RSS

TANGGUNG JAWAB SOSIAL KAUM ILMUAWAN

14 Mei

PENDAHULUAN

Allah berfirman, Allah telah menurunkan Kitab dan Hikmah kepadamu, dan mengajarkan kepadamu sesuatu yang belum pernah kamu ketahui. (Al Qur’an S. AL Nisa / 4:113)
Dia menganugerahkan hikmah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa dianugerahi hikmah. maka ia benar-benar telah dianugerahi kebaikan yang melimpah. (Al Qur’an S. AL Baqarah / 2:269)
Dan Kitab Hadist Bukhari menerangkan,
Hikmah ialah kebenaran di luar Kenabian
Risalah kenabian (prophetic mission) adalah pangkal dan sumber peradaban masa paling awal fajar sejarah di Mesopotamia – Lembah Furat dan Dajlah – dorongan pertama dan utama tumbuhnya peradaban dan kebudayaan ialah kesadaran akan nilai-nilai luhur yang tidak terbatas hanya kepada pengalaman hidup duniawi semata. Nilai-nilai itu menerobos batas-batas cakrawala dan menembus petala-petala langit, menuju Hikmah Ilahi dalam kebahagiaan perkenan dan ridla-Nya, di bawah naungan rindangnya Sidrat al -Muntaha, Pohon Sidra Penghabisan, lambang hikmah-kearifan tertinggi anugerah Tuhan kepada hamba-Nya.
Maka timbul dalam diri manusia gairah perenungan mendalam (tafakkur) tentang berbagai pertanda kekuasaan Tuhan di alam sekitarnya dan dalam dirinya sendiri, dan berkembanglah ilmu-pengetahuan. Mula-mula ilmu pengetahuan itu terbelenggu oleh anggapan benar sendiri dalam, dan berkembanglah ilmu- pengetahuan. Mula-mula ilmu-pengetahuan itu terbelenggu oleh anggapan benar sendiri dalam lingkungan wawasan yang terbatas, dengan semangat parokialisme. Tetapi berkat kedatangan Nabi Penutup dengan ajaran yang meliputi dan merangkumkan seluruh kemanusiaan – Muhammad s.a.w. yang membawa al-Kitab dan al-Hikmah – cakrawala ilmu pengetahuan meluas dan menjagad, kemudian berkembang menjadi kenyataan dan warisan budaya dan peradaban semua umat. Lebih jauh, sejak masa itu ilmu tidak lagi semata untuk ilmu saja sehingga menjadi tujuan dalam dirinya sendiri, tetapi ilmu adalah untuk amal, dan amal berdasarkan ilmu.
Firman suci dan keterangan dalam Kitab Bukhari tersebut di atas itu menjelaskan bahwa risalah kenabian ada tiga : pertama, menyampaikan ajaran Ilahi yang termuat dalam Kitab Suci; kedua, mengembangkan hikmah – kearifan, yaitu kebenaran di luar kenabian; dan ketiga, mendorong kegiatan menelaah gejala-gejala alam dan sejarah sebagai tanda-tanda kebesaran Tuhan, untuk mengungkapkan hal-hal yang belum pernah diketahui manusia.
Terapan risalah kenabian itu di kalangan umat manusia telah menumbuhkan tradisi yang cerdas untuk mengkaji nilai-nilai hidup yang luhur berdasarkan keimanan dan pengikatan batin kepada ketentuan-ketentuannya, mempelajari hikmah-kearifan dalam khazanah budaya dan peradaban umat manusia seluruh dunia, dan menggalakkan keberanian menerobos perbatasan terakhir ilmu pengetahuan manusia melalui kegiatan riset dan penelitian.

RUMUSAN MASALAH
Dari uraian pendahuluan di atas maka penulis merasa perlu merumusakan masalah sebagai berikut ;
1. Apakah Tanggung jawab sosial kaum ilmuawan muslim sudah terwujud ?
2. Mengapa ilmuawan muslim masih banyak yang belum mengetahui fungsinya?
PEMBAHASAN
Para pengemban ilmu dengan wawasan yang menyeluruh demikian itu ialah para ulama (al ‘ulama’, “mereka yang dianugerahi ilmu pengetahuan”). Dengan tugas meneruskan risalah kenabian yang berintikan tiga kewajiban suci tersebut, para ulama bertindak sebagai pewaris para Nabi. Mereka mengemban tugas itu dalam suatu lingkungan yang diciptakan untuk mendukung kegiatan kajianyang mencakup dan merangkum (jami’ah) seluruh “universum” ilmu- pengetahuan dengan cara pendekatan menyeluruh (kulliyah) terhadap bagian-bagian khusus “universum” ilmu-pengetahuan itu. Pendekatan menyeluruh atau kulliyah itu meliputi kegiatan kajian perbandingan (muqaranah), wacana kritis (munazharah), dan ketelitian pengamatan (mulahazhah). Di bidang ilmu empirik,kulliyah itu dilengkapi dengan eksperimen (tajribah) dalam ruang-ruang penelitian dan pembuktian kinerja (ma’mal,laboratorium). Pembuktian yang berhasil terhadap suatu pandangan teoritis (nazhar,”nalar”) menghasilkan suatu kesimpulan ilmiah yang tangguh, yaitu pengetahuan mujjarrab (“yang terbukti benar melalui eksperimen”).
Sebelum memiliki pengertian yang agak terbatas seperti sekarang ini, golongan ulama meliputi semua kaum terpelajar, para sarjana, masyarakat ilmuawan, kelompok intelektual dan cendekiawan. Mereka menjadi pewaris para nabi sedikitnya dalam tiga hal. Pertama dalam hal memelihara dan memperteguh komitmen batin kepada nilai-nilai hidup yang luhur berdasarkan semangat Ketuhanan, yang diperoleh dan dikembangkan dari kajian terhadao Kitab Suci dan Sunnah Nabi. Kedua dalam hal memperkaya akumulasi pengalaman dan kearifan manusia sejagad, dan melanjutkannya dari generasi ke generasi, dalam semangat kosmopolitanisme yang mengapresiasi hikmah karunia Ilahi dan warisan ilmu dan budaya dari seluruh muka bumi. Ketiga, dalam hal menggalakkan penelitian dan percobaan sebagai padanan ajaran tentang ijtihad, yaitu semangat perintisan dan penerobosan kreatif perbatasan-perbatasan ilmu- pengetahuan. Dengan semangat ijtihad itu, kegagalanpun akan tetap berfaedah dan berpahala sebagai usaha pengembangan ilmu dan peradaban, sedangkan keberhasilannya akan menyajikan faedah dan pahala ganda, yaitu pengalaman tangguh dalam melakukan terobosan tersebut dan manfaat yang dijanjikan oleh hasil ijtihad yang benar itu sendiri.

KESIMPULAN
Memelihara dan memperteguh komitmen batin kepada nilai-nilai hidup yang luhur berdasarkan semangat Ketuhanan, yang diperoleh dan dikembangkan dari kajian terhadao Kitab Suci dan Sunnah Nabi merupakan tanggungjawab sosial sebagai ilmuawan muslim.

REFERENSI
1. Pidato Pembukaan Universitas Paramadina oleh : Dr. Nurcholis Majid.
2. http://www.paramadina.co.id

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 14, 2009 in Tak Berkategori

 

2 responses to “TANGGUNG JAWAB SOSIAL KAUM ILMUAWAN

  1. septa18

    Mei 14, 2009 at 9:14 am

    assalamu’alaikum pak..
    saya mahasiswa IPDN semester akhir..
    saya sedang menulis skripsi tentang evaluasi pelaksanaan program pengentasan kemiskinan perkotaan, mohon bantuannya pak kalau bapak tahu beberapa referensi yang bisa saya gunakan dalam penulisan skripsi pak..
    terima kasih sebelumnya pak..

     
  2. Fuddin Van Batavia

    November 4, 2011 at 6:08 am

    silahkan di ambil mas…..sama-sama untuk membantu masalah kerangka teori…

     

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: