RSS

1.153 Siswa Ikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2016 di Malang 24 Mei 2016


LKS SMK

Malang, Kemendikbud — Sebanyak 1.153 siswa berprestasi yang berasal dari berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia hadir di pembukaan Lomba Kompetensi Siswa SMK (LKS SMK) 2016 di Universitas Negeri Malang (23/5/2016). Mereka merupakan peserta LKS SMK 2016 yang pada tahun ini diadakan di Malang, Jawa Timur pada tanggal 23 s.d 28 Mei 2016.

Dalam acara pembukaan LKS 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan kepada para peserta bahwa mereka adalah generasi awal Indonesia yang bisa menjawab pertanyaan tentang apa yang akan muncul dan terjadi di masa depan. “Karena Anda dari awal dididik dan dilatih untuk berkarya, untuk memiliki karya, memiliki kompetensi menghasilkan sesuatu. Anda InsyaAllah akan menjadi benar-benar pionir Indonesia,” katanya.

Mendikbud juga berpesan kepada peserta agar berkompetisi secara sportif dan kepada dewan juri agar menjaga Integeritas, kejujuran, dan proses meritokrasi. “Ingat! Tidak ada musuh. Yang ada adalah lawan. Musuh hadir saling meniadakan. Lawan hadir saling menguatkan,” ujarnya.

Selain itu, tak lupa Mendikbud menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Walikota Malang dan warga Malang atas partisipasi mereka menjadi pionir dalam program “Keluarga Sebangsa”. Keluarga Sebangsa adalah istilah di mana siswa peserta LKS dan pameran tinggal di rumah warga bersama dengan guru pengampunya.

Kemudian dengan didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Anggota Komisi X DPR RI, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Walikota Malang, Walikota Batu, Rektor Universitas Negeri Malang, Dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan Kepala BNSP, Menteri Anies membuka secara resmi LKS SMK 2016 dengan pemukulan Gong Virtual yg dibuat oleh siswa-siswi SMK.

Pelaksanaan LKS ke-24 ini merupakan hasil kerja sama Kemendikbud dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta 83 SMK se-Malang Raya sebagai penanggung jawab penyediaan bahan dan alat lomba sesuai dengan bidang lomba yang dipertandingkan.

“Pada penyelenggaraan tahun ini alumni dari WSC tahun 2011 di London, UK, dan alumni WSC tahun 2013 di Leipzig, Jerman serta Alumni WSC tahun 2015 di Sao Paulo, Brazil akan menjadi relawan untuk show skills, serta pendamping para tamu meninjau lokasi lomba dan pameran,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad saat memberikan laporan.

Dalam LKS SMK 2016 akan ada 54 bidang yang dilombakan, yang terbagi atas enam kelompok, yaitu teknologi, bisnis dan pariwisata, pertanian, kriya, seni, serta eksibisi. Sebagian besar lomba diadakan secara terpusat di Universitas Negeri Malang. (Desliana Maulipaksi-AS)

Sumber :

http://platform.twitter.com/widgets/tweet_button.c5094533286f08172435cb9c1efe2915.en.html#dnt=false&id=twitter-widget-0&lang=en&original_referer=http%3A%2F%2Fwww.kemdikbud.go.id%2Fmain%2Fblog%2F2016%2F05%2F1153-siswa-ikuti-lomba-kompetensi-siswa-lks-smk-2016-di-malang&size=m&text=Sebanyak%201.153%20siswa%20berprestasi%20yang%20berasal%20dari%20berbagai%20Sekolah%20Menengah%20Kejuruan%20(SMK)%20di%20Indonesia%20hadir%20di%20pembukaan%20Lomba%20Kompetensi%20Siswa%20SMK%20(LKS%20SMK)%202016%20di%20Universitas%20Negeri%20Malang%20(23%2F5%2F2016).%20Mereka%20merupakan%20peserta%20LKS%20SMK%202016%20yang%20pada%20tahun%20ini%20diadakan%20di%20Malang%2C%20Jawa%20Timur%20pada%20tanggal%2023%20s.d%2028%20Mei%202016.&time=1465318280966&type=share&url=http%3A%2F%2Fwww.kemdikbud.go.id%2Fmain%2Fblog%2F2016%2F05%2F1153-siswa-ikuti-lomba-kompetensi-siswa-lks-smk-2016-di-malang
Penulis : Aji Shahwin
Editor : Anandes Langguana

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 8, 2016 in Informasi

 

Rekapitulasi Hasil LKS XXIV Tahun 2016 di Malang


Senin, 30 Mei 2016 00.43 oleh Yuli Setiawan

Lampiran rekap perolehan medali di LKS XXIV Tahun 2016 di Malang, dapat diunduh di tautan ini: http://psmk.kemdikbud.go.id/uploads/documents/rekap_medali_lks_xxiv_2016.pdf

Anda dapat melihat perolehan medali per bidang lomba di laman ini: http://psmk.kemdikbud.go.id/LKS_2016

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 8, 2016 in Informasi

 

DKI Jakarta Kembali Raih Juara Umum LKS SMK 2015


Tanggal:
Sun, 06/14/2015 – 10:34
Intro:

Kontingen asal DKI Jakarta kembali meraih gelar juara umum dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional 2015. Keberhasilan ini membuat provinsi tersebut secara hattrick merebut gelar juara umum berturut-turut selama tiga tahun terakhir: 2013, 2014, dan 2015.

Isi:
Tangerang, Kemendikbud — Kontingen asal DKI Jakarta kembali meraih gelar juara umum dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional 2015. Keberhasilan ini membuat provinsi tersebut secara hattrick merebut gelar juara umum berturut-turut selama tiga tahun terakhir: 2013, 2014, dan 2015. Tahun ini DKI Jakarta berhasil membawa pulang piala juara 1 terbanyak di antara provinsi lainnya, yaitu 15 piala, sembilan piala juara 2, dan sembilan piala juara 3.
Di tempat kedua perolehan piala terbanyak diraih provinsi Jawa Tengah dengan 11 piala juara 1, delapan piala juara 2, dan delapan piala juara 3. Sementara di posisi ketiga ditempati oleh provinsi Jawa Timur dengan sembilan piala juara 1, sepuluh piala juara 2, dan enam piala juara 3. Pengumuman pemenang dan gelar juara umum itu dilakukan saat penutupan LKS SMK tingkat nasional XXIII dan Pameran Hasil Karya Siswa SMK 2015 di Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Banten, Sabtu (13/6) malam.
Bunyi sirene seketika membahana saat Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Achmad Jazidie menekan tombol tanda ditutupnya ajang kompetisi tahunan tersebut. Jazidie didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Staf Khusus Gubernur Banten bidang Kemasyarakatan dan SDM, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
Direktur Pembinaan SMK, Ditjen Dikmen, Kemendikbud, Mustaghfirin Amin melaporkan, kegiatan yang dibuka sejak Selasa (9/6) dan berlangsung hingga Jumat (12/6) itu dapat berjalan dengan lancar. Tahun ini, lanjut Mustaghfirin, merupakan LKS dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu melibatkan lebih dari 2.000 orang, terdiri atas peserta lomba, juri, guru pendamping, dan model. “LKS SMK tahun ini juga istimewa karena hadir di antara para peserta, siswa SMK yang dipersiapkan untuk mengikuti World Skills Competition di Brazil tahun ini,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Mustaghfirin menyampaikan ucapan terima kasih apresiasi yang tinggi kepada dunia usaha dan industri yang telah memberikan kesempatan bagi para juara untuk menjadi karyawan. Ucapan yang sama juga ditujukan bagi sejumlah perguruan tinggi yang memberikan memberikan kesempatan bagi para juara 1 untuk mendaftar dan menjadi calon guru SMK.
Sementara itu Jazidie dalam sambutannya mengaku bangga atas prestasi yang diperoleh siswa-siswa terbaik SMK. Ia juga bangga karena seluruh 34 provinsi di Indonesia mengirimkan perwakilannya dalam setiap bidang lomba. “Untuk itu saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan sedalam-dalamnya kepada para guru pembimbing yang telah menpersiapkan siswanya untuk berkompetisi di LKS ini,” ucap Jazidie.
LKS SMK melombakan 52 bidang lomba yang terbagi dalam lima kelompok besar, yaitu teknologi; bisnis dan pariwisata; pertanian; seni; serta kriya. Sebagian besar lomba diselenggarakan di ICE Tangerang, Banten, sementara enam bidang lomba lainnya dilaksanakan di sejumlah sekolah. Selain juara 1, 2, 3, harapan 1, dan harapan 2, dalam kompetisi ini juga diberikan penghargaan Medal of Excellent bagi peserta LKS SMK yang nilainya memenuhi standar internasional. (Ratih Anbarini)
Foto:

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 26, 2015 in Informasi

 

DKI Juara Umum Lomb Kompetensi Siswa (LKS) Tahun 2015


TANGERANG – Kontingen asal DKI Jakarta kembali meraih gelar juara umum dalam lomba kompetensi siswa (LKS) SMK tingkat nasional 2015. Keberhasilan kali ini membuat tim dari Ibu Kota secara hattrick menyabet gelar juara umum berturut-turut selama tiga tahun terakhir yakni 2013, 2014, dan 2015.

Bahkan, tahun ini DKI Jakarta berhasil membawa pulang piala juara 1 terbanyak di antara provinsi lainnya, yaitu 15 piala, sembilan piala juara 2, dan sembilan piala juara 3.

Di tempat kedua perolehan piala terbanyak diraih provinsi Jawa Tengah dengan 11 piala juara 1, delapan piala juara 2, dan delapan piala juara 3. Sementara di posisi ketiga ditempati oleh provinsi Jawa Timur dengan sembilan piala juara 1, sepuluh piala juara 2, dan enam piala juara 3.

LKS SMK 2015 melombakan 52 bidang pertandingan yang terbagi dalam lima kelompok besar, yaitu teknologi; bisnis dan pariwisata; pertanian; seni; serta kriya. Pengumuman pemenang dan gelar juara umum itu dilakukan saat penutupan LKS SMK tingkat nasional XXIII dan pameran hasil karya siswa SMK 2015 di Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Banten, Sabtu 13 Juni 2015.

Direktur Pembinaan SMK Ditjen Dikmen Kemendikbud, Mustaghfirin Amin mengatakan, LKS tahun ini dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu melibatkan lebih dari sebanyk 2.000 orang, terdiri atas peserta lomba, juri, guru pendamping, dan model.

“LKS SMK tahun ini juga istimewa karena hadir di antara para peserta, siswa SMK yang dipersiapkan untuk mengikuti World Skills Competition di Brasil tahun ini,” tuturnya sebagaimana dilansir kemdiknas.go.id hari ini.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Achmad Jazidie mengaku bangga atas prestasi yang diperoleh siswa-siswa terbaik SMK. Ia juga bangga karena 34 provinsi di Indonesia mengirimkan perwakilannya dalam setiap bidang lomba.

“Untuk itu saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan sedalam-dalamnya kepada para guru pembimbing yang telah menpersiapkan siswanya untuk berkompetisi di LKS ini,” ucap Jazidie.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 26, 2015 in Informasi

 

Lomba Kompetensi Siswa (LKS) ke XXIII


http://www.ditpsmk.net/assets/berita/2015-06-03/informasi_seputar_lks.jpg

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 6, 2015 in Informasi

 

Inalillahi Wa Innailaihi Rajiun…


Inalillahi Wa Innailaihi Rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Pembantu Dekan FIP Universitas Negeri Jakarta Bapak Dr. Agus Sutiyono M.Si. Pada tanggal 22 Februari 2015 pukul 19.00 di RS Persahabatan Rawamangun. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 22, 2015 in Informasi

 

ASSESSMENT BERBASIS KELAS


Ringkasan Kuliah
Dosen : Bahrul Hayat, Phd
Burhanuddin Tola, MEd

Konsep Evaluasi : Proses secara sistematik penilaian suatu program, apakah berhasil
atau tidak
Objek Evaluasi : 1. Program : dilaksanakan Continue
2. Material : produk software pendidikan
3. Proyek : pelaksanaan ditentukan tenggat waktu

Pengembangan dari ilmu pengetahuan diperlukan Research
Tes jenisnya : a. Achievement Test ( tes harian )
b. Aptitude test ( potensi akademik )  Psycho test digunakan untuk
memprediksi keberhasilan siswa dalam mempelajari pokok bahasan
tertentu
Validitas : mengukur apa yang seharusnya di ukur , subjeknya : content , konstruksi tes, kriteria
Instrumen : harus di validitas dan apakah realibilitas ( r=0,8 baik sedangkan r=0,5 diragukan hasilnya
Faktor yang mempengaruhi Validitas Soal :
1. Petunjuk yang tidak jelas
2. kata dan kalimat sukar dimengerti
3. Ambigius ( double persepsi/makna)
4. Batas waktu yang tidak cukup
5. Tingkat kesukaran soal tidak tepat
6. Jelek konstruksi soalnya
7. Tidak tepat soal yang di ukur
8. Tes sangat pendek
9. Improper arragement of items
10. Identifiable pattern of answer

Ketika mengkonstruksi atau menyeleksi penilaian, terdapat 2 hal penting dalam validitas ;
1. Sejauh mana kita dapat menafsirkan skor yang tepat, berarti, bermanfaat dalam merespon hasilnya.
2. Apa konsekuensi penggunaan dan penafsiran yang dibuat dari hasil tersebut

Syarat-syarat tes yang baik ;
1. Mengukur satu dimensi
2. Realibilitasnya ( kehandalan tinggi )
3. Validitas memenuhi kriteria

Persyaratan instrumen penilaian ; validitas isi, konstruksi dan bahasa memenuhi syarat ;
1. Reliabilitas tinggi dan konsisten
2. Nilai komparasinya memenuhi syarat
3. Perwajahan (face) dokumen standar
4. Mampu memprediksi
5. Mudah penggunaannya.

Penilaian : merupakan suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa yang diperoleh melalui pengukuran untuk menganilisis atau menjelaskan unjuk kerja atau prestasi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang terkait.

Pengertian penilaian :
a. Penilaian (Assesment) yang merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi tentang pencapaian dan kemajuan belajar siswa, dan mengefektifkan penggunaan informasi tersebut untuk mencapai tujuan pendidikan.
b. Penilaian (Evaluasi) yang berarti kegiatan yang dirancang untuk mengukur keefektifan suatu sistem pendidikan secara keseluruhan.

Penilaian kelas ( Classroom basic assesment /CBA ) terdiri dari ;
– Measurement ( manusia tumbuh harus di ukur )
– Assessment
– Evaluation
– Testing
– Appriatial

Portofolio – inti penilaian di resumenya
Filosofinya :
– Semua pancaindera anak didik menjadi dinamis
– Menumbuhkan motivasi siswa untuk berani bertanya/diskusi
– Mendidik disiplin waktu bagi siswa
– Meningkatkan ketrampilan berkomunikasi antara guru dan siswa
– Menumbuhkan motivasi anak didik untuk menulis
– Menumbuhkan rasa percaya diri bagi setiap anak didik
– Meningkatkan kemampuan beradaptasi siswa terhadap lingkungan

Portofolio : A portofolio is more than a folder of student work, it is a deliberate, specipic collection of accoplishment.
Situasi Kelas ; kemampuan menggerakan sikap siswa

PERBEDAAN PORTOFOLIO DAN TESTING
ASPEK PORTOFOLIO TESTING
• Rentang Kompetensi
• Jangka Waktu
• Suasana penilaian
• Menilai diri
• Siapa menilai
• Fokus penilaian
• Kaitan KBM
• Bukti produk
• Pembuatan
• Peluang
• Pendekatan penilaian -Lebih luas
-Panjang
-Alami dan Wajar
-Tinggi
– Guru,Siswa dan Ortu
– Hasil dan perbaikan diagnostik
– Erat, satu kesatuan
– Jelas, otentik
-Lama
-Siswa ikut
-Kriteria
>Terbatas
>Singkat
>di ruang tertentu

>Skor

>Terbatas
>Siswa tidak ikut
>Norma/kriteria

Herman Aschbacher & Winter ( 1992 )
• Teori behavior ke teori kognitif ( proses hasil , Learning to learn skill )
• Paper pencil test to performance assessment ( ketrampilan komplek, aktual & kontekstual )
• Single occesion assessment to sample

Apakah penilaian berbasis kelas (PBK) itu ?
• Bagaimana siswa memperoleh hasil belajar lebih tinggi
• Bagaiaman guru mengajar lebih efektif

Tujuan penilaian di kelas ;
• Keeping track ( penelusuran )
• Checking up ( cek kelemahan )
• Finding out ( cari dan temukan penyebab )
• Summing up ( penyimpulan )

Kaitan penilaian kelas dan proses belajar mengajar (PBM) ;
Analisis &  Rencana  Proses  Penilaian kelas
Umpan balik Mengajar Belajar mengajar

Jenis skala sikap :
1. Skala Likert
2. Skala Thurstone untuk mengetahui sikap terhadap sesuatu hal,
3. Skala perbedaan semantik baik berupa mata pelajaran maupun kegiatan
4. Skala Bogardus – sikap sosial
5. Skala Chapin – keterlibatan siswa dalam organisasi

Kompetensi dasar : pernyataan minimal/memadai tentang pengetahuan ,ketrampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek/sub aspek mata pelajaran.
Kestabilan/keajekan skor :
• Internal – homogen butir soal, indeks dapat di ukur ( Chronbach, KR 20/21)
• Eksternal – Skor dengan kelompok lain relatif sama hasilnya, tes berulang-ulang ( indeks korelasi = ajek )

Preparing a test in classroom
1. Writing the question
2. Preparing items
3. Preparing a marking guide
4. Proof reading & review
5. Administering the test
6. Marking the test
7. Doing decission

Validitas dan Reliabilitas :
• Validitas – Mengukur apa yang sebanarnya di ukur ( validitas isi, validitas konstruk, validitas empirik ( internal dan eksternal )
• Reliabilitas – hasil pengukuran dapat dipercaya (konsisten )
a. Test – Retest
b. Alternative forms
c. Alternative forms (no time interval)
d. Split halves
e. KR 20/21
f. Score reliability

Ketika mengkonstruksi/menyeleksi penilaian, terdapat 2 hal penting dalam validitas ;
1. Sejauhmana kita dapat menafsirkan skor yang tepat, berarti, bermanfaat dalam menerapkan hasilnya ?
2. Apa konsekwensi penggunaan dan penafsiran yang dibuat hasil tersebut ?

Fungsi penilaian kelas : penilaian kelas yang di susun secara terencana dan sistematis oleh guru memiliki ;
• fungsi motivasi
• Fungsi belajar tuntas
• Fungsi sebagai indikator efektifitas pengajaran
• Fungsi umpan balik

Prinsif pengolahan penilaian kelas ;
• Mengacu kemampuan ( competency referenced )
• Berkelanjutan ( Continues )
• Didaktis
• Menggali informasi
• Melihat yang benar dan yang salah

Penilaian otentik ( Authentic Assessment )
• Matriks kompetensi belajar ( learning competency matrix ) atau pengalaman belajar
• Penilaian otektik berkelanjutan ( continues authentic assessment) atau penguasaan kompetensi

Karakteristik penilaian kelas ;
• Learned center  berpusat pada guru dan siswa
• Arahan guru  Wise & efektif dalam profesionalisme ( informasi penilaian)
• Menguntungkan siswa  partisipasi siswa ( skill )
• Formatif  perbaikan kualitas belajar
• Spesifik konteks  kebutuhan & karakteristik guru dan siswa
• On going  process ( feed back loop )
• Reated in good teaching practice  arah pembelajaran yang ideal

Untuk peningkatan Output/Outcome  ditekankan kepada pengembangan sistem penilaian / evaluasi, serta perlu dikembangkan instrumen penilaian.

Penentuan kriteria assessment : – domain , kompetensi dan skill ( angka yg di inginkan )
Norma penilaian ; idealnya digunakan kriteria, yg digunakan populasi

Kesalahan pen skoran penilaian ketrampilan ;
1. Masalah instrumen : – pedoman penskoran, sukar diamati (unobservable)
2. Masalah prosedural : – komponen terlalu banyak, pembandingan skor
3. Masalah penskor(rater) : – personal bias, cenderung nilai tinggi (generosity error),cenderung nilai rendah(severity error), Simpati pada peserta (halo effect/kurang objektif)

Prosedur tes praktik ;
1. Persiapan : alat/bahan, prosedur kerja, alat dan teknik menilai (pedoman)
2. Pelaksanaan : konstruksi alat/bahan, pelaksanaan kerja, perbaikan hasil
3. Hasil : laporan hasil, penafsiran hasil, penilaian hasil, ujian.

Reliabilitas :
1. Ketepatan suatu tes dalam pengukuran
2. Kestabilan skor yang diperoleh orang yang sama ketika di uji ulang dengan tes yang sama pada situasi yang berbeda
Cara menguji Reliabilitas ;
1. Metoda bentuk pararel ( Equivalent )
2. Tes ulang ( Test – Retest )
3. Metode belah dua

Tugas Kuliah :

Penilaian portofolio - dokumen folder berisi :
1. Ringkasan folder ( fortofolio ) 30
2. Daftar Isi 5
3. Langkah/jadwal kegiatan 5
4. Kumpulan informasi/data/artikel,
bacaan, foto/grafik, hasil wawancara
(diskusi, dll ) 20
5.Ringkasan masing-masing informasi data 20
6.Refensi 5
7.Presentasi 10
8.Pertunjukan 5

Prinsip penilaian berbasis kelas ;
1. Valid – mengukur apa yang seharusnya di ukur dengan menggunakan alat yang dapat dipercaya, tepat atau sahih.
2. Mendidik – memotivasi siswa untuk berhasil
3. Berorientasi pada kompetensi – pencapaian kompetensi sesuai kurikulum
4. Adil dan objektif – mempunyai kriteria yang jelas daam membuat keputusan dalam menerapkan angka dan nilai
5. Terbuka – kriteria penilaian difahami oleh berbagai kalangan
6. Berkesinambungan – dilakukan secara berencana, bertahap, teratur, terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan kemajuan belajar siswa.
7. Menyeluruh = mencangkup aspek kognitif, psikomotorik dan afektif serta berdasarkan pada berbagai teknik dan prosedur penilaian.
8. Bermakna – mudah difahami dan bisa ditindak lanjuti oleh fihak-fihak yang berkepentingan.

Catatan : harus memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi siswa untuk menunjukan apa yang mereka ketahui dan fahami, serta mendemontrasikan kemampuannya.

Hal terpenting dalam melakukan validitas ;
1. Ketepatan dalam menafsirkan hasil
2. Tingkat validitas
3. Selalu khusus dalam penggunaan atau penafsiran
4. “Unitary Concept” ( standart for educational & psychological testing)
5. Melibatkan “ Overall evaluative judgement”

Arti reliabilitas dalam penerapan testing dan assessment ;
1. Reliabilitas berhubungan penilaian instrumen berdasarkan hasil yang diperoleh
2. Estimasi reliabilitas selalu berhubungan dengan konsistensis
3. Realibilitas adalah perlu tetapi tidak cukup tanpa validitas
4. Reliabilitas didasarkan pada statistik

Kriteria Penilaian ketrampilan ( Assessment of practical skills );
1. Generalibility – tugas cukup memadai
2. Authenticity – tugas yang dihadapi sesuai dengan kehidupan sehari-hari
3. Multiplefacy – tugas mengukur lebih dari satu kemampuan
4. Teachability – tugas siswa relevan yang di ajarkan guru
5. Feasibility – tugas relevan untuk dilaksanakan
6. Scorability – tugas dapat di skor dengan akurat dan reliable

Langkah-langkah penulisan skor ketrampilan ;
1. Rumuskan soal dengan kalimat yang baik, tegas dan dengan batasan materi (ruang lingkup) yang jelas
2. Rumuskan soal yang mengacu pada indikator di kisi-kisi
3. Rumuskan soal dengan kalimat perintah, seperti ; Lakukan pemasangan….,bawakan pidato dengan thema……., peragakan puisi….., ceritakan kembali…………., operasikan kembali……….mainkan suling……)
4. Periksa kembali keterbacaan soal, apakah sudah jelas redaksinya dan tidak menimbulkan makna yang berbeda pada pembaca yang berbeda.

Pengembangan Instrumen ;
1. Tujuan test
2. Analisis kurikulum
3. Kisi-kisi tes
4. Spesifikasi soal
5. Penulisan soal
6. Revisi/telaah
7. Perakitan soal
8. Reproduksi test
9. Uji coba soal
10. Analisis soal
11. Seleksi dan perbaikan soal
12. Perakitan soal

Jenis sikap yang dinilai guru di kelas ;
1. Sikap terhadap mata pelajaran
2. Sikap positif terhadap kegiatan belajar
3. Sikap positif terhadap diri sendiri
4. Sikap rasa percaya
5. Sikap terhadap orang yang berbeda dengan kita

Langkah & Kriteria penyusunan skala sikap ;
1. Tentukan sikap yang di ukur
2. Rumuskan pernyataan lebih dan kurangnya
3. Tanggapan dari beberapa orang
4. Tentukan jumlah dan rumusan pilihan jawabannya
5. Tentukan cara penskoran

Penilaian sikap, menurut ;
1. Anastasi ( 1982 ), sikap sebagai kecendrungan untuk bertindak secara suka/tidak suka terhadap objek
2. Birrent (1981), sikap sebagai kumpulan evaluasi seseorang terhadap objek, orang, atau masalah tertentu, bagaimana kepribadian di ekspresikan
3. Chaiken & Stanger (1987), sikap adalah perpaduan antara afektif, kognitif dan psikomotorik
4. Fraenkel (1980), nilai dapat didefenisikan sebagai standar dari perbuatan, keindahan, atau harga yang di akui oleh seseorang
5. Coleman (1987), nilai adalah pertimbangan internal dan eksternal tentang sesuatu
6. Suprha (1987), nilai adalah kriteria untuk menentukan tingkat kebaikan, harga dan keindahan

Pengukuran sikap ;
1. Observasi prilaku
2. Pertanyaan langsung
3. Laporan pribadi
4. Penggunaan skala sikap

Pembentukan sikap ;
1. Mengamati dan meniru
2. Menerima penguatan
3. Menerima informasi verbal

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 27, 2014 in Materi Kuliah S2 MPEP