RSS

Hakikat Peningkatan Tanggung Jawab Siswa dalam Pembelajaran

06 Nov

Oleh : Thoyib
Hakekat tanggung jawab adalah menerima apa yang diwajibkan dan melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan kemampuannya.1 atau dengan istilah lain yaitu menggunakan seluruh sumber daya untuk mengusahakan perubahan yang positif atau melaksanakan tugas-tugas dengan seluruh integritasnya. 2
Tanggung jawab yang dimaksud adalah yang berhubungan dengan nilai dan segala sesuatu yang berguna, dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Hal ini juga berkaitan dengan norma termasuk moral yang meliputi segala perilaku yang baik untuk dilakukan dan yang tidak baik untuk dilakukan. Adapun norma adalah aturan, ukuran, pokok kaidah, kadar, patokan yang dijadikan panutan bagi tingkah laku manusia guna menjamin keselamatan, ketentraman dan kesejahteraan.3
Tanggung jawab juga dapat diartikan sebagai menerima apa yang diwajibkan dan melaksanakan tugas dengan baik selaras dengan kompetensi yang dimilikinya. Tanggung jawab merupakan nilai dasar yang tidak kalah penting dengan nilai dasar lainnya. Beberapa kegiatan yang perlu diperhatikan, antara lain;
a. Melaksanakan tugas piket
b. Melaksanakan dengan sungguh-sungguh seluruh tugas yang diberikan oleh sekolah
c. Taat memakai pakain seragam sekolah yang telah ditetapkan
d. Kebersamaan
Sedangkan menurut Shiv Khera4 tanggung jawab merupakan bagian dari kewajiban yang menjadikan sesuatu berupa keinginan untuk mencapai atau berakhir dengan kesenangan.
Pembentukan nilai tanggung jawab tidak dapat dilepaskan dari proses pembelajaran baik di rumah maupun di sekolah. Oleh sebab itu belajar adalah sesuatu yang harus dialami siswa agar memiliki apresiasi nilai tanggung jawab yang tinggi.
Hidup bersama dan bermasyarakat merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan manusia. Ketergantungan manusia terhadap manusia lain menyebabkan manusia mengadakan hubungan kerjasama dengan manusia yang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sebagai bentuk interaksi sosial nilai tanggung jawab menjadi bagian yang utuh dalam proses pembentukan perilaku. Gilin dan Gilin yang dikutip oleh Soerjono Soekanto menjelaskan pengertian interaksi sosial, yaitu : “interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis menyangkut orang perorangan atau antar kelompok manusia maupun antar orang perorangan dengan kelompok manusia.”5
Sementara itu WA. Gerungan mendefinisikan sebagai berikut : “interaksi sosial sebagai suatu hubungan antara dua orang atau lebih manusia, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi individu yang lain, mengubah atau memperbaiki yang lain atau sebaliknya.”6 Jadi hal terpenting dalam proses interaksi sosial adalah hubungan timbal balik dan saling memberikan pengaruh pada masing-masing individu.
Sedangkan menurut Alvin dan Helen Goudner yang dikutip oleh Soleman B. Tenako, yaitu : “Interaksi sosial adalah aksi dan reaksi diantara oang-orang.”275 Sehingga bila terjadi aksi dari seseorang disambut dengan reaksi dari orang lain, pada saat itu terjadi interaksi sosial. Pengertian tersebut sejalan dengan pengertian menurut Koentjoroningrat, menurutnya “Interaksi dapat terjadi bila seorang individu dalam masyarakat berbuat sedemikian rupa sehingga menimbulkan respon dan reaksi dari individu-individu lain.”
Dalam proses interaksi sosial individu harus menyadari adanya orang lain sehingga individu dapat memberikan respon terhadap stimulus yang diberikan individu lain.
Mengenai kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial, Moreno seperti dikutip oleh Bimo Walgino menyebutkan bahwa baik tidaknya interaksi seseorang dapat dilihat dari berbagai segi yaitu :
1. Segi Frekuensi
Yang dimaksud dengan frekuensi yaitu sering tidaknya seseorang mengadakan hubungan dengan orang lain, semakin seseorang itu bergaul, pada umumnya orang itu semakin baik dalam interaksi sosialnya. Bagi individu yang mengisolir diri dan kurang bergaul, hal ini menunjukkan bahwa di dalam hubungan interaksi sosialnya kurang baik.
2. Segi Intensitas
Yaitu segi mendalam tidaknya seseorang itu dalam pergaulan atau interaksi sosialnya, atau sering disebut intim tidaknya di dalam bergaul. Semakin intim interaksi sosialnya dengan orang lain maka dapat dikatakan bahwa interaksi sosialnya semakin baik.
3. Segi Popularitas
Banyak sedikitnya teman bergaul, ini dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk melihat baik buruknya individu dalam mengadakan interaksi sosial. Semakin banyak teman pergaulannya semakin baik pula interaksi sosialnya.8

Kemampuan seseorang dalam berinteraksi berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain. Interaksi sosial memuntut kemampuan setiap individu untuk dapat berperilaku seperti yang diharapkan oleh masyarakat. Perilaku manusia itu menurut Jalaludin Rakhmat : “Situasi di sekitar manusia itu berbeda. Reaksi antara manusia yang satu dengan yang lain berbeda sesuai dengan karakteristik personal yang dimilikinya”9
Kemampuan dalam berinteraksi juga dipengaruhi oleh kedewasaan seseorang dan juga oleh pengetahuan akan pentingnya hubungan antara manusia sehingga sadar bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat. Kedewasaan serta pengetahuan yang dapat diperoleh melalui pendidikan. Dalam pendidikan pola-pola kelakuan pokok dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sesuai dengan penjelasan S. Nasution bahwa : “Pendidikan berkenaan dengan perkembangan dan perubahan anak didik, pendidikan berkaitan dengan trasmisi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan dan aspek-aspek lainnya kepada generasi muda. Pendidikan adalah proses mengajar serta belajar oleh masyarakat.” 10
Menurut Gall dan Gall dalam Kindsvatter11 bahwa tanggung jawab siswa adalah tujuan program yang luas yang akan dicapai oleh para siswa. Mereka dituntut untuk mengaktualisasikan dan mengekspresikan pencapaian tujuan ini sebagai hasil pembelajaran di kelas.
Tanggung jawab siswa menurut Soedijarto12 adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh peserta didik dalam mengikuti program kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan. Gagne dan Briggs13 menambahkan bahwa tanggung jawab siswa adalah berbagai jenis kemampuan yang diperoleh dari belajar. Ada 5 jenis kemampuan tanggung jawab siswa, yaitu;
a. Ketrampilan intelektual
b. Informasi verbal
c. Strategi kognitif
d. Ketrampilan motorik
e. Sikap
Sedangkan menurut Romiszowski dalam Anderson dan Krathwohl14, tanggung jawab siswa ditekankan pada aspek pengetahuan dan ketrampilan. Pengetahuan berkenaan dengan informasi yang tersimpan didalam otak manusia setelah ia mengalami proses belajar. Sedangkan ketrampilan berkenaan dengan tindakan seseorang, baik tindakan intelektual maupun fisik dalam mencapai tujuan sebagai akibat proses belajar. Secara rinci pengetahuan dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu: fakta, prosedur, konsep, dan konsep. Sedangkan katrampilan juga dibedakan menjadi empat jenis, yaitu: ketrampilan kognitif, motorik, reaktif dan interaktif.
Pendapat tersebut selaras dengan pandangan Benyamin Bloom 15 bahwa tanggung jawab siswa memiliki ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Teori Taksonomi Bloom, menurutnya tanggung jawab siswa mempunyai ranah yang berorientasi pada kemampuan untuk mengungkapkan makna dan arti dari bahan yang dipelajari siswa. Ranah tersebut meliputi;
a. Kognitif, yang termasuk ranah kognitif meliputi aspek pengetahuan, pemahaman, penerapan, sintesis dan evaluasi.
b. Afektif, yang termasuk ranah afektif meliputi aspek psikologis untuk menerima, menanggapi, menghargai dan membentuk pribadi.
c. Psikomotorik, yang termasuk ranah psikomotorik meliputi gerak dan tindakan.16

Dengan tambahan pendapat dari Anderson dan Krathwoth bahwa tanggung jawab siswa juga mencakup; pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan meta-kognitif.
Dari uraian di atas penulis dapat mensintesiskan bahwa nilai tanggung jawab adalah kemampuan seorang individu yang menggunakan seluruh sumber daya untuk mengusahakan perubahan yang positif atau melaksanakan tugas-tugas dengan seluruh integritasnya terhadap lingkungannya dalam bentuk interaksi sosial yang baik dan intensif.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 6, 2012 in Informasi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: