RSS

Kepuasan Kerja

15 Mar

a. Pengertian kepuasan Kerja
Sasaran penting dalam rangka manajemen sumber daya manusia adalah terciptanya kepuasan kerja anggota organisasi yang bersangkutan. Dengan kepuasan kerja diharapkan pencapaian tujuan organisasi akan lebih akurat, memberikan motivasi agar dicapai kepuasan kerja bagi para karyawan. Kepuasan kerja menjadi masalah yang cukup menarik karena terbukti besar manfaatnya bagi kepentingan individu, industri dan masyarakat. Bagi individu, kepuasan kerja memungkinkan timbulnya usaha-usaha peningkatan kebahagiaan hidup. Bagi industri akan meningkatkan produksi dan pengurangan biaya melalui perbaikan sikap dan tingkah laku karyawan.
Sejalan dengan pendapat di atas, Locke yang dikutip oleh Munandar, tenaga kerja yang puas dengan pekerjaannya merasa senang dengan pekerjaannya.Kemudian perasaan-perasaan yang berhubungan dengan kepuasan atau ketidakpuasan kerja cenderung lebih mencerminkan penaksiran dari tenaga kerja tentang pengalaman-pengalaman kerja pada waktu sekarang dan lampau daripada harapan-harapan untuk masa yang akan datang. Dari batasan Locke diatas dapat disimpulkan adanya dua unsur penting dalam kepuasan kerja, yaitu nilai-nilai pekerjaan dan kebutuhan dasar. Nilai pekerjaan merupakan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan tugas pekerjaan ; yang ingin dicapai apabΓ­la nilai pekerjaan yang dianggap penting oleh individu. Dikatakan selanjutnya nilai-nilai pekerjaan harus sesuai atau membantu pemenuhan kebutuhan dasar Dengan demikian kepuasan kerja hasil dari tenaga kerja yang berkaitan dengan motivasi kerja.
Rivai Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual. Individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Makin tinggi penilaian terhadap kegiatan yang dirasakan sesuai dengan keinginan individu, maka makin tinggi kepuasannya terhadap kegiatan tersebut. Dengan demikian, kepuasan merupakan evaluasi yang menggambarkan seseorang atas perasaan sikapnya senang atau tidak senang, puas atau tidak puas dalam bekerja
Teori tentang kepuasan kerja yang cukup dikenal adalah :
1) Teori Ketidaksesuaian, teori ini mengukur kepuasan kerja seseorang dengan menghitung selisih antara sesuatu yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan,sehingga apabila kepuasannya diperoleh melebihi dari yang diinginkan, maka orang akan menjadi lebih puas lagi. Kepuasan kerja seseorang tergantung pada selisih antara sesuatu yang dianggap akan didapatkan dengan apa yang dicapai.
2) Teori Keadilan, teori ini mengemukakan bahwa orang akan merasa puas atau tidak puas, tergantung pada ada atau tidaknya keadilan dalam suatu situasi, khususnya situasi kerja. Menurut teori ini komponen utama dalam teori keadilan adalah input,hasil, keadilan dan ketidak adilan. Input adalah faktor bernilai bagi karyawan yang dianggap mendukung pekerjaannya, seperti pendidikan, pengalaman, kecakapan, jumlah tugas dan peralatan atau perlengkapan yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaannya. Hasil adalah sesuatu yang dianggap bernilai oleh seorang karyawan yang diperoleh dari pekerjaannya, seperti upah/gaji, keuntungan sampingan, simbol, status, penghargaan dan kesempatan untuk berhasil atau aktualisasi, sedangkan orang selalu membandingkan dapat berupa seseorang diperusahaan yang sama atau di tempat lain. Menurut teori ini setiap karyawan akan membandingkan rasio input hasil dirinya dengan rasio input hasil orang lain. Bila perbandingan itu tidak seimbang tetapi menguntungkan bisa menimbulkan kepuasan, tetapi bisa pula tidak. Tetapi bila perbandingan itu tidak seimbang akan timbul ketidakpuasan.
3) Teori dua Faktor, menurut teori ini kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja itu merupakan hal berbeda. Kepuasan dan ketidakpuasan terhadap pekerjaan itu bukan variabel yang kontinyu. Teori ini merumuskan karakteristik pekerjaan menjadi suatu kelompok yaitu satifies atau motivator dan dissatifies. Satifies ialah faktor atau situasi yang dibutuhkan sebagai sumber kepuasan kerja yang terdiri dari : pekerjaan yang menarik, penuh tantangan, ada kesempatan untuk berprestasi, kesempatan memperoleh penghargaan dan promosi. Terpenuhinya faktor tersebut akan menimbulkan kepuasan, namun tidak terpenuhinya faktor ini tidak selalu mengakibatkan ketidakpuasan. Dissatifies adalah faktor yang menjadi faktor ketidakpuasan yang terdiri dari : gaji/upah, pengawasan, hubungan antar-pribadi, kondisi kerja dan status. Faktor ini diperlukan untuk memenuhi dorongan biologis serta kebutuhan dasar karyawan

b. Indikator Kepuasan Verja
Secara teoretis faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja sangat banyak jumlahnya, seperti gaya kepemimpinan, produktivitas kerja, perilaku, pemenuhan harapan penggajian dan efektifitas kerja. Faktor yang biasanya digunakan untuk mengukur kepuasan kerja adalah : isi perkerjaan, penampilan tugas pekerjaan yang aktual dan sebagai kontrol terhadap pekerjaan, supervisi, organisasi dan manajemen, kesempatan untuk maju, rekan kerja kondisi pekerjaan.
Selain itu, menurut Job Descreptive Index faktor penyebab kepuasan kerja ialah : bekerja pada tempat yang tepat, pembayaran yang sesuai, organisasi dan manajemen, supervisi pada pekerjaan yang tepat dan orang yang berada dalam pekerjaan tepat. Salah satu cara untuk menentukan apakah pekerja puas dengan pekerjaannya ialah dengan membandingkan pekerjaan mereka dengan beberapa pekerjaan ideal tertentu.

c. Pengukuran Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja adalah bagaimana orang merasakan pekerjaan dan aspek-aspeknya. Ada beberapa alasan mengapa perusahaan harus benar-benar memperhatikan kepuasan kerja, yang dapat dikategorikan sesuai dengan fokus karyawan atau perusahaan, yaitu :
a) Manusia berhak diperlakukan dengan adil dan hormat, pandangan ini menurut perspektif kemanusian. Kepuasan kerja meupakan perluasan refleksi perlakuan yang baik. Penting juga memperhatkan indikator emosional atau kesehatan psikologis.
b) Perspektif kemanfaatan, bahwa kepuasan kerja dapat menciptakan perilaku yang mempengaruhi fungsi-fungsi perusahaan. Perbedaan kepuasan kerja antara unit-unit organisasi dapat mendiagnosis potensi persoalan. Perusahaan yang percaya bahwa karyawan dapat dengan muah diganti dan tidak berinvetasi dibidang karyawan maka akan menghadapi bahaya. Biasanya berakibat tingginya turnover, diiringi dengan membengkaknya biaya pelatihan, gaji akan muncul perilaku yang sama dikalangan karyawan, yaitu mudah berganti-ganti perusahaan dan dengan demikian kurang loyal.
Selain di atas, faktor berikut ini mempengaruhi kepuasan karyawan dalam bekerja. Probabilita keberhasilan pelaksanaan dipandang oleh seseorang dalam berbagai cara. Sebagai seseorang yang akan melakukan kegiatan para karyawan tersebut akan menilai kemampuanya, baik pengetahuan maupun ketrampilan, untuk memperkenalkan apakah ia akan mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik atau tidak. Sehingga bisa memperoleh imbalan yang diinginkan. Bagaimana dukungan dari atasannya agar ia bisa berhasil dan sejauh mana kerjasama dengan rekan-rekannya akan membantu keberhasilannya. Atau, sejauhmana ia bisa memperoleh perlengkapan yang diperlukan dan berapa lama waktu yang tersedia untuk menjalankan pekerjaan tersebut apabila nilai manfaat yang akan diperoleh dan probabilita keberhasilan pekerjaan tampak positif. Karyawa tersebut umumnya memutuskan untuk melakukan kegiatan demi mencapai imbalan yang diinginkan .
Apabila karyawan tersebut menjalankan sesuai dengan isyarat maka ia seharusnya menerma hadiah yang dijanjikan. Sewaktu ia menerima imbalan tersebut, motifnya terpuaskan dan kepercayaan ia pada pola yang sama di masa yang akan datang diperkuat. Apakah ia bekerja dengan baik, tetapi menerima imbalan yang kurang dari yang dijanjikan, ia akan menjadi kurang bersemangat untuk masa-masa yang akan datang.
Sebaliknya, ia tidak bisa menjalankan dengan baik, dan tidak menerima imbalan, akibatnya mungkin berbeda. Kemungkinan yang pertama, ia menjadi tidak percaya diri, mungkin dendam dengan faktor-faktor lainnya yang dirasa menjadi penyebab. Ia tidak mau lagi melakukan sesuatu yang sama, jikalau ia tidak merasa mampu seratus persen berhasil.
Kemungkinan lainnya adalah ia meningkatkan usahanya untuk mengatasi kegagalan tersebut. Dengan usaha yang bertambah mungkin ia bisa mengatasi kegagalan di masa lampau. Karenanya proses tersebut bisa dimulai kembali. Apabila prestasi cukup dan tidak dikenakan hukuman yang terjadi adalah kepuasan belum tentu terealisir. Untuk itu individu tersebut akan melakukan evaluasi terhadap kelayakan hadiah. Ia akan membandingkan dengan usaha yang telah dikeluarkan untuk mencapai hadiah tersebut. Setelah itu, apabila ia merasa cukup, maka ia akan memperoleh kepuasan. Sebaliknya, jika tidak ia akan menjadi kritis untuk masa yang akan datang. Apabila ia puas sebenarnya proses yang sama akan dilakukannya lagi.

