RSS

5 Perilaku Manusia yang Dibentuk Teknologi

28 Mei

5 perilaku manusia yang dibentuk teknologi
Kutipan : http://forum.republika.co.id/showthread.php?104144-Ini-dia-5-perilaku-manusia-yang-dibentuk-teknologi&p=324435#post324435

Dewasa ini, teknologi telah menjadi bagian dari hidup manusia. Teknologi menjadi semacam organ tambahan yang diperlukan manusia untuk menjalani hidup. Secara otomatis, teknologi pun mengubah fisiologi manusia. Perilaku, berpikir, bahkan sampai bermimpi dipengaruhi oleh teknologi.

Rebecca Hischot, menyebutkan bahwa gejala dipengaruhinya memori oleh teknologi dalam siklus tidur sebagai neuroplastisitas. Fenomena tersebut adalah kemampuan otak untuk mengubah perilaku berdasarkan pengalaman baru. Dalam hal ini, pengalaman baru itu adalah informasi yang diberikan oleh internet dan interaksi teknologi.

Beberapa ahli kognitif memuji dampak teknologi pada otak. Teknologi berhasil mengatur kehidupan manusia dan membebaskan otak untuk berpikir lebih dalam. Meskipun demikian, ada juga ketakutan bahwa teknologi menjadikan manusia tidak kreatif, tidak sabar, dan malas bergerak.

Dikutip dari Mashable (14/3), Rebecca Hischot menjabarkan beberapa hal dari teknologi yang dapat membawa otak manusia ke arah lebih baik ataupun buruk.

1. Bermimpi dengan warna
Kita sudah sepakat bahwa televisi selama satu abad ini telah memberi dampak yang luar biasa bagi perilaku manusia. Namun tidak hanya itu, televisi juga telah mempengaruhi apa yang masuk dalam mimpi. Pada tahun 2008, sebuah penelitian dari Universitas Dundee, Skotlandia, menemukan bahwa orang dewasa yang dibesarkan dalam sebuah lingkungan dengan satu televisi hitam dan putih makan akan membawa orang tersebut ke dalam mimpi hitam putih. Lalu, mereka yang berusia lebih muda, yang hidup dalam generasi tenologi dan menikmati layar warna hampir selalu membawa mereka pada mimpi berwarna

2. Sindrom getaran
Pernahkah Anda merasakan getaran di kantong kanan atau kiri celana. Anda merespon getaran itu dengan menyentuh kantong tersebut dan berpikir ada pesan masuk di telepon genggam. Sayangnya, setelah Anda sadari telepon genggam tersebut tidak menerima pesan apapun. Bahkan, kadang kita tiba-tiba tersadar bahwa tidak ada telepon genggam di saku celana.

Sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Computers and Human Behaviour pada 2012, peneliti menemukan bahwa 89% dari 290 mahasiswa yang disurvei dilaporkan merasa ada “getaran”, sensasi fisik dari getaran telepon meski faktanya itu tidak ada. Penelitian lain dari psikolog bahkan menyebut rasa gatal telah teridentifkasikan otak sebagai getaran telepon.

3. Sulit tidur
Selama ini kita telah terbiasa untuk memainkan gadget di atas tempat tidur. Sebelum ponsel pintar berkembang, kita sering menjadikan aktivitas di depan layar komputersebagai aktivitas favorit. Dari bermain game sampai melakukan pekerjaan dari pagi sampai malam hari. Ketika ponsel pintar berkembang, kegiatan di malam hari selain televisi adalah bercakap dengan teman lewat ponsel. Sampai-sampai ponsel harus diletakkan di samping kita ketika tidur.

Kegiatan malam hari yang panjang bersama komputer ataupun ponsel inilah penyebab seseorang sulit tidur. Ahli saraf memperkirakan paparan sinar dari layar telah sebagai isyarat dan menginduksi hormon. Sinar terang dapat menipu otak sehingga menganggap hari masih siang. Hal ini disebabkan mata manusia sangatlah sensitif terhadap cahaya.

4. Memori ingatan kecil
Teknologi telah membantu kegiatan manusia lebih mudah dan efektif. Sebelum teknologi komputer berkembang, seseorang perlu mengingat sebuah informasi baik-baik. Ilmu pengetahuan yang dipelajari ditulis kembali pada sebuah kertas. Komputer lahir untuk menggantikan penyimpanan data secara fisik—kertas—dan juga mengetik sebagai ganti menulis dengan pena. Sampai akhirnya, kini setiap orang tidak perlu mencatat informasi yang diperlukan. Dengan perangkat Google, seseorang kini dapat mencari informasi apapun yang diinginkan.

Pada tahun 2007, seseorang neuroscientist mensurvei 3.000 orang dan menemukan bahwa responden berusia muda tidak terlalu mengingat ulang tahun pribadi ataupun nomor telepon pribadi. Fenomena ini telah membentuk otak manusia untuk terbiasa menyimpan informasi sedikit. Alhasil, perlu konsentrasi lebih bagi anak muda untuk mengingat sebuah informasi.

5. Berkarya lebih banyak
Meskipun teknologi cukup banyak mempengaruhi perilaku manusia ke arah kurang baik, tetapi perlu diakui lahirnya teknologi adalah untuk membantu manusia bekerja. Teknologi telah membantu manusia untuk bekerja dengan tepat guna dan tepat hasil.

Mungkin kita tidak sadar bahwa lima hal di atas telah terjadi pada diri kita. Bila ada, maka kita pun harus mengakui bahwa hidup kita telah dipengaruhi dengan kuat oleh teknologi.

Apakah Anda memiliki pengalaman lain akibat dari teknologi? Bila ada, mari berbagi dan berkomentar tentang informasi ini!

Sumber: Mashable

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 28, 2014 in Informasi

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: