RSS

Jangan Belikan anak Motor

20 Des

Selasa, 26 November 2013, 10:56 WIB

Republika/Agung Supriyanto

Pengendara sepeda motor di bawah umur.

REPUBLIKA.CO.ID, SIMPANG AMPEK — Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat AKBP Sofyan Hidayat mengimbau kepada orang tua para siswa agar tidak membelikan sepeda motor kepada anak-anaknya agar terhindar dari kecelakaan lalu-lintas.

“Peran orang tua sangat penting karena pada umumnya kecelakaan lalu-lintas didominasi oleh kalangan pelajar. Padahal dalam aturan pelajar yang belum cukup umur belum bisa memperoleh surat izin mengendara,” kata Sofyan di Simpang Ampek, Selasa (26/11).

Menurutnya, alangkah baiknya masyarakat mengantarkan anak-anaknya pergi ke sekolah dari pada membelikan sepeda motor karena secara psikologis mental siswa untuk memakai sepeda motor masih labil dan rawan kecelakaan.

“Kita banyak menemukan pelajar yang kebut-kebutan baik saat pergi sekolah ataupun saat pulang sekolah. Hal ini tentu sangat memprihatinkan dan membhayakan bagi kalangan siswa tersebut,” ujar Sofyan.

Ia mengimbau kepada orang tua hendaknya membudayakan kembali menggunakan sepeda angin bagi anak-anaknya. Tidak saja membuat anak sehat tetapi juga membuat meningkatkan kedispilinan.

Dengan bersepeda, kata Sofyan, anak-anak bisa mengatur waktu berapa lama dia pergi dari rumahnya ke sekolah sehingga dia bisa bangun tidur lebih cepat. Hal itu tentunya bisa meningkatkan disiplin memanfaatkan waktu.

“Berbeda jika ada sepeda motor, anak-anak cendrung lebih suka bersantai dan pergi ke sekolah dengan waktu yang pas-pasan sehingga bisa kebut-kebutan dan mengakibatkan kecelakaan,” sebutnya.

Untuk itu pihaknya mengingatkan kepada orang tua agar menyayangi anak-anaknya dengan tidak membelikan kendaraan. Selain itu jajarannya melalui satuan lalu-lintas terus mensosialisasikannya kesekolah-sekolah.

“Selain tindakan preventif kita juga melakukan tindakan dilapangan. Sebab, anak-anak yang belum cukup umur 17 tahun belum diizinkan mengemudi,” tegas Sofyan.

Dia menambahkan sejak Januari hingga akhir Oktober 2013 kecalakan lalu-lintas di Pasaman Barat mencapai 120 kasus. Dengan 75 orang meninggal dunia, luka berat 69 orang dan luka ringan 82 orang. Kecalakaan itu didominasi oleh kalangan pelajar atau berumur dari 11-20 tahun dengan jumlah 95 orang.

Redaktur : Citra Listya Rini

Sumber : Antara

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 20, 2013 in Informasi

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: