RSS

ANALISIS TABEL SILANG (CROSSTABS)

21 Apr

ANALISIS TABEL SILANG (CROSSTABS)
Oleh: Isfarudi

A. KONSEP

Pada dasarnya suatu penelitian (begitu juga dalam bidang bisnis) ingin mengkaji hubungan antar variabel dari suatu fenomena. Misalnya, apakah ada hubungan antara IQ siswa dengan prestasi belajarnya, apakah ada hubungan antara nilai tes masuk dengan IPK yang diperoleh mahasiswa, dan sebagainya. Pertanyaan ini memberikan indikasi bahwa peneliti ingin mengkaji bagaimana hubungan suatu variabel dengan variabel lainnya. Analisis yang dapat digunakan menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam ini dinamakan analisis korelasional.
Tentunya, analisis korelasional ini tidak hanya menyangkut hubungan satu variabel dengan satu variabel lainnya (bivariate), tetapi juga mencakup hubungan lebih dari dua variabel (multivariate). Statistika yang dapat digunakan dalam analisis korelasional ini sangat banyak, misalnya saja korelasi Pearson (product moment), korelasi Spearman (rank correlation), Kendal tau, Khi kuadrat, dan sebagainya. Alat statistika ini dapat menggambarkan hubungan antar variabel, namun pemilihan statistika inipun sangat tergantung juga pada skala pengukuran dari varaibel-variabel yang dihubungkannya itu.
Analisis table silang (crosstabs) merupakan salah satu analisis korelasional yang digunakan untuk melihat hubungan antar variable (minimal 2 variabel). Tabel 1 dan Tabel 2 berikut ini menyajikan beberapa statistika untuk analisis korelasional.

Tabel 1. Beberapa Alat Statistik Korelasional (Bivariate)

Variabel Independen Variabel Dependen Kemungkinan Analisis
nominal nominal Tabel silang
Chi square
Lambda
nominal ordinal Kruskall-Wallis
Friedman test
nominal interval t-tes
anova
Ordinal ordinal Korelasi Spearman
Rank Correlation
Gamma
Interval interval Korelasi/regresi sederhana
Korelasi/regresi ganda

Tabel 2. Beberapa Alat Statistik Korelasional (Bivariate/Multivariate)

Jenis dan banyak variabel independent
Jenis dan banyak variabel independent Interval/Rasio Ordinal Nominal
1 >1 1 >1 1 >1
Interval/Rasio
0
Factor
Analysis
Transformasikan variabel ordinal menjadi nominal dan gunakan K-1, atau transformasikan variabel interval menjadi ordinal dan gunakan B-2, atau kedua-duanya ditransformasikan menjadi nominal dan gunakan K-3 Baris 1

1
Correlation Multiple
Correlation Analysis of
variance
(atau t-test) Analysis of
variance

>1
Multiple
correlation
Ordinal
0

Transformasikan variabel ordinal
menjadi nominal dan gunakan K-1,
atau transformasikan variabel
interval menjadi ordinal dan
gunakan B-2, atau
ditransformasikan variabel
interval menjadi nominal
dan gunakan K-2
Coefficient of
concordance(W) Baris 2

1
Spearman
correlation,
Kendal’s
tau (τ) Sign test,
median test,
U-test,
Kruskal-Wallis Friedman’s
twoway analysis
of variance

>1

Nominal 0 Chi-square Baris 3

1
Analysis of
variance
(Lihat K-1) Sign test,
median test,
U-test,
Kruskal-Wallis
(lihat K-2) Phi Coefficient (Φ),
Fisher exact test,
Chi-square

>1
Analysis of
variance
(Lihat C-1 Friedman’s
twoway analysis
of variance
(Lihat K-2)
Kolom A Kolom B Kolom C

B. Contoh Analisis Tabel Silang

Permasalahan :

Apakah karyawati cenderung lebih banyak terlambat masuk kantor daripada karyawan?

Dari hasil pemantauan diperoleh :

Apakah kesimpulannya? ……………………………………………..

C. CARA MEMBACA DAN MEMBUAT TABEL SILANG

1. Tentukan mana variabel independen dan mana varaibel dependen

2. Buat kelompok tiap variabel berdasarkan kategori/atribut

3. Susun tabel silang :
Var. independen  kolom (di atas)
Var. dependen  baris (di samping kiri)

4. Tentukan frekuensi tiap sel dan hitung persen dengan arah vertikal/kolom (Posisi 100% ada di bawah, bukan samping kanan).

5. Pembandingan dilakukan antar persen kolom (kesamping) untuk tiap kategori baris  mana persen terbesar

6. Bila letak persen terbesar itu membentuk pola diagonal, maka ada kecenderungan variabel independen berhubungan dengan variabel dependen.

7. Bila letak persen terbesar itu tersebar dan tidak membentuk pola diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen cenderung tidak berhubungan dengan variable dependen.

D. Sintaks SPSS untuk membuat program tabel silang adalah :

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 21, 2009 in Tak Berkategori

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: