah ‘ubudiyyah: Persaudaraan karena sesama makhluk yang tunduk kepada Allah SWT.
2. Ukhuwah Insaniyyah atau basyariyyah: Persaudaraan karena sama-
sama manusia secara keseluruhan.
3. Ukhuwah wathaniyyah wa an nasab: Persaudaraan karena keterikatan
keturuanan dan kebangsaan.
4. Ukhuwah diniyyah, persaudaraan karena seagama.
Bagaimana ukhuwah berlangsaung, tak lepas dari faktor penunjang.
Faktor penunjang signifikan membentuk persaudaraan adalah
persamaan. Semakin banyak persamaan, baik persamaan rasa maupun
persamaan cita-cita maka semakin kokoh ukhuwahnya. Ukhuwa biasanya
melahirkan aksi solidaritas. Contohnya diantara kelompok masyarakat
yang sedang berselisih, segera terjalin persaudaraan ketika semuanya
menjadi korban banjir, karena banjir menyatukan perasaan, yakni sama-
sama merasa menderita. Kesamaan perasaan itu kemudian memunculkan
kesadaran untuk saling membantu.
Petunjuk Al-Quran Tentang Ukhuwah :

1. Tetaplah berkompetisi secara sehat dalam melakukan kebajikan, meski mereka berbeda agama, ideologi, status: “fastaqul
khairat.”(Q/5:48). Jangan berfikir menjadi manusia dalam
kesaragaman, memaksa orang lain untuk berpendirian seperti kita.
Misalnya, Allah SWT menciptakan kita perbedaan sebagai rahmat, untuk
menguji mereka siapa diantara mereka yang memberikan kontribusi
terbesar dalam kebajikan
2. Memelihara amanah (tanggung jawab)sebagai khalifah Allah dimuka
bumi, dimana manusia dibebani keharusan menegakkan kebenaran dan
keadilan (Q/38:26). Serta memelihara keseimbangan lingkungan alam
(Q/112:4).
3. Kuat pendirian tetapi menghargai pendirian orang lain “lakum
dinukum wliyadin.” (Q/112:4). Tidak perlu bertengkar dengan asumsi
bahwa kebenaran akan terbuka nanti dihadapan Allah SWT(Q/42:15).
4. Meski berbeda ideologi dan pandangan tetapi harus berusaha
mencari titik temu, “kalimatin sawa” tidak bermusuhan seraya
mengakui eksistensi masing-masing(Q/3:64).
5. Tidak mengapa bekerjasama dengan pihak yang berbeda pendirian dalam
hal kemaslahatan umum, atas dasar saling menghargai eksistensi,
berkeadilan, dan tidak saling menimbulkan kerugian.(Q/60:8) Dalam
hal kebutuhan pokok (mengatasi kelaparana, bencana alam, wabah
penyakit). Solidaritas sosial dilaksanakan tanpa memandang agama,
etnis dan identitas lainnya (Q/2:272).
6. Tidak memandang rendah kelompok lain, tidak pula meledek atau
membenci mereka (Q/49:11)
7. Jika ada perselisihan diantara kaum beriman, maka islahnya haruslah
merujuk kepada petunjuk al-Quran dan Sunah Nabi SAW. (Q/4:59)
Al-Quran menyebut bahwa pada hakekatnya seorang mukin itu bersaudara
seperti saudara sekandung, “innamal mu’minuna ikhwah.” (Q/49/10).
Hadist nabi bahwa memisalkan hubungan antara mukmin itu bagaikan
hubungan anggota badan dalam satu tubuh dimana jika satu anggota
tubuh sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain juga merasa
sakit. Nabi juga mengingatkan bahwa hendaknya diantara sesama manusia tidak mengembangkan fikiran negatif (buruk sangka), tidak
mencari-cari kesalahan orang lain, tidak saling mendengki, tidak
saling membenci, tidak saling membelakangi tetapi kembangkanlah
persaudaraan (HR Abu Hurairah).
Meskipun demikian persaudaraan dan solidaritasnya harus berpijak
pada kebenaran, bukan mentang-mentang saudara lalu buta terhadap
masalah. al-Quran mengingatkan kepada orang mukmin agar tidak
tergoda untuk melakukan perbuatan melampaui batas ketika orang lain
melakukan hal yang sama kepada mereka. Sesama mukmin diperintahkan
bekerjasama dalam hal kebajikan dan taqwa serta dilarang bekerjasama
dalam membela perbuatan dosa dan permusuhan. “Ta’awanu ‘alal birri
wat taqwa wala ta’awanu ‘alal istmi wal ‘udwan.” (Q5:2)

Setiap orang itu -walaupun tidak disadarinya- pada hakikatnya adalah
pemimpin, terlepas dari besar kecilnya jumlah orang dalam kelompok yang
dipimpinnya. Meskipun hanya satu orang saja jumlah pengikutnya, dia
sudah dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin. Bahkan manusia seorang
diri pun harus memimpin dirinya sendiri untuk mengarahkan hidupnya.
Ketidak menyadari akan hal inilah yang merupakan salah satu sebab
mengapa sebagian orang tidak peduli untuk mengembangkan ilmu
kepemimpinannya, atau menjadikan dirinya enggan untuk menggali lebih
dalam lagi potensi kepemimpinan yang ada pada dirinya. Padahal semua
orang adalah pemimipin semua orang sama dimata Allah SWT. Allah SWT
berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 30 : ‘Dan tatkala Tuhanmu
berfirman kepada para malaikat : ‘Aku hendak jadikan khalifah di muka
bumi…’ .
Sisi lain yang erat kaitannya dengan kepemimpinan ini -namun banyak
diabaikan sebagian orang- adalah ‘pengaruh’. Ketika orang lain
memberikan sebuah nasihat atau sebuah cerita, kita akan mengingatnya,
dan itu sesungguhnya adalah yang disebut sebagai pengaruh. Begitu juga
sebaliknya, anda pun memberi pengaruh kepada orang lain, melalui
perkataan atau perbuatan atau bahkan juga tindakan. Sesuatu yang
sekalipun itu merupakan hal kecil yang remeh dan sepele, jika
mempengaruhi anda, baik dalam sikap atau gaya hidup atau cara pandang
atau bahkan sampai mengubah jalan hidup anda, maka itulah yang disebut sebagai pengaruh.
Terlepas apakah diri anda mempunyai kedudukan resmi sebagai seorang
pemimpin formal atau tidak, perlu disadari bahwa setiap kata yang
terucap, setiap langkah dan sikap yang dibuat, akan menimbulkan pengaruh
kepada orang lain yang berada disekitar anda. Sekiranya anda menyadari
tentang semua hal tersebut diatas, maka segala perkataan atau perbuatan
yang anda buat itu akan menggerakkan segala potensi yang ada pada diri
anda, dan itu tanpa anda sadari akan menempatkan diri anda menjadi
seorang ‘pemimpin’ bagi lingkungan anda.
Namun bisa juga terjadi hal yang sebaliknya, justru lingkungan disekitar
diri anda yang akan membuat anda menjadi seorang ‘pengikut’. Disadari
ataupun tak disadari, orang yang tidak memiliki ‘prinsip’ akan sangat
mudah sekali terpengaruh, selanjutnya hampir dapat dipastikan akan
menjadi orang itu sebagai seorang ‘pengikut’ di lingkungannya. Anda akan
terus menjadi pengikut, tidak peduli apakah prinsip yang mempengaruhi
diri anda itu adalah prinsip yang benar atau yang salah.
Setiap hari disepanjang kehidupan anda, tak dapat dihindari, anda terus
berjalan ditengah padang rumput yang dipenuhi oleh ranjau-ranjau yang
berbahaya, yaitu ranjau-ranjau ‘pengaruh’ yang akan mempengaruhi pikiran
atau cara pandang atau bahkan jalan hidup anda. Tidak peduli pengaruh
itu berdasarkan suatu prinsip yang benar atau prinsip yang salah
-terlepas dari seberapun jumlah orang yang berhasil dipengaruhi oleh
tebaran ranjau-ranjau pengaruh itu- tetap saja seiring dengan
berjalannya waktu, pengaruh itu akan mampu menghimpun sejumlah pengikut.
Stalin atau Lenin atau Mao misalnya, terbukti berhasil menghimpun
ratusan juta pengikut.
Prinsip yang benar menurut kebenaran Allah SWT sajalah yang akan
menyelamatkan diri anda dari kenistaan dan kehancuran. Dan dengan
‘prinsip yang benar’ itulah yang akan menjadikan diri anda sebagai
seorang pemimpin yang ’sejati’. Nabi Muhammad SAW bersabda : ‘Hendaklah
kamu berpegang kepada kebenaran, karena sesungguhnya kebenaran itu
memimpin kepada kebaktian, dan kebaktian itu, membawa ke surga
(kebahagiaan); hendaklah tetap seseorang itu bersifat benar dan memilih
kebenaran hingga dia tertulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat
benar; hendaklah kamu jauhi kedustaan, karena sesungguhnya kedustaan itu
memimpin pada kedurhakaan, dan kedurhakaan membawa ke neraka
(kehancuran); janganlah seseorang tetap berdusta dan memilih kedustaan
hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta’.
Disekitar kita, banyak sekali contoh-contoh tipe pemimpin dengan tipikal
dan gaya serta prinsipnya masing-masing, yang berbeda satu dengan yang
lainnya. Ada pemimpin yang sangat menonjol prestasi kerja dan
integritasnya, namun karena kaku dan kurang ramah maka ia sangat tidak
dicintai oleh lingkungannya. Sebaliknya ada juga pemimpin yang
sesungguhnya kurang menonjol prestasi kerja dan integritasnya, namun
karena pandai bergaul dan ramah tamah maka ia sangat dicintai oleh
lingkungannya.
Terkadang suatu pengaruh yang berasal dari rangkaian kata-kata yang
indah dan mempesona, semangat, kebesaran, kultus individu, bisa membius
kemudian akan membutakan hati nurani dan mata hati dari kebenaran. Dan manusia lainnya yang terpengaruh oleh prinsip yang terlihat indah namun
sesungguhnya salah itu pun dapat ikut pula terseret ke jurang
kehancuran.
Jika pengaruh itu telah melekat kuat mempengaruhinya sehingga
menciptakan suatu dogma keyakinan, maka bisajadi sampai ajal menjemput
tak akan pernah disadarinya bahwa prinsipnya yang terlihat indah dan
terasa benar itu sesungguhnya adalah suatu prinsip yang salah menurut
kebenaran Allah SWT. Allah SWT berfirman pada surat Al-Ahzab ayat 21 :
‘Sungguh, pada diri Rasulullah, kamu dapatkan suri tauladan yang indah
bagi orang yang mengharapkan (rahmat Allah) dan (keselamatan) hari
terakhir, serta banyak mengingat Allah’.
Keberhasilan seorang pemimpin kadangkala hanya dilihat sebatas dari
seberapa besar jumlah pengikut yang berhasil dihimpunnya dan seberapa
jauh tingkat pengaruhnya pada pengikutnya itu. Namun sebagian orang
melupakan faktor yang sesungguhnya ’sangat penting’ untuk menilai
tingkat keberhasilan seorang pemimpin, yaitu seberapa lama ‘rentang
waktu’ pengaruhnya dan seberapa kuat ‘tingkat pengaruhnya’ dalam jangka
rentang waktu yang lama itu.
Terlalu banyak untuk disebutkan satu-persatu para pemimpin yang dianggap
populer dan berhasil serta dianggap sebagai pemimpin besar bahkan
dianggap lingkup pengaruhnya itu telah mendunia. Namun
sesungguh-sungguhnya, pengaruh kepemimpinannya itu sesungguhnya hanyalah
terhitung dalam rentang waktu yang relatif pendek saja. Setelah rentang
waktunya itu hanyalah tinggal sebagai sebuah kenangan dalam catatan yang
ditulis dalam buku sejarah saja dan boleh dikatakan pengaruhnya telah
hampir hilang tak berbekas.
Siapakah pemimpin yang sesungguhnya adalah pemimpin sejati dan yang
besar dan yang abadi itu ?. Para pemimpin yang benar-benar pemimpin
sejati dan yang merupakan pemimpin besar dan yang pemimpin abadi itu
hanyalah mereka yang diturunkan dan ditugaskan oleh Tuhan sebagai pemimpin umat manusia. Mereka itu adalah Nabi Muhammad SAW, Ibrahim as,
Isa as, Musa as, Daud as.
Mereka itulah para pemimpin besar yang sejati dan abadi. Sekalipun
beliau-beliau itu sudah tiada di dunia yang fana ini, namun pengaruhnya
sampai detik ini masih begitu kuat bahkan akan semakin menguat, tak akan
lekang oleh zaman sampai kiamat datang menjelang. Allah SWT berfirman
dalam surat Al-An’aam ayat 132 : ‘Dan masing-masing orang beroleh
derajat, sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tiada lalai
akan apa yang mereka lakukan’.
Tak dapat disangkal, pemimpin sejati yang paling terbesar diantara semua
yang terbesar itu adalah Nabi Muhammad SAW. Seorang penulis barat,
Michael Hart, penulis buku ‘Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam
Sejarah’ menilai bahwa Nabi Muhammad SAW bukanlah semata hanya pemimpin
agama saja tetapi juga pemimpin duniawi, pengaruh kepemimpinan
politiknya selalu berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu, suatu
kombinasi yang tak terbandingkan antara segi agama dan segi dunia
melekat pada pengaruh diri Nabi Muhammad SAW, dialah manusia yang paling
berpengaruh dalam sejarah manusia.
Anda bisa mencintai orang lain tanpa memimpin mereka, tetapi anda tidak
bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka. Seorang pemimpin tidak
bisa hanya menunjukkan prestasi kerjanya saja, namun juga harus mampu
berhubungan secara baik dengan orang lain, dan itu tak dapat
dilakukannya dengan baik jika hanya menerapkan cara dan teknik yang
sekarang ini banyak diajarkan.
Al An’aam – Ayat 6
6:6. Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasiitu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu , dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka , kemudian . Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.
Al Jin – Ayat 6
72:6. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-lakidi antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
Banyak lagi ayat-ayat yang menekankan dengan berulang kali , bahwa bumi telah dihidupkan kembali (berulang-kali) dari matinya . Dimana matinya itu di sebabkan karena tidak di berikannya air / hujan kepada para pendahulu generasi manusia anak-cucu Adam AS , yang baru berumur 7000 tahun.
Apapun yang dikatakan dalam kitab-kitab suci , ilmu pengetahuan ataupun teknologi dapat membuktikan bahwa ada sisa-sisa “manusia” yang telah berumur jutaan tahun . Bahkan teori Darwin-pun mengalami kesulitan dalam menghubungkan manusia purba dengan manusia masa kini (The missing-linktheorema).
KESIMPULAN
• Jelaslah disini bahwa Adam AS bukanlah merupakan hasil evolusi ataupun “keturunan monyet” , seperti dikatakan Darwin
• Tidak ada yang bertentangan antara ilmu pengetahuan dan concept ke-agama-an . Dan apa yang ditulis dalam kitab suci adalah sebenar-benarnya kenyataan dalam angka-angka yang akurat dan pasti.
• Pada saat manusia akan diciptakan Allah SWT untuk menjadi kalifah dibumi, bagaimana para Malaikat mungkin mengetahui bahwa manusia hanya akan membuat kerusakan diatas bumi . Sedangkan Malaikat hanya mengetahui apa-apa yang diberitahukan Allah SWT kepada mereka . Tentunya karena memang mereka pernah mengetahui adanya “manusia” dibumi sebelum Adam AS diciptakan .
• Oleh sebab itu Allah SWT selalu menyatakan bahwa : “Manusia (anak-cucuAdam AS ) diciptakan dalam kesempurnaan-nya” . Dalam Injil dikatakan bahwa “Man was created upon the image of God).. Serta banyak kalimat pada Taurat (Perjanjian Lama) yang membedakan antara “anak manusia” dan “anak Allah” , “adanya manusia-manusia yang besar pada saat itu” , bagaimana takutnya anak-anak Adam yang keluar dari surga dengan adanya ancaman / gangguan diluar.

REFERENSI : 1. http://www.islamonline.com
2. http://www. Republika.co.id

May 6, 2009

SKENARIO PEMBELAJARAN PORTOFOLIO

Filed under: 1 — Fuddin Van Batavia @ 8:54 am

 

Kelas                           : IX

Semester                      : II (Dua)

Kompetensi Dasar      : Menerapkan Bioteknologi dalam upaya mendukung kelangsungan hidup manusia

 

Indikator                    : o Mendata produk-produk bioteknologi konvensional dan modern di lingkungan sekitarnya.

                                      o Mengidentifikasi manfaat bioteknologi sederhana.

                                      o Mengidentifikasi dampak penerapan bioteknologi sederhana.

                                      o Membuat produk bioteknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari ( membuat tempe dan tape, fermentasi sari buah, penenaman secara hidroponik dan aerobonik)

                                     

Materi Pokok             : Bioteknologi

 

Tugas

  Buatlah laporan tertulis tentang identifikasi produk-produk bioteknologi dari artikel yang anda peroleh, manfaat bioteknologi sederhana,  dampak penerapan bioteknologi sederhana, membuat produk bioteknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari ( membuat tempe dan tape, fermentasi sari buah, penenaman secara hidroponik dan aerobonik)Proses/teknologi.

 

Penilaian

Aspek yang dinilai

 

Kriteria Penilaian

Bobot

1

2

3

4

  

  1. Menempelkan Artikel
  2. Menyebutkan dampak biologi
  3. Menyebutkan Proses / teknologi
  4. Menyebutkan produk
  5. Membuat kesimpulan

 

       

 

2

3

 

4

 

3

4

 

Keterangan

1.     menempelkan artikel

Kriteria:

4. Menempel artikel, terdapat kesesuaian dengan tema, terdapat sumber

3. Kesesuaian dengan tema, terdapat sumber.

2. Tidak ada kesesuaian dengan tema.

  1. Tidak menempel artikel, tidak terdapat kesesuaian dengan tema, tidak terdapat sumber.

 

2. Menyebutkan dampak biologi

Kriteria:

  1. Menulis dengan nama daerah serta bahasa latinnya dengan aturan binomial

3. Menuliskan nama latin, nama daerah

  1. Menyebutkan nama daerah
  2. Baik nama daerah maupun nama latin tidak benar.

 

3. Menyebutkan proses / teknologi

Kriteria:

4. Menyebutkan bahan dasar, hasil akhir, proses pembuatan, proses kerja.

3. Menyebutkan bahan dasar, hasil akhir, proses pembuatan,

2. Menyebutkan bahan dasar dan hasil akhir

1. Tidak menyebutkan sama sekali

 

4. Menyebutkan produk / jasa

Kriteria:

4. menyebutkan nama produk yang benar sesuai dengan tema dan kemungkinan pengembangan produk lain yang sejenis

3. menyebutkan nama produk yang benar sesuai dengan tema

2. menyebutkan nama produk yang salah

1. tidak menyebut sama sekali

 

5. Kesimpulan

Kriteria

4. jika relevan dengan permasalahan temuan, serta hasil pembahasan

  1. jika kurang relevan dengan permasalahan
  2. jika tidak relevan dengan permasalahan
  3. jika tidak relevan dengan permasalahan dan tidak menuliskan kesimpulan

Format Penilaian Portofolio

Filed under: 1 — Fuddin Van Batavia @ 8:52 am

PENILAIAN PORTOFOLIO

NAMA SEKOLAH : MA Yogyakarta
KELAS/SEM. : X/2
WAKTU :

KOMPETENSI DASAR :
Mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia

INDIKATOR :
Mengatasi masalah lingkungan dengan menggunakan konsep rantai makanan

MATERI POKOK :
Rantai makanan

URAIAN :
Rantai makanan adalah perpindahan energi dari sumbernya dalam tumbuhan hijau sederetan organisme dalam peristiwa makan dan dimakan dengan suatu rantai makanan. Konsep ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah lingkungan.

T U G A S :
Carilah masalah lingkungan yang ada di sekitar tempat tinggalmu dan bagaimana cara mengatasinya dengan menggunakan konsep rantai makanan !

ASPEK PENILAIAN :

NO. ASPEK PENILAIAN NILAI
1 2 3 4
1 Identifikasi masalah
2 Merumuskan masalah
3 Pemecahan masalah
4 Membuat kesimpulan
5 Melaporkan
JUMLAH NILAI

KETERANGAN NILAI :
1 = kurang
2 = cukup
3 = baik
4 = sangat baik

May 1, 2009

Pengoperasian Software Iteman

Filed under: 1 — Tags: — Fuddin Van Batavia @ 8:05 am

Program iteman (nama filenya ITEMAN.EXE) dan
contoh input datanya (nama filenya TESDAT.TXT dan NONTEDAT.TXT).

Kedua file itu (file program dan datanya harus di letakkan pada folder yang sama).
Sangat disarankan nama foldernya adalah MICROCAT).

Cara mengoperasikannnya :

1. Dengan DOS : Start  Programs  MS-DOS Prompt  ketikan CD\MICROCAT dan tekan ENTER  ketikan ITEMAN dan tekan ENTER  akan keluar menu/header program iteman/microcat dan ada pertanyaan untuk memasukkan nama file input data (mis: TESDAT.TXT)  tulis nama file output (mis: HASIL1)  tulis nama file skor output (mis: HASIL2)  kalau berhasil akan muncul (ANALYSIS IS COMPLATELY)  ketikan EXIT dan tekan ENTER  hasilnya bias dibuka dengan NOTEPAD atau MS-Words.

2. Dengan WINDOWS BOX : Start  Programs  Windows Explorer  Microcat  Iteman tekan ENTER  akan keluar menu/header program iteman/microcat dan ada pertanyaan untuk memasukkan nama file input data (mis: TESDAT.TXT)  tulis nama file output (mis: HASIL1)  tulis nama file skor output (mis: HASIL2)  kalau berhasil akan muncul (ANALYSIS IS COMPLATELY)  tutup windows boxnya  hasilnya bias dibuka dengan NOTEPAD atau MS-Words.

Untuk lebih lengkapnya ibu dapat membaca buku terbitan Balitbang Depdikbud yang telah diberikan dikelas atau difotokopi.

Analisis Dengan Software Iteman

Filed under: 1 — Tags: — Fuddin Van Batavia @ 8:02 am

TITLE *** CONTOH DATA ITEMAN oleh : Isfarudi

10 O N 5
2314123412
4444444444
YYYYYYYYYY
ANISA1324132413
ALITA1241241242
BASRI2312312312
HASAN3213213213
PUTUT1341232314
DADAN1234123412
WAYAN1441431231
MARYO2223334124
ANISI4141323413
ALITI1241211242

TITLE *** CONTOH OUTPUT ITEMAN oleh : Isfarudi

MicroCAT ™ Testing System
Copyright (c) 1982, 1984, 1986 by Assessment Systems Corporation

Item and Test Analysis Program — ITEMAN ™ Version 2.02

Item analysis for data from file isf.dat Page 1

Item Statistics Alternative Statistics
———————– ———————————–
Seq. Scale Prop. Point Prop. Point
No. -Item Correct Biser. Biser. Alt. Endorsing Biser. Biser. Key
—- —– ——- —— —— —– ——— —— —— —

1 0-1 0.200 0.033 0.023 1 0.600 -0.167 -0.132
2 0.200 0.033 0.023 *
CHECK THE KEY 3 0.100 0.026 0.015
2 was specified, 4 works better 4 0.100 0.289 0.169 ?
Other 0.000 -9.000 -9.000

2 0-2 0.300 0.438 0.333 1 0.100 0.289 0.169
2 0.500 -0.174 -0.139
3 0.300 0.438 0.333 *
4 0.100 -0.763 -0.446
Other 0.000 -9.000 -9.000

3 0-3 0.200 0.363 0.254 1 0.200 0.363 0.254 *
2 0.200 0.033 0.023
CHECK THE KEY 3 0.100 1.000 0.631 ?
1 was specified, 3 works better 4 0.500 -0.752 -0.600
Other 0.000 -9.000 -9.000

4 0-4 0.200 1.000 0.716 1 0.500 -0.752 -0.600
2 0.100 0.553 0.323
3 0.200 -0.297 -0.208
4 0.200 1.000 0.716 *
Other 0.000 -9.000 -9.000

5 0-5 0.200 1.000 0.716 1 0.200 1.000 0.716 *
2 0.400 -0.550 -0.434
3 0.300 0.173 0.131
4 0.100 -0.763 -0.446
Other 0.000 -9.000 -9.000

6 0-6 0.200 0.858 0.600 1 0.300 0.040 0.030
2 0.200 0.858 0.600 *
3 0.400 -0.430 -0.339
4 0.100 -0.500 -0.292
Other 0.000 -9.000 -9.000

7 0-7 0.300 0.704 0.534 1 0.300 -0.890 -0.675
2 0.300 0.438 0.333
3 0.300 0.704 0.534 *
4 0.100 -0.500 -0.292
Other 0.000 -9.000 -9.000

8 0-8 0.300 0.969 0.736 1 0.100 -0.500 -0.292
2 0.400 -0.789 -0.622
3 0.200 0.198 0.139
4 0.300 0.969 0.736 *
Other 0.000 -9.000 -9.000

9 0-9 0.600 1.000 0.811 1 0.600 1.000 0.811 *
2 0.100 -0.500 -0.292
3 0.100 -0.763 -0.446
4 0.200 -0.627 -0.439
Other 0.000 -9.000 -9.000

10 0-10 0.400 0.287 0.226 1 0.100 -0.763 -0.446
2 0.400 0.287 0.226 *
CHECK THE KEY 3 0.300 0.438 0.333 ?
2 was specified, 3 works better 4 0.200 -0.462 -0.323
Other 0.000 -9.000 -9.000

MicroCAT ™ Testing System
Copyright (c) 1982, 1984, 1986 by Assessment Systems Corporation

Item and Test Analysis Program — ITEMAN ™ Version 2.02

Item analysis for data from file isf.dat

There were 10 examinees in the data file.

Scale Statistics
—————-

Scale: 0
——-
N of Items 10
N of Examinees 10
Mean 2.900
Variance 4.690
Std. Dev. 2.166
Skew 0.424
Kurtosis -1.030
Minimum 0.000
Maximum 7.000
Median 2.000
Alpha 0.659
SEM 1.265
Mean P 0.290
Mean Item-Tot. 0.495
Mean Biserial 0.665

5 1 Scores for examinees from file isf.dat

ANISA 5.00
ALITA 1.00
BASRI 5.00
HASAN 3.00
PUTUT 2.00
DADAN 7.00
WAYAN 0.00
MARYO 1.00
ANISI 4.00
ALITI 1.00

TITLE *** CONTOH PROGRAM RELIABILITA (NON-TEST) ***

data list fixed/ nomor 1-2 butir01 to butir15 4-18.
value labels butir01 to butir15 1 ’sangat tak setuju’ 2 ‘tak setuju’ 3 ’setuju’
4 ’sangat setuju’.
begin data. 01 441423433443234
02 232324433443334
03 333413433343434
04 331413331444434
05 222433343333344
06 221113323233232
07 231433333444332
08 434443333433333
09 342444334434334
10 322422444343344
11 332323443244444
12 433243334244342
13 434334343443344
14 322424434343344
15 222433333433334
16 232444334343332
17 422441243433334
18 321314433343442
19 422343333433334
20 133423434133332
21 331433444333333
22 221114434444444
23 231113333433332
24 211233433233234
25 331324433344334
26 221324444444344
27 333333333333333
28 333223333333232
29 242234443233234
30 433444244441344
end data.

reliability variabels=butir01 to butir15 /scale(overall)=all/statistics=descriptives scale/model=alpha/summary=total.

Hasil Analisis Regresi

Filed under: 1 — Tags: — Fuddin Van Batavia @ 8:01 am

TITLE *** CONTOH PROGRAM DAN HASIL ANALISIS REGRESI ***

Regression variables=sex verbal abstrak kompre/ statistics/
dependent=kompre/method=enter/method=stepwise/descriptives.

METODE ENTER (SEMUA VARIABEL BEBAS DIMASUKAN DALAM MODEL)

* * * * M U L T I P L E R E G R E S S I O N * * * *

Mean Std Dev Label
SEX 1.680 .476 jenis kelamin
VERBAL 25.040 7.436 kemampuan berfikir verbal
ABSTRAK 24.320 7.471 kemampuan berfikir abstrak
KOMPRE 13.800 3.674 kemampuan membaca komprehensif

N of Cases = 25

Correlation:
SEX VERBAL ABSTRAK KOMPRE
SEX 1.000 -.243 .030 -.276
VERBAL -.243 1.000 .626 .642
ABSTRAK .030 .626 1.000 .358
KOMPRE -.276 .642 .358 1.000

Equation Number 1 Dependent Variable..
KOMPRE kemampuan membaca komprehe

Block Number 1. Method: Enter

Variable(s) Entered on Step Number
1.. ABSTRAK kemampuan berfikir abstrak
2.. SEX jenis kelamin
3.. VERBAL kemampuan berfikir verbal

Multiple R .65477
R Square .42873
Adjusted R Square .34712
Standard Error 2.96882

Analysis of Variance
DF Sum of Squares Mean Square F Signif F
Regression 3 138.90773 46.30258 5.25335 .0073
Residual 21 185.09227 8.81392

—————— Variables in the Equation ——————

Variable B SE B Beta T Sig T

ABSTRAK -.018282 .107194 -.037171 -.171 .8662
SEX -.928384 1.352246 -.120297 -.687 .4999
VERBAL .314448 .110987 .636364 2.833 .0100
(Constant) 7.930508 3.458008 2.293 .0322

End Block Number 1 All requested variables entered.

METODE STEPWISE (VARIABEL BEBAS SIGNIFIKAN MASUK DALAM MODEL)

* * * * M U L T I P L E R E G R E S S I O N * * * *

Equation Number 1 Dependent Variable..
KOMPRE kemampuan membaca komprehe

Block Number 2. Method: Stepwise
Criteria PIN .0500 POUT .1000

Variable(s) Removed on Step Number
4.. ABSTRAK kemampuan berfikir abstrak

Multiple R .65417
R Square .42794
Adjusted R Square .37593
Standard Error 2.90257

Analysis of Variance
DF Sum of Squares Mean Square F Signif F
Regression 2 138.65137 69.32568 8.22863 .0021
Residual 22 185.34863 8.42494

—————— Variables in the Equation ——————

Variable B SE B Beta T Sig T

SEX -.983996 1.283055 -.127503 -.767 .4513
VERBAL .302082 .082152 .611338 3.677 .0013
(Constant) 7.888977 3.372448 2.339 .0288

————- Variables not in the Equation ————-

Variable Beta In Partial Min Toler T Sig T

ABSTRAK -.037171 -.037190 .539226 -.171 .8662

* * * * M U L T I P L E R E G R E S S I O N * * *

Variable(s) Removed on Step Number
5.. SEX jenis kelamin

Multiple R .64237
R Square .41264
Adjusted R Square .38711
Standard Error 2.87647

Analysis of Variance

DF Sum of Squares Mean Square F Signif F
Regression 1 133.69615 133.69615 16.15843 .0005
Residual 23 190.30385 8.27408

—————— Variables in the Equation ——————

Variable B SE B Beta T Sig T

VERBAL .317417 .078964 .642373 4.020 .0005
(Constant) 5.851872 2.059259 2.842 .0092

————- Variables not in the Equation ————-

Variable Beta In Partial Min Toler T Sig T

SEX -.127503 -.161364 .940756 -.767 .4513
ABSTRAK -.073254 -.074532 .608025 -.351 .7293

End Block Number 2 PIN = .050 Limits reached.

This procedure was completed at 7:57:40
finish.

End of Include file.

Analisis Komparasi

Filed under: 1 — Tags: — Fuddin Van Batavia @ 8:00 am

TITLE *** CONTOH PROGRAM DAN HASIL UJI t oleh : Isfarudi

PROGRAM UJI t (MEMBANDINGKAN ANTAR KELOMPOK)

t-test groups = sex(1,2)/
variabels = abstrak.

t-tests for independent samples of SEX jenis kelamin

Number
Variable of Cases Mean SD SE of Mean
—————————————————————
ABSTRAK berfikir abstrak

pria 8 24.0000 9.103 3.218
wanita 17 24.4706 6.884 1.670
—————————————————————

Mean Difference = -.4706

Levene’s Test for Equality of Variances: F= 1.669 P= .209

t-test for Equality of Means 95%
Variances t-value df 2-Tail Sig SE of Diff CI for Diff
—————————————————————–
Equal -.14 23 .887 3.270 (-7.238, 6.296)
Unequal -.13 10.93 .899 3.626 (-8.453, 7.511)
—————————————————————–

PROGRAM UJI t (MEMBANDINGKAN ANTAR VARIABEL)

t-test pairs = abstrak with verbal.

– - – t-tests for paired samples – - -

Number of 2-tail
Variable pairs Corr Sig Mean SD SE of Mean
——————————————————————–
ABSTRAK berfikir abstrak 24.3200 7.471 1.494
25 .626 .001
VERBAL kemampuan berfikir verbal 25.0400 7.436 1.487
——————————————————————–

Paired Differences |
Mean SD SE of Mean | t-value df 2-tail Sig
——————————-|—————————-
-.7200 6.445 1.289 | -.56 24 .582
95% CI (-3.381, 1.941) |

PROGRAM ANOVA (ONEWAY)

oneway variabels = abstrak by semester(1,4)/
ranges = lsd(.05)/
statistics = all.

– - – - – - – - – - O N E W A Y – - – - – - – - – -

Variable ABSTRAK berfikir abstrak
By Variable SEMESTER tahun akademik

Analysis of Variance

Sum of Mean F F
Source D.F. Squares Squares Ratio Prob.

Between Groups 3 106.1067 35.3689 .6022 .6208

Within Groups 21 1233.3333 58.7302

Total 24 1339.4400

Standard 95 Pct Conf Int
Group Count Mean Devi Error Min Max for Mean

Grp 1 6 21.67 7.94 3.24 13.00 31.00 13.33 To 30.00
Grp 2 4 22.00 8.75 4.37 11.00 30.00 8.06 To 35.93
Grp 3 5 26.00 8.86 3.96 15.00 36.00 14.99 To 37.00
Grp 4 10 26.00 6.44 2.03 14.00 33.00 21.38 To 30.61

Total 25 24.32 7.47 1.49 11.00 36.00 21.23 To 27.40

Levene Test for Homogeneity of Variances

Statistic df1 df2 2-tail Sig.
.3993 3 21 .755

Multiple Range Test

LSD Procedure
Ranges for the .050 level -

2.94 2.94 2.94

The ranges above are table ranges.
The value actually compared with Mean(J)-Mean(I) is..
5.4190 * Range * Sqrt(1/N(I) + 1/N(J))

No two groups are significantly different at the .050 level

PROGRAM ANOVA

anova variabels = abstrak by semester(1,4) with formal/
statistics = all.

* * * C E L L M E A N S * * *

ABSTRAK berfikir abstrak
BY SEMESTER tahun akademik

TOTAL POPULATION

24.32
( 25)

SEMESTER
1 2 3 4
21.67 22.00 26.00 26.00
( 6) ( 4) ( 5) ( 10)

* * * A N A L Y S I S O F V A R I A N C E * * *

ABSTRAK berfikir abstrak
BY SEMESTER tahun akademik
WITH FORMAL kemampuan menalar formal

Sum of Mean Signif
Source of Variation Squares DF Square F of F

Covariates 89.016 1 89.016 1.567 .225
FORMAL 89.016 1 89.016 1.567 .225

Main Effects 114.224 3 38.075 .670 .580
SEMESTER 114.224 3 38.075 .670 .580

Explained 203.240 4 50.810 .894 .486

Residual 1136.200 20 56.810

Total 1339.440 24 55.810

Covariate Raw Regression Coefficient
FORMAL .953

25 Cases were processed.
0 Cases ( .0 PCT) were missing.

* * * MULTIPLE CLASSIFICATION ANALYSIS * * *

ABSTRAK berfikir abstrak
By SEMESTER tahun akademik
With FORMAL kemampuan menalar formal

Grand Mean = 24.32 Adjusted for
Adjusted for Independents
Unadjusted Independents + Covariates
Variable + Category N Dev’n Eta Dev’n Beta Dev’n Beta

SEMESTER
1 smt ii 6 -2.65 -2.62
2 smt iv 4 -2.32 -2.62
3 smt vi 5 1.68 1.68
4 smt viii 10 1.68 1.78
.28 .29

Multiple R Squared .152
Multiple R .390

finish.

Blog at WordPress.com.