d. Dampak dari Kepuasan dan Ketidakpuasan Kerja
Dampak perilaku kepuasan dan ketidakpuasan kerja telah banyak diteliti dan dikaji. Berikut beberapa dampak kepuasan kerja terhadap produktivitas, ketidakhadiran dan keluarnya pegawai dan dampaknya terhadap kesehatan
a) Dampak terhadap Produktivitas
Pada mulanya orang berpendapat bahwa produktivitas dapat dinaikan dengan menaikan kepuasan kerja. Hasil penelitian tidak mendukung pandangan ini. Hubungan antara produktivitas dan kepuasan kerja sangat kecil. Akhir-akhir ini terdaat pandangan bahwa kepuasan kerja mungkin merupakan akibat, dan bukan merupakan sebab dari produktivitas. Produktivitas yang tinggi menyebabkan peningkatan dari kepuasan kerja hanya jika tenaga kerja mempersepsikan bahwa ganjaran ekstrinsik (misalnya gaji) yang diterima kedua-duanya adil dan wajar dan diasosiakan dengan unjuk kerja yang unggul. Jika tenaga kerja tidak mempersepsikan ganjaran intrinsik dan ekstrinsik berasosiasi dengan unjuk kerja, maka kenaikan dalam unjuk kerja tidak akan berkorelasi dengan kenaikan dalam kepuasan kerja.
b) Dampak terhadap Ketidakhadiran
Ketidakhadiran dan berhenti bekerja merupakan jenis jawaban yang secara kualitatif berbeda. Ketidakhadiran lebih spontan sifatnya dengan demikian kurang mungkin mencerminkan ketidakpuasan kerja. Lain halnya dengan berhenti atau keluar dari perkerjaan. Perilaku ini karena akan mempunyai akibat ekonomis yang besar, maka lebih besar kemungkinannya ia berhubungan dengan ketidakpuasan kerja. Besar kemungkinan ia berhubungan dengan ketidapuasan kerja.
c) Dampak terhadap Kesehatan
Ada beberapa bukti tentang adanya hubungan kepuasan kerja dengan kesehatan fisik dan mental. Dari satu kajian longitudinal disimpulkan bahwa unsur dari kepuasan kerja merupakan peramal yang baik bagi longevity atau panjang umur atau rentang kehidupan.
Salah satu temuan yang penting dari kajian tentang kesehatan mental dan kepuasan kerja, bahwa untuk semua tingkatan jabatan, persepsi dari tenaga kerja bahwa pekerjaan mereka menuntut penggunaan efektif dari kecakapan mereka berkaitan dengan skor mental yang tinggi. Skor-skor ini juga berkaitan dengan tingkat dari kepuasan kerja dan tingkat dari jabatan.
Meskipun jelas bahwa kepuasan kerja berhubungan dengan kesehatan,hubungan kausalnya masih tidak jelas. Diduga bahwa kepuasan kerja menunjang tingkat dari fungsi fisik dan mental dan kepuasan sendiri merupakan tanda dari kesehatan. Tingkat dari kepuasan kerja dan kesahatan mungkin saling mengukuhkan sehingga peningkatan dari satu dapat meningkatkan yang lain dan sebaliknya penurunan yang satu mempunyai akibat yang negatif juga pada yang lain.
Berdasarkan eksplorasi yang cukup terintegrasi dari beberapa teori tersebut di atas, maka dapat dikonklusikan pengertian tentang kepuasan kerja guru yang disintesiskan sebagai berikut Kepuasan kerja adalah perasaan sesorang terhadap pekerjaaannya, yaitu konsepsi kepuasan kerja sebagai hasil interaksi manusia dengan lingkungan kerjanya dan perasaan seseorang terhadap pekerjaan sekaligus merupakan refleksi dari sikapnya terhadap pekerjaan.
Variabel Kepuasan kerja guru ini melibatkan Indikator komunikasi interpersonal kepala sekolah adalah :
a) Pekerjaan yang penuh tantangan
b) Penghargaan
c) Jaminan kerja
d) Pengupahan dan gaji
e) Kesempatan promosi
f) Kondisi fisik kerja
g) Sikap rekan kerja yang baik

 
 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: